Silek
Minangkabau adalah Aliran beladiri yang dimiliki oleh masyarakat
Minangkabau / Sumatera Barat yang diwariskan secara turun temurun dari
generasi ke generasi.
Bahkan sekarang ini silek minangkabau digemari dan
dipelajari juga oleh masyarakat dari luar Minangkabau bahkan
mancanegara.
Fungsi Silek ini terbagi dua yaitu:
1. Panjago Diri
(Pembelaan diri atas serangan musuh)
2. Parik Paga dalam Nagari (sistem
pertahanan terhadap ancaman keamanan didalam nagari
/wilayah)
Karakteristik masyarakat minangkabau yang sejak berabad-abad
silam yang suka merantau, menyebabkan perlunya memiliki bekal yang cukup
untuk menjaga diri dari hal-hal terburuk selama diperantauan,
selain
bekal agama maka silek juga dianggap bekal yang penting bagi masyarakat
minangkabau dari dahulu.Masyarakat minangkabau menganggap perlu memiliki
sistem pertahanan yang baik untuk mempertahankan diri dari ancaman
musuh kapan saja dan dimana saja.
Silek merupakan suatu gerak pertarungan
yang digunakan untuk mempertahankan diri sehingga gerakannya diupayakan
sesedikit mungkin, cepat, akurat / tepat pada sasaran dan membuat lawan
tak berkutik lagi (melumpuhkan).
Silek merupakan kombinasi dari
kelembutan dan kekuatan (elastis/lentur).
Dalam silek serangan lawan
tidak ditangkis melainkan dipapah atau dibelokkan kearah lain.Menangkis
pukulan lawan bisa beresiko memar atau cedera.Gerakan silek yang
mengikuti pola/alur tubuh manusia.Konsep mengalir inilah sehingga
gerakan silek terlihat indah dan aman.Silek disusun sedemikian rupa
dengan mempertimbangkan kaedah hukum alam sehingga menghasilkan gerakan
yang logis dan efektif untuk beladiri.
Tapi sangat disayangkan, saat ini
begitu marak dan berkembangnya perguruan pencaksilat dimancanegara,
namun ditanah air khususnya diMinangkabau generasi sekarang enggan
mempelajarinya dengan berbagai alasan.
Alam Minangkabau yang kaya akan tradisi termasuk beladiri.
Begitu banyak aliran silek minangkabau yang hingga kini masih diwarisi
bahkan diminati dan dipelajari oleh masyarakat daerah lain termasuk
dimancanegara,
diantaranya: silek harimau, silek kumango, silek luncua, silek sitaralak, silek campo dan banyak lagi yang lainnya.
Silek Luncua adalah salahsatu jenis silek yang berbeda dari silek-silek yang umumnya ada diminangkabau.
Letak perbedaannya ada pada jurus dan gerakannya yang simpel dan praktis juga bisa dipraktekkan didalam ruangan yang sempit.
Silek yang dikembangkan oleh Pakiah Abun / Angku Abun dimuaralabuh pd
sekitar tahun 1920an ini (tidak banyak diketahui riwayat beliau termasuk
nama asli. Yang diketahui kondisi mata beliau yang tidak bisa
melihat/buta, namun matahati beliau sangat tajam dan peka sehingga mampu
menciptakan gerakan-gerakan seperti meluncur yang praktis namun
berbahaya bagi lawan).
Kunci silek luncua adalah kunci mati
dengan memainkan sendi dan engsel yang tidak memberi kesempatan lagi
pada lawan untuk bergerak.
Silek Luncua memiliki 49 gerakan yang terbagi atas:
22 gerakan dibawah
22 gerakan diatas
dan 5 keputusan (sambuik limo).
Sasaran (tempat latihan) silek yang pada umumnya adalah tempat terbuka didekat rumah tuo silek (guru silat).
Latihan biasanya dilakukan pada malam hari sesudah shalat Isya' dengan
penerangan seadanya (remang-remang) dan tanah sasaran dibuat basah agar
licin,
ini dilakukan untuk melatih ketajaman penglihatan dan
intuisi serta memperkokoh kedudukan kaki dalam melakukan gerakan-gerakan
silek.
Mulai dari gerakan-gerakan jurus gelek (twist), tangkok,
patah, sawuak dan sandang, keseluruhan gerakan ini memerlukan
ketelitian, kesigapan dan ketelitian,
terlebih pada latihan tahaf terakhir, puncak dari pelatihan silek luncua, sambuik limo yang merupakan kaputusan/pamutuih kaji.
Tingkat kerumitan tekhnik dari silek luncua ini benar-benar memerlukan
kesiapan mental dan ketelatenan dalam berlatih sehingga tidaklah
mengherankan kalau untuk benar-benar mahir menguasai silek luncua ini
membutuhkan waktu belasan tahun dalam berlatih silek dari Alam Surambi
SungaiPagu ini.

Materi Pelajaran dari "permainan" silek minangkabau secara umum terdiri dari:
¤ LANGKAH ¤
Langkah merupakan konsep dan kunci utama dari permainan silek yang baik dan benar.
Malangkah (Belajar Melangkah) merupakan pelajaran dasar dalam silek.
Secara garis besarnya, Ada beberapa tekhnik gerakan dasar yang
diajarkan yaitu:
Gelek, Balabek, Langkah ka muko jo Langkah suruik,
Langkah insuik, Tagak itiak, Babaliak, Simpia, Guntiang dan Tikam
Jajak.
Tekhnik melangkah yang baik dan benar ini sangatlah penting,
sebab,
jika sudah mahir dalam melangkah, maka akan mudah melanjutkan
mempelajari tekhnik gerakan-gerakan praktis dalam silek minangkabau ini.
Para tuo silek (guru silek) umumnya konsisten dengan aturan bahwa
ciri khas (kunci) dari silek minangkabau terletak pada Gelek jo Langkah,
tanpa penguasaan prinsip Langkah yang baik maka jika dipaksakan
melanjutkan pada pelajaran selanjutnya maka hasilnya sebagaimana
ungkapan para tuo silek, "Langkahnyo dak bulek / Langkahnyo
baserak-serak.
¤ BUAH ¤
Buah maksudnya adalah tekhnik gerakan-gerakan praktis dalam silek yang merupakan pengembangan/lanjutan dari Langkah.
Pelajaran Ma ambiak Buah berkaitan dengan tekhnik silat seperti:
Tangkok, Ilak, Guntiang, Piuah, Mamatah, Manyapu, Dorong,
Elo/Egang/Jujuik, Mangabek/Mangunci, Sudu, Daga, dan lainnya bahkan
memakai goyangan pinggul untuk menjatuhkan / melemahkan posisi lawan,
semua anggota tubuh harus mengikuti alur dan bisa
dimanfaatkan/dipergunakan,
biasanya target serangan silek merupakan
bagian tubuh yang vital dan sangat membahayakan bagi lawan.
Pada pelajaran ma ambiak Buah ini, murid dituntun menggunakan nalar juga logikanya sembari mempelajari sifat-sifat fisik dari tubuh manusia dan dimana titik-titik kelemahannya.
¤ ISI ¤
Isi merupakan Aspek Spiritual dalam silek yang meliputi pemahaman hakikat silek (Olah Rasa) dan Penggunaan Tenaga Dalam.
Ma ambiak Isi adalah bagian yang paling sensitif untuk dibahas.
Pada tahapan ini, tidak hanya diajarkan silek secara fisik saja tapi lebih ditekankan kepada menanamkan pada suatu pemahaman konsep.
Dalam Ma ambiak isi, ada tempat dan waktu-waktu tertentu antara
guru dan murid dalam melanjutkan tahapan dalam silek, salahsatunya
adalah Kaji, Mangaji Asa (Mempelajari asal usul kita).
Materi Ma ambiak isi ini bisa saja tidak dipelajari / tidak
diberikan kepada seorang murid jika murid tersebut hanya menyukai
tekhnik gerakan-gerakan fisik saja untuk olahraga atau sekedar beladiri.
¤ BUNGO ¤
Bungo disini disebut juga Mancak, pancak (kembangan).
Bungo silek merupakan kombinasi antara Langkah dan Buah.
Bungo merupakan Aspek seni dalam silek yang bertujuan untuk pertunjukan dan hiburan.
Gerakan silek dibuat seindah dan sebagus mungkin, biasanya diiringi dengan musik tradisional.
UJIAN
Ujian berdasarkan keahlian murid dalam mempergunakan gerakan-gerakan silek.
Kemahiran silek bisa diukur dari kemampuannya ba silek ditempat
terbuka dan lapang, ruangan sempit, bersilat dalam posisi apapun,
penguasaan dalam menghadapi serangan dengan senjata tajam dan tongkat,
ba silek ditempat licin maupun ditempat yang kurang cahayanya juga
ditempat gelap, bahkan dibeberapa sasaran (tempat latihan) ada yang
menjalani ujian akhir ba silek dengan inyiek balang (harimau).
¤ KAPUTUSAN ¤
Kaputusan Silek bisa diistilahkan tanda tamat belajar.
Setiap sasaran / tuo silek memiliki kaputusan yang berbeda-beda,
ada yang hanya memberi nasehat atau beberapa kata kunci saja, ada juga yang memberikan sejenis do'a / mantera penutup (gayuang).
Namun yang pasti, seorang murid yang telah mendapatkan kato
kaputusan ini maka dia telah bisa juga mengajarkan oranglain ba silek dan bisa membuka sasaran silek ditempat lain dibawah restu sang guru.
Yang sudah menerima Kaputusan Artinya dia telah resmi menjadi guru
baru dan memiliki wewenang mengajarkan Ilmu yang sama dalam jalur
waris yang sah.
Semoga Pencak Silat akan kembali
berjaya dan menjadi pilihan Beladiri yang paling diminati oleh generasi
sekarang dan selanjutnya terutama diMinangkabau (Sumatera Barat).