Kamis, 31 Mei 2012

Goresan 16


dulu...
pernah kuteriakkan pada angin
bergema jelajahi lembah
melaju dibentangan panas jalan yang beku
bak panah lepas dari busur menghujam menembus ilalang
membakar jasad
hamburkan debu tutupi cahaya
jauhkan sujud dan rumahMU

menggeliat bayang-bayang diterjang terik mentari
berpendar membelah kisah antara ilusi dan nyata dilembah nista dan amarah
mata terlena sarat gumpalan debu
tiada lagi basabasi
dalam isak hujan lirih berkata
Rabb,,
tunjukkan cahaya
pandu jalan menuju haribaanMU

kini...
tak bisa lagi kupaksakan jemari ini menekan tuts keyboard merangkai aksara
tak mampu lagi mata ini saksikan layar monitor resapi kata artikan cerita
sesak kata kini terasa hampa
lembaran jiwa terasa kering tiada makna

interaksi dua dunia telah lamurkan mata
lemaskan persendian kuras airmata

termangu dalam sujud
dikeremangan sunyinya malam

jeda..
inilah yang terbaik sebelum memulai kembali rangkai aksara
basahi kembali perenungan jiwa
agar kata kembali sarat makna
coba halau luka duka resah dijiwa
bak angin gerakkan ombak dalam gelisah
dalam lapar dahaga yang tiada terkira
dalam kelana tiada arah tanpa batasnya
coba menghalau sepi melepas rindu mengejar waktu
dalam kelebatan sang aku dalam fana
menangkap ghaib rasa dalam mantera
bak merapi muntahkan laharnya
menghalau
terhalau
dihalau
luluhlantak segala kisah cerita
menganga luka
angan menyala dalam asa
adakah lembaran kosong tersisa 'tuk torehkan kembali kisah
sebelum ajal merenggut nyawa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar