Kamis, 31 Mei 2012

Goresan 4

Bangunlah sahabatku...
Usah lanjutkan mimpimu itu biarkanlah usai dan berlalu
Mari lanjutkan kelana walau dalam selubung tebal pekat sekat dua dunia kita
Mari kembali iringi alur sang bayu pada dimensi ruang dan waktu dalam menggapai Rindu

Bangun dan bicaralah sahabatku...
Hentikan celoteh dalam mimpimu itu

Bangun dan lihatlah duhai sahabat...
Hamparan bunga dihadapanmu layu tiada lagi warna
Tebaran senyumpun hampa tiada lagi mempesona sebab ulah mimpimu itu

Bangun dan ingatlah sahabatku...
Lihatlah dunia kita
Usah biarkan layu pucat tiada warna
walau parau jerit terlontar dalam resah
meski gema menggelepar menghantam angkuhnya karang dan luruh dikedalaman jurang
namun... Usah jenuh lontarkan jerit kerisauan akan nikmatnya lapar dahaga dalam kelana

Bangun dan hentikan mimpi itu sahabatku...
Genggam erat dan sentakkan tali itu
Jaga aku dan dirimu tetap terikat pada jalinan tali yang selalu mengerti apa yang terjadi walau seolah tiada peduli
Hadirkan kembali nikmat kala jalinan tali itu pupuskan curiga lenyapkan makian saat kumandang adzan menggema diantara tebing dibelakang gubuk-gubuk kita

Bangun dan enyahkan mimpi itu sahabatku...
Usah biarkan luka lenakan tidur maya membuai raga dalam mimpi kala terjaga
Abaikan balas makian nun dari kejauhan yang berhamburan diiringi tatap curiga
namun tiada pernah hentikan putaran tasbih kala dawam tiada lagi berbilang dan senandung do'a sesakkan malam-malam kita dalam menggapai kerinduan

Bangun dan Kembalilah Bersemangat sahabatku...
Mohalla rindukan Dzihin dan Bayan kita
Bangkitlah sahabatku...
Mari lanjutkan Jaulah disela kelana dua dunia hingga usai kisah
dan jasad kitapun lelap dalam nikmatnya tidur yang nyata

Bangkit dan Bersemangatlah duhai sahabatku...
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar