Kamis, 31 Mei 2012

Goresan 31

senyap sukma dikeriuhan maya
selubung pekat sekat labirin asa
hadirkan kasih
gelorakan rindu kan kidung asmara
angankan masa tarbiyah
impikan malam-malam muhasabah disukma

Yaa Ismu Rabbik..


... Lantunan kidungMU tiada berbilang lagi dalam dawam

sesakkan sukma
pupuslah sgala resah gundah dijiwa
Suram lentera hiasi kalbu nan merindu belaian KasihMU
usah luruh hati dalam nafsi

Ya Wajhu Rabbika Dzul Jalaali wal Ikram

Selimuti
Genggam ku dalam nuansa Cahaya Kasih
Selubungi tirai sepi ku dalam Riuh AsmaMu

Selubung pekat alam malam
redupkan rembulan
gelap kelam mayapada
bias lentera disukma kian suram
namun...
usah surut langkah
... tabu kan gentar
enyahkan gundah dari jiwa pecinta malam
lantunkan kidung Asma pada sekujur raga

Kobaran nafsi gerogoti hati tiada kendali
resah dalam nista
pertapa rindukan kawah candradimuka
jauh kelana hiraukan duka acuhkan luka
tertatih merangkak rayapi terjalnya lurah
mencoba kembali menempuh jalanNYA
sbelum usai kisah dalam fana

Mala Yata Naha

Goresan 30

Sahabat



dalih jihad

kini jalan terpisah

setelah skianlama bersama

nikmati segala rasa dalam kelana kehidupan kita



namun

slalu kuberdo'a

Semoga pertarungan-pertarungan

yang kita lalui dimasa remaja hadir kembali

dalam fikir dan tiap angan mimpimu

demi gapai asa dimasa yang tersisa



memang

kita hanyalah serpihan debu

dari reruntuhan sebuah peradaban

namun

jalanmu bukanlah titik akhir penentu kemenangan pertarungan ini



ingat



masih ingatkah



kembalilah mengingat

kisah bermula diSabilul Huda



teruslah mengingat



jaga niat

mantapkan tekad

jangan rubah lagi haluan itu sahabat -_-

tetaplah bersama

dalam wujudkan asa dimasa tersisa

biarkan segala hinaan fitnah dan cacimaki

mari terus ikuti secercah sinar

demi kebahagiaan hakiki kita yang sebenarnya

Goresan 29


Kembali...
Gelisah menatap cakrawala dikeremangan senja
Tetesan airmata bak tekun mengeja sejuk lantunan kalamNYA
seolah membakar raga lelehkan kepingan amarah
disela lelah didera luka duka kecewa
resah jengah akan segala kata rayu dan puja...
hadirkan kabut saputi rona dzikir yang kian mengerdil diraga sosok-sosok yang kian renta merapuh lewati senja

saksikan detak detik bergeser antara nyata dan dusta dilingkupi segala kata dan sumpah berujung sampah belaka terlontar menghambur dari lisan ribuan hamba jahiliyah yang memunggungi para pecinta sejatiNYA

Lafadz tasbih dalam dawam tiada lagi berbilang dalam mendefinisikan Asma'NYA Rangkaian ruku' sujud para pecinta pun tiada goyahkan lena hasrat hamba-hamba jahiliyah lontarkan pekik bisik mesra dalam nafsi dan kemunafikan cinta maya

Malam...
Hadirkan sucinya kelam
selubungi bentangan syahdu trotoar alam diantara gubuk renta dan pelataran rumah pecinta yang senantiasa tekun berselimut tasbih dan sujud pada hamparan sajadah berbisik lirih lantunkan kalamullah dari sesak riuh glamournya hamba-hamba jahiliyah yang berpesta pora bak bangkai dalam santapan ribuan gagak dan srigala

Angin...
Bisikkan kalimat CintaNYA
agar terlewati malam dalam syair bahagia
pupuskan segala resah akan petaka yang nyata

Goresan 28


malam...

deburan ombak memecah sunyi dan kenyerian

resah teringat janji pada cakrawala sukma
yaa Ismu Rabbik..
pada seutas tali gontai langkah mnggapai bias cahaya disela percikan-percikan nafsy
dan kenyerian yang berkobar
coba leburkan jasad
pada seutas tali...

pada seutas tali gontai terayun langkah
demi pengharapan akan RidhoMU
yaa Ismu Rabbik


kelam...
malam...
desah resah kembali menghujam disela kenyerian
dalam hening kerinduan terpukau kan asa dalam maya
yaa Ismu Rabbik...
suram lentera usah padam asa 'kan mahabbah
penantian tiada batas
harapan tiada kan berakhir
dalam harap asa nyatalah adanya

Goresan 27


Terulang kembali...
Kala jemari enggan menekan tuts keyboard merangkai aksara
Mata tak kuasa lagi saksikan layar monitor mencerna kata
Nalarpun tak mampu lagi resapi kisah
artikan cerita singkap makna kuak tabir rahasia



lalui hari
jalani bianglala kisah tanpa henti
dalam kesunyian
nikmati pahit pedihnya duka luka kecewa dalam canda tawa
tiada kan henti biduk arungi samudera
nikmati terjangan badai mendera
tiada kan pernah berhenti

JEDA
Inilah yang terbaik sebelum mengurai kata merangkai aksara
Basahi kembali tandus gersangnya perenungan jiwa
agar kelak tercipta kata sarat makna tiada lagi hampa dalam ilusi canda belaka

walau tiada lagi teman seiring langkah temani hari
dalam sanubari selalu sadari sahabat setia selalu temani jiwaraga ini
menembus badai menggapai cakrawala jingga
sebelum usai kisah dikeremangan senja dalam fana

Goresan 26



duhai jiwa
daya kini terasa mulai sirna
sedang badai kian menggila dikeluasan samudera
duhai jiwa
akankah terhenti kelana
karam terhempas kandas dikedalaman samudera sebelum tiba dibatas cakrawala
duhai jiwa
dalam dawam tiada lagi berbilang
kala berliku berputar haluan sampan
saat biduk tiada kuasa terkayuh
kini
berharap pada sang bayu
usahlah enggan jangan berhenti hembus sampan melaju ketepian
menembus badai diambang remang mayapada

Goresan 25


inilah kita
sang hamba dan si pendosa
walau tangan tiada berjabat
tiada berdebat takkan saling menghujat
inilah kita
sama arungi samudera lintasi gurun jelajahi buana telusuri onak belukar
berteman lapar dahaga
menuju bias cakrawala menggapai bianglala dari arah berbeda
disinilah kita
jalin aksara merangkai kata
berbagi canda ceria kobarkan asa
lepaskan duka kecewa terkadang
umbar dusta amarah
ilusi hampa semata
disinilah kita
di antara ada dan tiada

Goresan 24



inilah aku
yang coba lunakkan hati membatu
lalui sepi lewati pilu menggapai rindu
inilah aku
yang bertahan jalani waktu dalam enggan
bercengkerama bayang-bayang kelam keabadian
coba gapai asa indahnya kehidupan
angankan sejatinya kebahagiaan
dan disinilah aku
dipersimpangan harapan dan angan
diantara wujud dan bayang-bayang
diantara bias cahaya dan kegelapan
diantara gurun dan savana
diantara samudera dan batas mayapada
dan
diantara kobaran semangat berpadu lelah lemahnya jiwaraga

Goresan 23



Hari ini...
Lembaran waktu kembali terabaikan
Terhampar kosong nyaris hampa tiada makna
namun... nun disana
nyata dalam pandang
arus samudera nan tetap setia hantarkan ombak basahi tepi daratan
Bergemuruh
menggelepar tiada bosan menerjang angkuhnya karang
sentakkan nalar
halau sunyi buyarkan mimpi
lesatkan cahaya berpendar penuhi sukma
coba kobarkan kembali hasrat asa dijiwa yang mulai tenggelam dalam khayalan
hmm..
cakrawala jingga diambang senja
ahh..
andai ku ombak lautan


 
dalam sunyi sepi dikeriuhan
nikmati gurau tawa canda dalam luka kesedihan
lalui hari nikmati sunyi
sendiri
tiada yang mengerti
seolah tiada lagi yang peduli

namun sadari diri tiada pernah sendiri
tiada kan berhenti lalui pahit getir sakitnya luka duka kecewa dalam ceria dan canda
walau badai tiada henti ganas mendera
dalam satu keyakinan didada
meski tiada lagi teman seiring langkah dimayapada
sahabat kan slalu setia temani jiwaraga jalani kisah hingga usai kisah dalam fana

Goresan 21

tercekat pandangi jingga angkasa diambang senja

terseret khayal lembut mesra merayu dalam kegelapan malam
angankan purnama kilau kejora saat diangkasa tiada awan terangi sudut malam dijiwa penuh luka duka resah nestapa

wahai alam
telah tersia-sia hari terlewati
hambar rasa
hampa jiwa
pengap sukma dalam kungkungan dosa dan nista
diperbudak emosi nafsi duniawi semata

wahai jiwa
andai kumampu lukis asmaMU hiasi langit jingga dikeremangan senja
pengobat rindu dijiwa nan dahaga
sesak dalam selaksa tanya dan resah
hmm
andai cinta tiada skedar ilusi belaka

kini..
telah terkubur segala tahta rumus dan angka
jalani hidup bagai pertapa
hening
menyendiri bersahabat sepi

bukan sekedar mencari inspirasi merangkai kata
untai syair puisi nan indah bak pujangga
bukan lantaran kalah
bukan pula lari dari keras ganasnya pertarungan dunia
namun,,,
demi turuti bujuk rayu nurani
berdiskusi dalam sunyi
berbincang pada kebisuan alam
bertanya pada gelapnya mayapada
bertegursapa dengan kabut
berbisik lirih pada sang bayu

dimana??
kemana perginya diriku sendiri?
mengapa ia pergi???

Goresan 22


gugur dedaunan sehelai demi sehelai
samar terdengar lirih pekik sakit ranting tiada mengerti dosa yang terjadi
tiada yang peduli
walau angin kabarkan luka nestapa kepenjuru mayapada
hujan dikeremangan senja
sang surya pun turut suram menatap nanar samar ditemaram senja nun dikejauhan
mushalla tua yang semakin renta namun sarat rahasia
berdo'a tuk wajah-wajah pendosa
mata tuanya nanar memandang
makin samar dalam harapan
terkuburlah segala sampah pengkhianatan dan ideologi kepalsuan

Goresan 20


termenung...
kembali lembaran hari terabaikan...
terbentang kosong hampa
tiada bermakna

tapi nun disana...
Samudera dengan setia kirimkan ombaknya kepantai
dingin membasah jilati tapak
sentakkan nalar
bergemuruh halau sunyi
menggelepar menerpa karang

hmm..
andai ku ombak lautan

termangu..
memandang hamparan samudera
resah angan dijiwa bak camar terbang bebas diangkasa menyambar ombak lautan
gelisah dalam penantian pesan yang tak jua kunjung datang
dan...
dalam gamang terus melaju mengayuh biduk menuju batas cakrawala
berharap usai kelana ditepian tuk kembali lanjutkan langkah
terhempas dalam tasbih dan do'a
bersahabat lapar dan dahaga
berteman resah luka duka curiga

alam jadi saksi
kala parau sorak menggema
menerjang badai dalam lelah resah kelana
Berharap Lindungan, Panduan Cahaya dan MaghfirahNYA

Goresan 19


suatu hari..
keresahan jiwa kembali hadir
perlahan ciptakan gelisah disukma
terkenang kala gelombang badai menerpa
kala rasa takut kita kobarkan amarah
bangunkan keberanian tuk melawan sgala angkara murka
coba lewati badai
abaikan segala keletihan raga
tapi sahabat..
hari ini
ketika takdir menyapa perlahan diketenangan riak ombak samudera
diri terlena terbuai mesra pesona bias cakrawala
lupa badai yang kan kembali mendera suatu ketika
ma'af sahabat...
kini sampan kita berpisah arah

Goresan 18


Tiada jelas rembulan dimalam ini
Rimbun pepohonan
Tebal pekat kabut tutupi pandang
lesatan pantulan cahaya bagai gambaran cinta
menggemuruh dalam alunan ombak samudera dijiwa
seberangi malam menuju batas cakrawala
pudar dalam kesunyian
lenyap dikebisuan
tanpa kata
tiada aksara
terlukis dalam lembaran hampa

Goresan 17


telah tercatat kekalahan yang lalu
kala luka duka yang menyapa
pedih nyeri pilu menyayat qalbu
saat berteduh ditengah gersangnya gurun membara
menyusun pasir membangun benteng ditengah hujan dan badai yang kian menggila
parau berteriak
letih menggapai melambai
akankah asa kan sirna ???
dulu...
tertatih langkah tersaruk tiada arah
telusuri gersang tandus gurun dalam lapar dahaga
bersiur angin terbangkan pasir menerpa wajah
pejamkan mata dalam lelap
seolah gurun menjelma bak bentangan samudera
berbau anyir berwarna merah
kelu lidah memanggil
letih tangan menggapai melambai
namun...
darah kembali tertumpah ditengah gurun peradaban brutal menggila dalam euforia
sisakan tanya yang enggan terbuka jawabnya
ketika penjagal nyawa kembali berpestapora patahkan langkah
tiada riuh lagi gelora syahid atau menang terdengar dijiwa

kini..
kuarungi kembali samuderaMU
tumpahkan airmata keluhkesah resah amarah kelaut luka duka
tinggalkan dunia gurau canda, rumus dan angka
tempa gumpalan hati yang rapuh
bak muslimah menutup aurat kenakan jilbabnya
agar nafsu tiada lagi liar dan jalang meronta
jiwa berpadu dalam qalbu
telusuri asmaMU dalam dawam dikediaman ditengah samudera
berpacu asa
terucap hasrat yang kian menyala
kembali lah memijak tanah
lanjutkan langkah menuju pintu memasuki rahasiaNYA
agar
batin tiada lagi sesat menerawang diambang senja
gelisah sirna diambang senja mencari bias sinarNYA

bergejolak meronta jiwa
kala menengadah terlihat langit jingga
hiasi angkasa bak lelehan darah dari neraka
panas dingin menerpa wajah dan raga
duhai hasrat qalbu yang menikam mata bathin
torehan luka dalam bayang-bayang masa
meronta kala dawam tiada berbilang berpadu riuh kidung kalam getarkan seluruh indera
iringi langkah dikeremangan senja telusuri belukar lalui lembah dusta
mengejar bias cahaya dimushalla tua
semoga asa tiada lagi sirna !!!

semoga...

Goresan 16


dulu...
pernah kuteriakkan pada angin
bergema jelajahi lembah
melaju dibentangan panas jalan yang beku
bak panah lepas dari busur menghujam menembus ilalang
membakar jasad
hamburkan debu tutupi cahaya
jauhkan sujud dan rumahMU

menggeliat bayang-bayang diterjang terik mentari
berpendar membelah kisah antara ilusi dan nyata dilembah nista dan amarah
mata terlena sarat gumpalan debu
tiada lagi basabasi
dalam isak hujan lirih berkata
Rabb,,
tunjukkan cahaya
pandu jalan menuju haribaanMU

kini...
tak bisa lagi kupaksakan jemari ini menekan tuts keyboard merangkai aksara
tak mampu lagi mata ini saksikan layar monitor resapi kata artikan cerita
sesak kata kini terasa hampa
lembaran jiwa terasa kering tiada makna

interaksi dua dunia telah lamurkan mata
lemaskan persendian kuras airmata

termangu dalam sujud
dikeremangan sunyinya malam

jeda..
inilah yang terbaik sebelum memulai kembali rangkai aksara
basahi kembali perenungan jiwa
agar kata kembali sarat makna
coba halau luka duka resah dijiwa
bak angin gerakkan ombak dalam gelisah
dalam lapar dahaga yang tiada terkira
dalam kelana tiada arah tanpa batasnya
coba menghalau sepi melepas rindu mengejar waktu
dalam kelebatan sang aku dalam fana
menangkap ghaib rasa dalam mantera
bak merapi muntahkan laharnya
menghalau
terhalau
dihalau
luluhlantak segala kisah cerita
menganga luka
angan menyala dalam asa
adakah lembaran kosong tersisa 'tuk torehkan kembali kisah
sebelum ajal merenggut nyawa

Goresan 15



menggebu rindu meratap disepanjang perjalanan
berteman labirin tebal pekatnya gelap
tak kuasa menahan laju sang waktu
berpacu ku dikegelapan maya gapai bias cahaya
sebelum usai masa
terseret dalam pusaran arus nista panas membara
lepaskan belenggu iblis durjana

Mushalla tua
Dingin kabut dalam keremangan menunggu pagi
kucari wajahMU
berharap tuk berlindung dibalik hangat kesejukan JubahMU
gemericik suara mataair dalam riuh lantunan kidung kalam dan dawam yang tiada berbilang
hadirkan ribuan tanya
sesakkan dada sentakkan segenap indera dan rasa
menerkam jiwa yang tengah lapar dahaga
menghambur isak airmata
terkenang kejahatan yang tercipta
hadirkan resah ketakutan yang menggelora
akankah kunikmati indahnya pelangi cerahnya mentari disiang hari???
terangkai aksara ciptakan baris kata
kala selaksa tanya penuhi rongga dada
enyahkan segala rumus dan angka
walau sadari maknanya menghambur kemana-mana
nanar tersudut namun tiada kan menghujat menggugat
oleng biduk diterpa badai kehilangan arah
namun tiada kan kehilangan bentuk bintang rembulan yang setia biaskan cahaya
dalam daya dan semangat tersisa
batin mengetuk
qalbu merayu membujuk
Yaa Ismu Rabbik
dipintuMU aku mengetuk
tuntun arah menuju daratanMU
usah biarkan sorak gemuruh badai hancurkan biduk karam ditengah samudera dusta
sungguh...
dalam pencarian jawab selaksa tanya
kuarungi keluasan samudera dalam lapar dahaga
berharap bersandar biduk pada daratan dikejauhan sana
tuk kembali lanjutkan langkah lalui masa
nikmati hari dalam nuansa cahaya kasih halau kelam yang selimuti sukma
selaksa tanya terus kuat bergema
hilangkan nalar
ciptakan resah gelisah
namun... sgenap daya berusaha tuk terus tersadar
demi bias cahaya nun dikejauhan sana

Goresan 14



malam ini
kerling nakal rembulan berselimut kabut kelamkan alam
berpijar selaksa bintang ronai angkasa naungi alam dalam cahaya kepalsuan
riuh sorak canda tawa hadirkan resah kesunyian di sukma


malam ini
parau jerit sanubari
kala telusuri lusuh kusam sesaknya noktah tercipta
noda dosa telah padati raga

malam ini
makin rapuh daya termakan usia
menghitung sisa masa usai kisah dalam fana
tapi mengapa
masih jua kunikmati canda tawa nista maksiat dan indahnya berkubang dosa

Kenapa???

Goresan 9

Siapakah aku???

Lalui Siang bak serdadu yang menghambur hampiri musuh disela desingan peluru
Lewati Malam bagaikan petarung mengintai celah tuk jatuhkan musuh tanpa luka
Jalani kelana dalam hempasan badai menggila
Lalui masa berteman lapardahaga
Mencari asa akan suatu rasa yang tersisa

Rindu akan sesuatu
namun
tiada pasti apa yang tengah kurindu
tak pasti arah mana lagi kan dituju tuk gapai rindu nan kian menggebu

sesak sukma berpadu asa resah amarah dalam rasa yang kian membara disuramnya pelita
Tertatih Langkah
terhempas Raga
Terlempar Jiwa
Menggapai
coba meraih sesuatu yang tiada pasti

Alam...
Dipenghujung malam
Berselimut embun
Berteman tebal pekatnya sekat labirin waktu dalam kelana dua dunia
Terlontar gema pekik sorak membahana diseantero lembah
Kurindu masa-masa lantunan syahdu kidung kalam dan dawam yang tiada lagi berbilang kembali iringi langkah kelana dimasa tersisa

terdengar bak gelegar
Gemericik mataair dan desir angin dingin sentakkan nalar
kala kumandang adzan shubuh diMushalla Tua dipenghujung desa

ahh..
Akankah kutemui cerahnya mentari indah mewanginya bunga disiang hari indahnya kemilau rembulan berpadu kerlip kejora dimalam hari dimasa tersisa
sebelum usai kisah dan kunikmati lelap nikmatnya tidur yang nyata...

Goresan 13


Berkeluh kesah
Berdusta
Memfitnah
Mengumbar Nafsu, Canda dan Amarah
Berputus asa...
......
......
ya ALLAH
jauhkanlah diri ini dari segala sikap perbuatan yang merupakan tindakan golongan kaum kafir dan munafik yang kufur atas segala nikmatMU

Selimuti diri ini dalam CahayaMU ya Ismu Rabbik..

Pada seutas taliMU ya Rabb kumeniti jalan
berusaha keluar dari lembah kegelapan

mengharap Ridho AmpunanMU atas segala lalai dan dosa

Pada lembaran KalamMU dan keagungan Asma'MU, diri ini mencari Cahaya yang memandu Langkah
agar senantiasa menuju pada JalanMU

yaa ALLAH..
Begitu banyak mata ini melihat
Begitu banyak telinga ini mendengar
Begitu banyak lisan ini berkata
Tak terhitung lagi jarak kaki ini melangkah
Tak teringat lagi segala ulah kedua belah tangan dan jemari ini
Akal pikiranpun tiada mampu lagi membuka segala memori kisah perjalanan hidup semenjak terlahir kedunia fana.
Tiada terbilang lagi segala kisah dalam Tawa Canda Bahagia Nestapa Luka Kecewa Amarah Noda Dosa dan segala rasa yang telah memenuhi jiwa raga.
Kehilangan demi kehilangan
tiada mampu lagi pikir dan lisan ini berkisah satu persatu.

Kini...
Hanya berharap
Semoga lentera tiada terpadam
Semoga asa dan daya tiada sirna
Semoga kisah tiada berakhir dalam sesal abadinya penderitaan.

Ya Wajhu Rabbikal Dzul Jalaali wal Ikraam..
kubermohon padaMU,
Pandu dan Tunjukkan padaku JalanMU
Limpahkan Keteguhan dalam menikmati segala ujianMU
Selamatkan daku dari segala sifat yang tercela
Jadikan diriku termasuk dalam golongan orang" yang menghadapMU dengan Qalbun Saliim

yaa Jabbaar.. Paksalah diriku untuk mengikuti kehendakMU, dan jangan jadikan diri ini sebagai pemaksa pada hamba-hambaMU


Taqabbalallahu minkum minna wa minkum taqabbal yaa kariim

Goresan 11


Riuh syahdu mendayu kidung kalamMU
kini menggema kembali
Lirih lantunan dawam tertuju PadaMU
yaa Ismu Rabbik
Getar buana tiada lagi mencekam jiwa
ganas hempasan badai bagai membuai menambah pulas lena kala Kalam dan Dawam saling berlomba penuhi rongga telinga
sesakkan sukma para pedamba
ya Wajhu Dzul Jalaali wal Ikraam
ya ALLAHU RABBI
ya Mutakabbir..
Jadikanlah para pedamba Cinta KasihMU dalam golongan hamba-hambaMU yang tawadhu'
senantiasa tunduk atas Hukum dan KeputusanMU
Usah biarkan terputus lantunan syahdu Kalam Dawam diterpa badai yang kian menggila
usah biarkan Nada Asma'MU terlontar dari lisan dan sukma hanya ulah getaran buana yang kian mengusik jiwa-jiwa yang telah larut dalam fana.
Ya Naafi'u
Ya Haadii
Pada MU kami berserah dan hanya PadaMU kami berdo'a..

Goresan 10



Kembali...
Gelisah menatap cakrawala dipenghujung keremangan senja
tetesan airmata bak tekun mengeja sejuk lantunan kalamNYA
seolah membakar raga
lelehkan kepingan amarah disela lelah didera luka duka kecewa
resah jengah akan segala kata rayu dan puja
hadirkan kabut saputi rona dzikir yang kian mengerdil diraga sosok-sosok yang kian renta merapuh lewati senja
saksikan detak detik bergeser antara nyata dan dusta dilingkupi segala kata dan sumpah berujung sampah belaka
terlontar menghambur dari lisan ribuan hamba jahiliyah yang memunggungi para pecinta sejatiNYA

Lafadz tasbih dalam dawam tiada lagi berbilang dalam mendefinisikan Asma'NYA
Rangkaian ruku' sujud para pecinta pun tiada goyahkan lena hasrat hamba-hamba jahiliyah lontarkan pekik bisik mesra dalam nafsi dan kemunafikan cinta maya

malam...
Hadirkan sucinya kelam selubungi bentangan syahdu trotoar alam diantara gubuk renta dan pelataran rumah para pecinta yang senantiasa tekun berselimut tasbih dan sujud pada hamparan sajadah berbisik lirih lantunkan kalamullah dari sesak riuh glamournya hamba-hamba
jahiliyah berpestapora bak bangkai dalam santapan ribuan gagak dan srigala

angin...
Bisikkan kalimat cintaNYA
agar terlewati malam dalam syair bahagia
pupuskan segala resah akan petaka yang nyata

Goresan 8


Selamat pagi duhai mayapada...
Pesonamu
sejukmu dalam selimut hangatnya mentari
halau dingin basahnya embun kabut dipagi ini
kembali menapaki belukar diperjalanan yg mendaki dalam kelana didua dunia
smoga semerbak mewangi bunga dan hangatnya rona mentari
iringi langkah dlm upaya menggapai asa
hingga usai kisah dipenghujung senja
buai raga dalam nikmatnya tidur yg nyata dikala malam tiba

Goresan 5


Alam...
Hadirkanlah kembali sucinya kelam
selubungi bentangan syahdu semesta diantara gubuk renta dan pelataran rumah para pecinta yang tiada jeda berbisik lirih lantunkan kidung kalam nan merdu merindu
senantiasa tekun bertasbih dan sujud dihamparan sejuknya kesucian sajadah
hmm...
tiada berbilang lagi dalam dawam detak detik putaran masa dalam mendefinisikan Asma'NYA

Namun...
Merdu syahdu merindunya kidung kalam dan rangkaian sujud para pecinta seolah tiada lagi goyahkan lena hasrat para hamba jahiliyah lontarkan sorak pekik mesra dalam nafsi angkara
bak pesta ribuan gagak srigala cumbui bangkai sang mangsa
ahh...
Pekat sekat selimut rona dzikir kian mengerdil diraga
masa bergeser diantara nyata dan dusta
sgala kata dan sumpahpun berujung sampah belaka kian menghambur dari lisan ribuan hamba angkara yang tetap setia memunggungi para pecinta sejatiNYA

Angin...
Kabarkan syair bahagia keseantero buana
agar pupus sgala resah akan kemunafikan cintamaya
Bisikkan kalimat-kalimat cintaNYA penuhi semesta akan makna sa'adah
agar sirna sgala petaka yang ada.

Goresan 4

Bangunlah sahabatku...
Usah lanjutkan mimpimu itu biarkanlah usai dan berlalu
Mari lanjutkan kelana walau dalam selubung tebal pekat sekat dua dunia kita
Mari kembali iringi alur sang bayu pada dimensi ruang dan waktu dalam menggapai Rindu

Bangun dan bicaralah sahabatku...
Hentikan celoteh dalam mimpimu itu

Bangun dan lihatlah duhai sahabat...
Hamparan bunga dihadapanmu layu tiada lagi warna
Tebaran senyumpun hampa tiada lagi mempesona sebab ulah mimpimu itu

Bangun dan ingatlah sahabatku...
Lihatlah dunia kita
Usah biarkan layu pucat tiada warna
walau parau jerit terlontar dalam resah
meski gema menggelepar menghantam angkuhnya karang dan luruh dikedalaman jurang
namun... Usah jenuh lontarkan jerit kerisauan akan nikmatnya lapar dahaga dalam kelana

Bangun dan hentikan mimpi itu sahabatku...
Genggam erat dan sentakkan tali itu
Jaga aku dan dirimu tetap terikat pada jalinan tali yang selalu mengerti apa yang terjadi walau seolah tiada peduli
Hadirkan kembali nikmat kala jalinan tali itu pupuskan curiga lenyapkan makian saat kumandang adzan menggema diantara tebing dibelakang gubuk-gubuk kita

Bangun dan enyahkan mimpi itu sahabatku...
Usah biarkan luka lenakan tidur maya membuai raga dalam mimpi kala terjaga
Abaikan balas makian nun dari kejauhan yang berhamburan diiringi tatap curiga
namun tiada pernah hentikan putaran tasbih kala dawam tiada lagi berbilang dan senandung do'a sesakkan malam-malam kita dalam menggapai kerinduan

Bangun dan Kembalilah Bersemangat sahabatku...
Mohalla rindukan Dzihin dan Bayan kita
Bangkitlah sahabatku...
Mari lanjutkan Jaulah disela kelana dua dunia hingga usai kisah
dan jasad kitapun lelap dalam nikmatnya tidur yang nyata

Bangkit dan Bersemangatlah duhai sahabatku...
.
Dikutip dari kitab "Shahih Bab. Al-Fitan:6557"


(Imam Bukhari)





Hudzaifah Ibnul Yaman menceritakan,

"Para Sahabat bertanya kepada Rasulullah Sallallaahu 'alaihi wasallam tentang kebaikan.
Sedang saya bertanya tentang keburukan,
khawatir ia menimpaku, maka akupun bertanya,

"Wahai Rasulullah ! Dahulu kami berada dalam jahiliyah dan keburukan.
Maka Allah mendatangkan kebaikan ini.
Apakah sesudah kebaikan ini, (akan datang) keburukan?".

Beliau saw menjawab, "iya".

Akupun bertanya lagi, "Apakah sesudah keburukan itu,(akan datang) kebaikan?".

Beliau menjawab,"Betul, namun padanya terdapat kabut".

Aku bertanya lagi," Apakah kabutnya itu?".

Beliau menjawab,"Suatu kaum yang memberikan petunjuk bukan dengan petunjukku. Kamu mengenal mereka dan mengingkarinya."

Aku bertanya lagi,"Apakah sesudah kebaikan itu terdapat keburukan?"

Beliau menjawab,"Iya.Para pengajak pada pintu-pintu jahanam.

Siapa yang menyambutnya,

maka mereka akan menyampakkannya kedalamnya."

Aku bertanya ,"Wahai Rasulullah, beritahukanlah sifat mereka kepada kami."

Beliau menjawab, "Mereka berwarna kulit sama dengan kita, berbicara dengan bahasa kita."

Aku bertanya lagi, "apa yang Engkau perintahkan jika aku menemui hal itu. "

Beliau menjawab,"Engkau pegang teguh jamaah kaum muslim dan imam mereka."

Aku bertanya lagi,"Jika mereka tidak memiliki jamaah dan imam?"

Beliau menjawab,"Jauhilah berbagai firqah tersebut, walapun engkau menggigit akar pohon hingga engkau meninggal dalam keadaan demikian"."


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>



Sahabat"...

Sudah keharusan bagi umat muslim untuk memegang teguh jamaah kaum muslim dan Amir(pemimpin)nya.

Jamaah dan Imam yang dimaksud pada hadits diatas jelas adalah Jamaah dan Imam yang memegang teguh Islam sesuai dengan petunjuk Al-Qur'an dan Sunnah,
yang berdasarkan pemahaman Rasululllah Sallallaahu 'alaihi wasallam dan para Sahabat radhiyallahu anhum. bukan firqah -firqah yang menyimpang dan menyesatkan.

Seorang muslim diperintahkan untuk mengikuti kebenaran hingga maut menjemput.

Sahabat"...

Sesama muslim kita adalah bersaudara.
Ibarat satu bangunan yang saling menguatkan.
Bagaikan tubuh bilamana ada salahsatu bagiannya yang sakit maka anggota tubuh yang lainnya pun ikut merasakan.
Kita diperintahkan untuk selalu berpegang pada tali (agama) Allah dan jangan terpecah belah
dan saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.

Sahabat"...

Mari kita tingkatkan silaturahim diantara kita
dan kita pererat jalinan ukhuwah kita,

Sebatang lidi akan kesulitan dalam membersihkan dedaunan yang berserak dibawah rimbunnya pepohonan.

Semoga kita bisa saling jaga, saling menasehati dalam kebenaran dan selalu mampu untuk bersabar.



................................................................................. 
...................................................................





Wahai Diri...!!!

"Sibuklah dalam Agama,
jika tidak, perkara-perkara lain pun akan menyibukkanmu
tapi bukan dalam perkara Agama,

Gunakan waktumu untuk Agama,
jika tidak, waktumu pun akan tetap habis
tapi bukan dalam Agama,

Gunakan hartamu dalam Agama,
jika tidak, hartamupun akan tetap habis
tapi bukan untuk Agama,

Matilah engkau dalam Agama,
jika tidak, engkaupun tetap akan mati
tapi bukan dalam Agama."


Duhai Diri...!!!

Jangan turuti hawanafsu mu

Usah tertipu dengan nikmatnya dunia

Sadar lah !!!
Sesungguhnya umur ini akan berakhir
Segala rasa dan kenikmatan akan sirna

Tidak pernahkah terlintas dihadapan usungan jenazah???

Tidakkah sadari bahwa kelak diri ini yang kan diusung dan menjadi jenazah???

Ingatlah kelak...

Ketika pandanganmu mulai kabur

Ketika bibirmu mulai kaku dan kelu

Ketika nafasmu terasa berat

Ketika sanak saudara dan sahabatmu berkumpul dengan pandangan sayau

Ketika terasa ingin berkata-kata pada mereka namun diri sudah tiada daya

Ketika riuh isak tangis dan do'a

Ketika sayup-sayup surat yasin dibacakan

Ketika sayup-sayup LAA ILAAHA ILLALLAH ditalqinkan

Dimanakah canda dan tawa yang selalu menghiasi???

Dimanakah pangkat dan tahta yang membuat bangga???

Dimanakah hartabenda yang mati-matian diperjuangkan???

Dimanakah uang dan permata yang dicinta???

Dimanakah bagus rupa wajah yang disombongkan???

Dimanakah kekayaan yang selama ini dikejar???

Dimananakah pekerjaan yang nyaris membuat gila???

Adakah mereka membantu disaat itu tiba???

Sudah siapkah kita menghadapi saat-saat itu??
(sekeping kisah Keberanian, Kepahlawanan dan Semangat para Sahabat)

Sewaktu Sa'ad bin Abi Waqqas Radhiyallahu akan meninggalkan Madinah, memimpin pasukan kaum Muslimin pada Peperangan Qadisyah,
(dimasa Irak berada dibawah pemerintahan Yazd Jard, raja Persia)
Beliau diberi Nasehat oleh Amirul Mukminin Umar Radhiyallahu 'anhu,
"wahai sahabatku Sa'ad !
Janganlah kenyataan ini menipu hatimu,
engkau adalah Sahabat Rasulullah Sallallaahu 'alaihi wasallam, yang sangat dipercaya dan orang-orang memberi gelar kepadamu sebagai paman Nabi Sallallaahu 'alaihi wasallam.
Sesungguhnya ALLAH Subhana wa ta'ala tidak menolak kejahatan dengan kejahatan,
tetapi DIA menolak kejahatan dengan kebaikan.
Sesungguhnya ALLAH Subhanahu wa ta'ala tidak mempunyai hubungan khusus dengan makhluk CiptaanNYA.
Semua manusia, tinggi atau rendah adalah sama disisi ALLAH Subhanahu wa ta'ala,
karena semuanya adalah CiptaanNYA dan DIA lah ALLAH Yang Maha Esa.
Seseorang dapat memperoleh kemenangan atas segala Anugerah yang diKaruniakanNYA hanya dengan cara berbakti terhadap tugasnya.
Ingatlah Sahabatku Sa'ad,
bahwa perintah Rasulullah Sallallaahu 'alaihi wasallam itu adalah cara yang paling benar didalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaan.
Engkau akan berangkat untuk melaksanakan satu tugas yang sangat berat.
Semoga engkau dapat melaksanakannya dengan mengikuti kebenaran.
Tanamkanlah sifat-sifat yang baik serta mulia dalam dirimu dan dalam diri sesama sahabatmu.
Pilihlah sifat takut kepada ALLAH Subhanahu wa ta'ala sebagai milikmu yang utama,
karena hal ini dapat membawamu kepada ketaatan kepadaNYA
serta menghindarkanmu dari kemurkaanNYA.
Ketaatan kepada perintah ALLAH Subhanahu wa ta'ala adalah satu Anugerah pada diri mereka yang membenci dunia yang fana ini dan mencintai hari kemudian."


didalam perjalanan,
Sa'ad Radhiyallahu 'anhu banyak menghadapi berbagai tantangan yang berat, namun Beliau menghadapinya dengan hati yang penuh keyakinan kepada ALLAH Subhanahu wa ta'ala.
Ketika kedua belah pihak, tentara Islam dan tentara kafir telah bersiap-siap hendak bertempur.
Sa'ad Radhiyallaahu 'anhu mengirim sepucuk surat kepada Rustam (panglima tentara kafir) yang berbunyi,

"Sesungguhnya bersamaku ada segolongan orang yang lebih mencintai kematian (di Jalan ALLAH) sebagaimana orang-orangmu menyenangi arak."

= = = = = = = = >>>>>>>>>>>>>>>>>>>


Coba bertanya kepada mereka yang telah terpengaruh dengan minuman keras, adakah benar-benar mereka menikmati kelezatannya???
.

Minggu, 13 Mei 2012


~ Lestarikan Beladiri Tradisional ¤"Pencak Silat"¤ Kita ~





Silek Minangkabau adalah Aliran beladiri yang dimiliki oleh masyarakat Minangkabau / Sumatera Barat yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi.
Bahkan sekarang ini silek minangkabau digemari dan dipelajari juga oleh masyarakat dari luar Minangkabau bahkan mancanegara.
Fungsi Silek ini terbagi dua yaitu:
1. Panjago Diri (Pembelaan diri atas serangan musuh)
2. Parik Paga dalam Nagari (sistem pertahanan terhadap ancaman keamanan didalam nagari /wilayah)
Karakteristik masyarakat minangkabau yang sejak berabad-abad silam yang suka merantau, menyebabkan perlunya memiliki bekal yang cukup untuk menjaga diri dari hal-hal terburuk selama diperantauan, 
selain bekal agama maka silek juga dianggap bekal yang penting bagi masyarakat minangkabau dari dahulu.Masyarakat minangkabau menganggap perlu memiliki sistem pertahanan yang baik untuk mempertahankan diri dari ancaman musuh kapan saja dan dimana saja.
Silek merupakan suatu gerak pertarungan yang digunakan untuk mempertahankan diri sehingga gerakannya diupayakan sesedikit mungkin, cepat, akurat / tepat pada sasaran dan membuat lawan tak berkutik lagi (melumpuhkan).
Silek merupakan kombinasi dari kelembutan dan kekuatan (elastis/lentur).
Dalam silek serangan lawan tidak ditangkis melainkan dipapah atau dibelokkan kearah lain.Menangkis pukulan lawan bisa beresiko memar atau cedera.Gerakan silek yang mengikuti pola/alur tubuh manusia.Konsep mengalir inilah sehingga gerakan silek terlihat indah dan aman.Silek disusun sedemikian rupa dengan mempertimbangkan kaedah hukum alam sehingga menghasilkan gerakan yang logis dan efektif untuk beladiri.
Tapi sangat disayangkan, saat ini begitu marak dan berkembangnya perguruan pencaksilat dimancanegara, namun ditanah air khususnya diMinangkabau generasi sekarang enggan mempelajarinya dengan berbagai alasan.
 Alam Minangkabau yang kaya akan tradisi termasuk beladiri.
Begitu banyak aliran silek minangkabau yang hingga kini masih diwarisi bahkan diminati dan dipelajari oleh masyarakat daerah lain termasuk dimancanegara,
diantaranya: silek harimau, silek kumango, silek luncua, silek sitaralak, silek campo dan banyak lagi yang lainnya.
Silek Luncua adalah salahsatu jenis silek yang berbeda dari silek-silek yang umumnya ada diminangkabau.
Letak perbedaannya ada pada jurus dan gerakannya yang simpel dan praktis juga bisa dipraktekkan didalam ruangan yang sempit.
Silek yang dikembangkan oleh Pakiah Abun / Angku Abun dimuaralabuh pd sekitar tahun 1920an ini (tidak banyak diketahui riwayat beliau termasuk nama asli. Yang diketahui kondisi mata beliau yang tidak bisa melihat/buta, namun matahati beliau sangat tajam dan peka sehingga mampu menciptakan gerakan-gerakan seperti meluncur yang praktis namun berbahaya bagi lawan).

Kunci silek luncua adalah kunci mati dengan memainkan sendi dan engsel yang tidak memberi kesempatan lagi pada lawan untuk bergerak.

Silek Luncua memiliki 49 gerakan yang terbagi atas:
22 gerakan dibawah
22 gerakan diatas
dan 5 keputusan (sambuik limo).

Sasaran (tempat latihan) silek yang pada umumnya adalah tempat terbuka didekat rumah tuo silek (guru silat).
Latihan biasanya dilakukan pada malam hari sesudah shalat Isya' dengan penerangan seadanya (remang-remang) dan tanah sasaran dibuat basah agar licin,
ini dilakukan untuk melatih ketajaman penglihatan dan intuisi serta memperkokoh kedudukan kaki dalam melakukan gerakan-gerakan silek.
Mulai dari gerakan-gerakan jurus gelek (twist), tangkok, patah, sawuak dan sandang, keseluruhan gerakan ini memerlukan ketelitian, kesigapan dan ketelitian,
terlebih pada latihan tahaf terakhir, puncak dari pelatihan silek luncua, sambuik limo yang merupakan kaputusan/pamutuih kaji.

Tingkat kerumitan tekhnik dari silek luncua ini benar-benar memerlukan kesiapan mental dan ketelatenan dalam berlatih sehingga tidaklah mengherankan kalau untuk benar-benar mahir menguasai silek luncua ini membutuhkan waktu belasan tahun dalam berlatih silek dari Alam Surambi SungaiPagu ini.
 Materi Pelajaran dari "permainan" silek minangkabau secara umum terdiri dari:

¤ LANGKAH ¤

Langkah merupakan konsep dan kunci utama dari permainan silek yang baik dan benar.

Malangkah (Belajar Melangkah) merupakan pelajaran dasar dalam silek.
Secara garis besarnya, Ada beberapa tekhnik gerakan dasar yang diajarkan yaitu: 
Gelek, Balabek, Langkah ka muko jo Langkah suruik, Langkah insuik, Tagak itiak, Babaliak, Simpia, Guntiang dan Tikam Jajak.

Tekhnik melangkah yang baik dan benar ini sangatlah penting,
 sebab, jika sudah mahir dalam melangkah, maka akan mudah melanjutkan mempelajari tekhnik gerakan-gerakan praktis dalam silek minangkabau ini.
Para tuo silek (guru silek) umumnya konsisten dengan aturan bahwa ciri khas (kunci) dari silek minangkabau terletak pada Gelek jo Langkah, tanpa penguasaan prinsip Langkah yang baik maka jika dipaksakan melanjutkan pada pelajaran selanjutnya maka hasilnya sebagaimana ungkapan para tuo silek, "Langkahnyo dak bulek / Langkahnyo baserak-serak.

¤ BUAH ¤

Buah maksudnya adalah tekhnik gerakan-gerakan praktis dalam silek yang merupakan pengembangan/lanjutan dari Langkah.

Pelajaran Ma ambiak Buah berkaitan dengan tekhnik silat seperti: Tangkok, Ilak, Guntiang, Piuah, Mamatah, Manyapu, Dorong, Elo/Egang/Jujuik, Mangabek/Mangunci, Sudu, Daga, dan lainnya bahkan memakai goyangan pinggul untuk menjatuhkan / melemahkan posisi lawan, semua anggota tubuh harus mengikuti alur dan bisa dimanfaatkan/dipergunakan,
biasanya target serangan silek merupakan bagian tubuh yang vital dan sangat membahayakan bagi lawan.

Pada pelajaran ma ambiak Buah ini, murid dituntun menggunakan nalar juga logikanya sembari mempelajari sifat-sifat fisik dari tubuh manusia dan dimana titik-titik kelemahannya.

¤ ISI ¤

Isi merupakan Aspek Spiritual dalam silek yang meliputi pemahaman hakikat silek (Olah Rasa) dan Penggunaan Tenaga Dalam.

Ma ambiak Isi adalah bagian yang paling sensitif untuk dibahas.
Pada tahapan ini, tidak hanya diajarkan silek secara fisik saja tapi lebih ditekankan kepada menanamkan pada suatu pemahaman konsep.
Dalam Ma ambiak isi, ada tempat dan waktu-waktu tertentu antara guru dan murid dalam melanjutkan tahapan dalam silek, salahsatunya adalah Kaji, Mangaji Asa (Mempelajari asal usul kita).

Materi Ma ambiak isi ini bisa saja tidak dipelajari / tidak diberikan kepada seorang murid jika murid tersebut hanya menyukai tekhnik gerakan-gerakan fisik saja untuk olahraga atau sekedar beladiri.

¤ BUNGO ¤

Bungo disini disebut juga Mancak, pancak (kembangan).

Bungo silek merupakan kombinasi antara Langkah dan Buah.
Bungo merupakan Aspek seni dalam silek yang bertujuan untuk pertunjukan dan hiburan.
Gerakan silek dibuat seindah dan sebagus mungkin, biasanya diiringi dengan musik tradisional.

UJIAN
Ujian berdasarkan keahlian murid dalam mempergunakan gerakan-gerakan silek.
Kemahiran silek bisa diukur dari kemampuannya ba silek ditempat terbuka dan lapang, ruangan sempit, bersilat dalam posisi apapun, penguasaan dalam menghadapi serangan dengan senjata tajam dan tongkat, ba silek ditempat licin maupun ditempat yang kurang cahayanya juga ditempat gelap, bahkan dibeberapa sasaran (tempat latihan) ada yang menjalani ujian akhir ba silek dengan inyiek balang (harimau).

¤ KAPUTUSAN ¤

Kaputusan Silek bisa diistilahkan tanda tamat belajar.
Setiap sasaran / tuo silek memiliki kaputusan yang berbeda-beda,
ada yang hanya memberi nasehat atau beberapa kata kunci saja, ada juga yang memberikan sejenis do'a / mantera penutup (gayuang).

Namun yang pasti, seorang murid yang telah mendapatkan kato kaputusan ini maka dia telah bisa juga mengajarkan oranglain ba silek dan bisa membuka sasaran silek ditempat lain dibawah restu sang guru.
Yang sudah menerima Kaputusan Artinya dia telah resmi menjadi guru baru dan memiliki wewenang mengajarkan Ilmu yang sama dalam jalur waris yang sah.
Semoga Pencak Silat akan kembali berjaya dan menjadi pilihan Beladiri yang paling diminati oleh generasi sekarang dan selanjutnya terutama diMinangkabau (Sumatera Barat).