Selasa, 15 April 2014

Goresan terakhirku untukmu duhai alam malam.

Kini senjaku telah kelam dirangkul malam
Sisakan gelap meski angkasa berbinar purnama dan kilauan bintang
Kembali ku terhempas dalam kelamnya nestapa yang tiada jeda menerpa
Satu ruang direlung hati kian kosong, siratkan bayang-bayang kusam pada rona rupa yang kian mengelam
Malam,,,
Saat kugoreskan kata ini, deras air menghujani tenda memaksaku menyelami kembali danau kenangan
menyibak ribuan memory yang kembali bermunculan
Jejak yang tak mungkin bisa ku pungut
Lebur dalam balutan sang waktu
Laju dalam perjalanan hidup yang tak menentu...
aku terus melaju...
meski lambat ku tetap mengejar waktu...
kini,,, letih kian erat membelenggu
aku benar-benar letih
aku ingin berbaring dan tak ingin terbangun lagi
Benar-benar letih dalam penantian yang tiada pasti
aku pun tak yakin lagi dengan suara hati
Penantianku pun bagai telah usai
Meski geliat rindu itu terus memasung
tercampak disetiap desah nafas
Dan aku masih tetap memujanya dalam diam meski guratan luka ini tertoreh dalam di dada ciptakan nyeri yang tiada terkira.

Inikah hidupku ?
kalah dengan lesatan risau yang terkadang membuatku termangu tuk menunggu....
Inikah akhir jalanku?
Jika perjuangan di ambang batas kemampuan
akupun rela melepaskan apa yang aku inginkan...
tak mudah memang...
semua adalah bagian dari perjalanan
namun harus di lakukan...

Malam,,, maaf jika ini goresan terakhirku untukmu
Bukan aku tak ingin lagi , tapi rasanya sudah tak mungkin
Tintaku telah kering
Jemari ini pun telah kaku
Tak bisa kuhindari dan ingin kuberlari menemuimu.
Namun itu tak mungkin
Labirin tebal pekat kian menebal memisahkan kita.
Biarlah kubawa kisah, 
terbungkus doa-doa kita, sebagai teman di penantianku.
Tetap kan kusimpan tiap huruf berbalut kenangan tentang kita dalam sajak sederhana di sudut hati yang kian nelangsa.
Selamat tinggal alam malam.....
.

yang berlalu dan kembali

Hmm... 
Lama juga jemari ini kelu kaku tak mampu goreskan aksara merangkai kata disini, 
cukup lama juga ternyata tempat ini tiada berpenghuni. 
Masihkah ada yang mengenaliku disini? 
Akankah sesuatu itu bisa kujumpai disini? 
Semoga kelana duniamaya ku kali ini kan berarti, 
yeah, semoga saja hadirku disini bisa pupuskan semua lara, lenyapkan kesepian yang begitu manja menggelayuti raga yang kian lelah diterpa ganasnya gelombang badai kehidupan yang tiada jua kunjung reda dan sirna. 
Semoga saja..



hmm...
Disini,,,
kujalani waktu disela perjalanan kehidupan
istirahat dari segala rutinitas yang slalu hadirkan luka dan melelahkan
rutinitas yang teramat sangat melelahkan dan terkadang menyakitkan

ditempat ini,
kunikmati kesendirian
lepaskan diri dari hiruk pikuknya keramaian dunia
menjauh dari peradaban yang kian menggila.
Berpikir....
hanya terpikir beberapa hal yang pasti
selalu sendiri
tapi,,
pernah disatu masa
aku tidak sendiri ditempat ini,
aku berada disini dengan seorang teman
bukan siapa-siapa dan tidak pula ada sesuatu hal yang istimewa
hanya teman biasa,
kami berdua tidak berbicara tentang keluarga, harta, tahta, ambisi maupun permasalahan yang ada.
Hanya berbicara tentang kehidupan maya, nyata dan sebenarnya.
Perbincangan yang seringkali membuatku dingin dan terkesima,
sungguh benar-benar perbincangan yang sarat makna

dan kini
disini
dikesendirian ini,
kenangan itu kembali membayangi,
duhai teman !
Jika hal ini tak pernah terjadi lagi dikehidupan yang kujalani,
aku masih bisa katakan bahwa
"aku tidak slalu sendiri disini !
aku pernah ada disini berdua !"
.......
.......

Selasa, 21 Januari 2014

Jangan Lagi Sia-siakan Waktu !!!


Segala Puji dan Syukur kepada ALLAH Subhanahu wa ta'ala yang telah dan selalu mencurahkan Rahmat serta Kenikmatan yang berlimpah kepada kita, 

Nikmat yang sangat banyak sehingga kita tak mampu lagi menghitungnya.
Shalawat  beserta salam buat junjungan kita yang mulia Rasulullah Muhammad Shallallaahu 'alaihi wasallam serta keluarga dan para Sahabat Radhiyallaahu 'anhuma serta semua insan yang Istiqomah mengikuti Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam.


“ALLAH-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan hujan dari langit, kemudian DIA mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai jenis buah-buahan sebagai rezeki untukmu, dan DIA telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu belayar di lautan dengan kehendak-NYA, dan DIA telah menundukkan pula sungai-sungai. 
Dan DIA menundukkan (pula) matahari dan bulan yang terus beredar, dan telah menundukkan bagimu Malam dan Siang. 
Dan DIA telah memberikan kepadamu (keperluanmu) daripada segala apa yang kamu mohonkan kepada-NYA. 
Dan jika kamu menghitung nikmat ALLAH, tidaklah kamu dapat menentukan jumlahnya. 
Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan ingkar (akan nikmat ALLAH).” 
(QS. Ibrahim [14] : 32-34).


Sahabat-sahabat...
Detak detik yang berlalu seringkali tersia-siakan.
Banyak dari kita meski seringkali menyadarinya, tapi masih saja terus mengabaikan waktu yang terus berjalan, seolah lupa bahwa keberadaan kita didunia ini bisa berakhir kapan saja tanpa bisa ditunda.  
Banyak dari kita terus saja berusaha hanya untuk meraih segala yang diinginkannya diatas dunia ini saja.
Banyak dari kita masih saja mencari kesenangan dan bersenang-senang dengan apa yang ada diatas dunia ini saja tanpa berusaha sedikitpun menyiapkan bekal agar bisa bersenang-senang dikemudian hari.


“Dan bukankah Kami telah memanjangkan umurmu dalam masa yang panjang yang mana cukup untuk berfikir bagi orang-orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? 
Maka rasakanlah azab kami dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.” 
(QS. Fathir  :37).


Alangkah indahnya perkataan Imam Qatadah: 
“Ketahuilah bahwa umur panjang itu akan menjadi saksi, maka berlindunglah kepada ALLAH agar umur anda yang panjang itu tidak menyebabkan anda tercela.”


Sahabat-sahabat...
Adakah umur panjang yang telah ALLAH Azza wa Jalla berikan pada kita ini telah benar-benar kita manfaatkan sebaik-baiknya dengan berbuat kebaikan ?
Sudahkah kesempatan atas waktu yang telah kita terima ini telah kita manfaatkan untuk ber amal ibadah ? 

Diriwayatkan oleh Bukhari, Tirmidzi, dan Ibnu Majah dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallaahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
 “Dua kenikmatan yang banyak dilalaikan manusia adalah kesehatan dan kesempatan (waktu luang).”

Waktu adalah nikmat yang sangat berharga dan pemberian yang besar, 
hanya saja ini tidak disadari dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh kebanyakan dari kita.

Sahabat-sahabat...
Menyia-nyiakan waktu itu lebih berbahaya daripada kematian, sebab kematian hanya memutuskan hubungan manusia dengan segala yang berhubungan dengannya semasa hidupnya didunia fana. 
sedangkan menyia-nyiakan waktu bisa memutuskan hubungan kita dengan ALLAH Subhanahu wa ta'ala.
Menyia-menyiakan waktu bisa mendatangkan kerugian yang teramat besar.

Mari kita renungkan! 
Adakah kita lalui waktu kita dalam manisnya ketaatan pada-NYA, atau 
kepada jurang kenistaan dan kemaksiatan pada-NYA ?
Mari kita bertanya pada diri kita masing-masing !

Sahabat-sahabat...
Mari sama-sama kita sadari bahwa kita sedang berada dalam perjalan menuju HadapanNYA dan kita semua tidak mengetahui tempat akhir dari perjalanan hidup kita. 
Adakah kebahagiaan atau penderitaan yang abadi yang akan kita lalui kelak, Hanya DIA lah yang mengetahui akhir daripada perjalanan hidup kita.

Oleh kerana itu… marilah kita pergunakanlah usia kita, nikmat waktu yang telah ALLAH  karuniakan kepada kita ini untuk memperkuat kesehatan akidah kita dan memperbanyak bekal amal agar diri kita cukup kuat dalam menempuh perjalanan menuju kampung akhirat dengan selamat.

Sungguh,,, Penyesalan itu selalu datang belakangan, namun semoga kita masih punya waktu untuk menyesali segala perbuatan kita dan segera memperbaikinya didunia ini. Sebelum penyesalan itu terlambat dan benar-benar telah tak ada gunanya lagi kelak...

Semoga kita selalu menyadari bahwa setiap detik itu sangatlah berharga untuk disia-siakan.
Semoga ALLAH Subhanahu wa ta'ala senantiasa membimbing kita agar selalu menjalankan segala PerintahNYA dan menjauhi segala LaranganNYA serta Ridho akan segala amal kebaikan dan Ibadah kita. aamiin