Kamis, 28 Februari 2013

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم




HAI JIWA!!!

Nafsu yang mendominasi
telah membuat diri hidup bagaikan ulat
merayap
merusak
membuat kotor disana sini
kecintaan pada dunia telah suburkan kesombongan
melampaui batas
hati nuranipun tiada lagi berfungsi

Duhai JIWA !!!
 

Nafsu telah membuat diri selalu memburu nista
arungi masa bergelimang maksiat
berlumur dosa
Membuat kotor
dan kerusakan dimana-mana
seolah lupa bahwa mayapada
sekedar persinggahan belaka

Wahai JIWA !!!

teruslah hamburkan hasrat nafsu dan amarah angkara
jangan letih berkarya dalam nista
usah lelah berkubang maksiat dan noda
berusahalah selalu cipta dosa
agar kelak diri rasakan nikmat
dan senangnya bercengkerama
dalam dunia yang kekal dan nyata
kenikmatan dan kebahagiaan hidup didalam
............................................
............................................
N

E

R

A

K

A

!!!!!


 "Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya). 
Dan adapun orang-orang yang yang takut kepada kebesaran TUHANnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)."
(QS. An Nazi'at: 37-41)



Sahabat"...
Akibat kesombongannya iblis/syetan terusir dari surga dan menjadi penghuni abadi dalam neraka, hal ini yang membuatnya bertekad akan selalu menggoda manusia hingga akhir zaman untuk bersama-sama menemaninya didalam neraka.
Oleh karena itu, agar kita jangan sampai terjebak oleh segala usaha iblis/syetan yang hendak menjerumuskan kita dalam kesengsaraan abadi, sebelum kita merasakan penyesalan diatas penyesalan, hendaknya kita selalu berlindung kepada ALLAH Azza wa Jalla, agar dijauhkan dari godaan tipudaya bujukrayu syetan yang terkutuk itu.
Memang, 

dibutuhkan tekad dan usaha yang kuat agar kita bisa lepas dari jerat-jerat perangkap syetan yang dipasangnya disekeliling kita
termasuk perangkapnya didalam diri kita sendiri. 
Namun, dengan berusaha membiasakan diri dalam melakukan kebaikan, berusaha agar senantiasa meluangkan waktu untuk mengingat ALLAH, secara berangsur-angsur kebiasaan-kebiasaan buruk akan berkurang bahkan lenyap dari diri kita, ibarat kata pepatah, "ala bisa dek biaso (sudah bisa karena biasa) dan sedikit-sedikit lama-lama akhirnya menjadi bukit."
 

Sahabat"...
Sebagaimana yang sama-sama kita tahu, bahwa kita semua terlahir dalam keadaan suci. 

Dalam diri setiap kita menyimpan kesucian yang perlu digali dan dikembangkan agar sisi positif, nilai-nilai kebenaran dan kebaikan itu muncul kembali dan menyelimuti diri kita sehingga sisi negatif, nilai-nilai keburukan yang juga merupakan asal penciptaan kita dari tempat yang rendah dan hina bisa lenyap terkubur dalam-dalam didiri kita.
 

Sahabat"...
Syetan akan selalu berupaya membangkitkan sifat-rendah dan hina yang ada dalam diri kita agar kita ikut terjerumus mengikutinya hidup abadi menikmati alam neraka.
 
Oleh sebab itu, marilah kita sama-sama berusaha menghancurkan jerat jejaring tipudaya syetan/iblis laknatullah ini dengan berusaha tiada lalai dalam beribadah dan mengingat ALLAH, menghidupkan Sunnah Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam dalam keseharian kita.

 
Sahabat".....
Hakikat manusia yang tercipta dari tanah
memiliki kecenderungan sifat-sifat tanah yang rendah:
cinta dunia, kikir, haus darah, iri dengki, egois dan lainnya
dan 

pada akhirnya pun akan kembali dalam pelukan tanah
hancur lenyap bersama tanah
Dengan kembali pada ajaran-ajaran Islam lah
dominasi tanah ini mampu dikendalikan
nafsu hewani mampu dikekang
fitrah rohani kembali hidup berkembang didalam jiwa

 
Sahabat"...
Syetan akan selalu berupaya membangkitkan sifat-rendah dan hina yang ada dalam diri kita agar kita ikut terjerumus mengikutinya hidup abadi menikmati alam neraka. Oleh sebab itu, marilah kita sama-sama berusaha menghancurkan jerat jejaring tipudaya syetan/iblis laknatullah ini dengan berusaha tiada lalai dalam beribadah dan mengingat ALLAH Subahanahu wa ta'ala serta menghidupkan Sunnah Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam dalam keseharian kita.


Sebelum terlambat..!!!
Mari kita berusaha agar SELALU:
Meluruskan niat
Memotifasi diri untuk selalu ta'at beribadah
Berbuat baik
Membekali diri dengan Ilmu Agama
Mencari lingkungan yang sesuai agar diri dan hati menjadi bersih dan tetap terjaga agar selalu bersih
dan selalu berMuhasabah (evaluasi diri) disetiap harinya


Sahabat".....
Cinta kepada ALLAH adalah 'maqam' tertinggi dalam perjalanan menuju ALLAH Subhanahu wa Ta'ala karena didalam Cinta kepada ALLAH terbungkus juga Cinta kepada RasulNYA Shallallaahu 'Alaihi Wasallam dan Jihad dijalanNYA yang akan 'melumpuhkan' cinta dunia yang paling kokoh sekalipun.


"Katakanlah, "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu khawatirkan kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada ALLAH dan RasulNYA dan (dari) berjihad dijalanNYA, maka tunggulah sampai ALLAH mendatangkan KeputusanNYA." Dan ALLAH tidak memberi Petunjuk kepada orang-orang yang pasik.¤ 
(QS. At-Taubah:24)


Al-Qur'an adalah Cahaya, bisikan Cinta yang hangat, ajakan yang nyata untuk mencurahkan kelezatan dan indah nikmatnya kehidupan, serta pemandu jalan menuju kebahagiaan dalam rengkuhan Ridho ALLAH bagi yang mau dan benar-benar mendalaminya.
Mencintai ALLAH merupakan kesempurnaan Cinta dan merupakan tuntutan Cinta.
Kezaliman yang paling zalim adalah meletakkan Cinta itu tidak pada tempatnya apalagi bila ada 'perselingkuhan' didalamnya. ALLAH Subhana WA ta'ala tujuan tertinggi dari Cinta dan tidak boleh ada yang lainnya didalam Cinta itu.

"Manusia tidak akan merasakan manisnya Iman dan lezatnya keyakinan apabila tidak bisa merasakan hangatnya Cinta dan CahayaNYA."
 
sebagaimana kala Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam berbisik kepada ALLAH, berdo'a memohon Cinta dan menjadi kesayanganNYA dalam mengerjakan amal saleh,
"wahai Tuhan kami, jadikanlah Cintaku KepadaMU sebagai sesuatu yang paling aku suka dan takutku KepadaMU sebagai rasa yang paling dalam. Putuskanlah segala ketergantungan dunia dariku, menggantinya dengan perasaan Rindu berjumpa denganMU. Jika ENGKAU memberikan kepada ahli dunia kesejukan harta mereka, maka jadikanlah kesejukan bagiku didalam ibadahku."

Semoga ALLAH selalu melimpahkan Rahmat HidayahNYA pada kita semua.
 Aamiin ya Rabbal 'aalamiin

وسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Goresan 2


Aaarrghh.,
Kembali...
Terulang kembali rasa resah kala kutatap angkasa dipenghujung senja
Kembali gelisah dera jiwa merejam sukma

Kembali menyambut malam dalam tebal pekatnya kelam
Kembali ku terasing dalam keramaian
sunyi...
sepi...
sendiri

benar-benar kembali terasing sendiri

Angin...
Bawakan pesan Rindu ini pada mereka
Sorakkan asa cita yang mulai terlupa
Ingatkan lagi akan semua kisah dalam Sabilul Huda
Ingatkan kembali hangatnya dekapan Mushalla tua kala malam menyapa

Sampaikan pada mereka kerinduan Mohalla akan Dzihin dan Bayan mereka
Beritakan pada mereka kerinduan jalan setapak ini akan jejak-jejak saat Jaulah mereka dipenghujung senja




Duhai Angin malam...
Bisikkan pesanku pada mereka yang dahulu sahabatku
dan 

selamanya tetaplah sahabatku
Sampaikan pada mereka
Usah teruskan langkah tuju pedalaman belantara
Kini... Bias Pelita telah nampak dari Rimba kita
Mari kembali lanjutkan langkah kita yang tertunda
Mari hiasi langkah malam kita 

kembalikan kisah kala dalam hangatnya pelukan Sabilul Huda
Kabarkan berita pada mereka, yang tetaplah Sahabat-sahabatku
Langkahku kini kian gontai
Pandang pun mulai samar
sulit ku bedakan rupa rerumputan, onak dan duri kini

sukar kulalui terjal licinnya jalan-jalan kenangan ini sendiri

Bagai elang sayap telah remuk pecah
Walau semangat tiada kan goyah takkan sirna
namun jasad telah rapuh 

daya pun kini kian melemah


Duhai Sahabat.....
Kembalilah Sahabat
Mari Lanjutkan apa yang telah kita mulai 

hingga usai kisah kita dipenghujung masa

Rabu, 27 Februari 2013

Meningkatkan Hasil Panen Padi dengan Sistem Pertanian Intensif





Pola Penanaman Padi Sebatang ( satu bibit padi per satu lubang tanam), istilah lain dari SRI (Sistem of Rice Intensification).
Sistem Budidaya Padi yang berubah total dari metode tanam biasanya ini pertamakalinya diterapkan oleh Henri de laulanie, pastur jesuit asal perancis yang tinggal dan bermukim di madagaskar.
Pria kelahiran 22-02-1920 yang mendirikan sekolah pertanian di Antsirabe yang bertujuan untuk mendidik pemuda untuk memajukan sektor pertanian, disekolah inilah pada tahun 1983 Budidaya Padi dengan metode SRI ini ditemukan dan diterapkan.
Dengan metode penanaman padi ini, diperoleh hasil 20 ton/hektar sawah. Benar-benar suatu hasil panen yang mengejutkan.
Metode ini diperkenalkan kedunia luar dan diterapkan diberbagai negara pada tahun 1990,
di Indonesia Sistem Penanaman Padi ini mulai diperkenalkan pada tahun 1999, walau masih belum sepenuhnya berhasil dan masih banyak yang belum mengenal ataupun tidak mau menerapkan sistem ini dengan berbagai alasan.

Harus diakui, dengan Budidaya Padi dengan sistem ini memiliki beberapa keuntungan dibandingkan Budidaya dengan sistem konvensional yang biasa diterapkan diantaranya:
1. Menghemat Air,
     Dengan sistem ini, selama masa tanam sawah tidak digenangi air tetapi dijaga tetap dalam kondisi macak-macak (basah tapi tidak sampai tergenang)
2. Menghemat Bibit,
    Dengan sistem tanam satu bibit untuk satu lubang tanam, selain menghemat penggunaan bibit juga akan membuat pertumbuhan padi semakin lebih baik sebab tidak terjadi perebutan makanan dengan bibit lainnya ditiap lubang tanam, perakaranpun akan lebih kuat, kekar dan lebih banyak sehingga bisa menyerap nutrisi dengan baik.

Metode penanaman padi yang mensyaratkan penggunaan bibit muda (umur 7-14 hari pasca semai / baru memiliki dua helai daun) ini memang berdampak positif sebab bibit akan lebih mudah beradaptasi, tidak gampang stres karena sistem perakarannya belum panjang ( dan diwaktu penananaman pun dijaga agar akar tidak putus ataupun terlipat agar pertumbuhannya tidak terganggu), benar-benar diharapkan bisa meningkatkan hasil panen padi.
Walau harus diakui, dibalik kelebihan yang dimiliki sudah pasti ada kelemahan yang dimiliki dan kendala yang harus dihadapi

Berbekal dari hasil pemantauan dilapangan dan beberapa literatur yang dibaca, penulis mencoba menerapkan Budidaya Sistem Intensifikasi Padi ini untuk meningkatkan hasil produktifitas padi walau tidak sepenuhnya menggunakan metode ini (sebab lebih menyukai penggunaan pupuk kandang, kompos dan pupuk daun daripada menggunakan pupuk kimia yang diberikan dengan cara disebarkan pada tanah/sawah selain tidak merusak tanah juga biaya yang dikeluarkan jadi lebih murah ).
Semoga Budidaya Sistem Intensifikasi Padi ini akan meningkatkan hasil panen sebagaimana hasil yang telah diperoleh penemunya sehingga taraf perekonomian petani bisa meningkat dan kehidupan petani bisa sejahtera.

Jumat, 22 Februari 2013

Goresan 3

Lama sudah...
Kuarungi masa
Riuh dalam sunyi
Bahkan Daratku tiada terguncang
Ombak pun tiadalagi menepi basahi kering dibibir pantai ini
Kutatap angkasa
Nikmati nyeri tiada terperi
Mega menjelma bak penguasa yang tak lagi punya hati
tiada miliki rasa

arrghh...
Lautan disukma kian bergelora
tiada jeda
Mencari jawab selaksa tanya yang tiada jawabnya
Letih....

Lelah berkata dalam pernyataan diantara tanya
namun...
Tak jua nyata jawabnya
seakan kamu dia dan mereka tiada lagi peduli
atau

tak mau peduli
Benarkah tiada yang peduli???
Penguasa pun kian tancapkan tirani
Torehkan luka pada pemilik hati
Gencar Merebut asa kantongi janji suguhkan mimpi
hmm.,
mereka hanya suguhkan mimpi
Renggut buih-buih harapan 
Abaikan segala kebenaran
Buat Jiwa semakin Resah dalam jengah
Takut akan rasa malu 'kan kian mengikis dari kalbu


Disini....
Terkagum ku dalam ngeri
Takjub dalam cemas
Bak ketika pandangi indahnya tsunami
Bagai lelapnya lena dibuai gempa

meskipun kini takutku berlainan arti


Tsunami ...!!!
Akankah gempa dan tsunami juga buyarkan norma etika tatasusila dinegeri ini???
Akankah gempa dan tsunami luluhlantakkan Iman Aqidah serta Ihsan dijiwa insan dipersada ini???

hmm...
Saatnya menjelma iringi ombak samudera
Susun barisan
Gempur sombong angkuhnya angkara
Bagaikan Murkanya Tsunami melanda.,,


Goresan 7 (Aku Bertanya???)


I Miss U
I Love U
I Need U
itu katamu.,
Tapi...
Apa dan Siapakah yang kau Rindu?
Apa dan Siapakah yang kau Cinta?
Apa dan Siapakah yang kau butuh serta inginkan?

wahai.....
Sudahkah diri belajar dari gerak air yang kan terus mengalir menuju muara
menyatu dikeluasan samudera
berpadu dikedalaman buana?

Duhai Diri.....
Kemana langkah 'kan dikau bawa?


Dimana muara akhir dari langkah dikehidupan dua dunia mu?

Senin, 18 Februari 2013

Goresan 6

Duhai Diri...
Walau lusuh rupamu
Namun...

usah lah suram rona wajahmu
biarkan nyeri luka merajam dan lelah pun setia menggelayuti ragamu
namun.. Abaikan selaksa resah luka lelahmu itu
Usah lagi hiraukan itu smua
terus lanjutkan kelana dua duniamu
enyahkan sgala nafsi asmara dan angkara yang pernah meraja dijiwaragamu
agar.. Indah syahdu senandung kidung yang setia menggema tiada lagi sumbang  terdengar telinga
Duhai Diri...

memang., jernih telaga bisa tuk kita berkaca mematut rupa
tapi

jangan pernah lupa
tetaplah jaga cermin kita
Usah kotori dan
jangan pecahkan cermin yang telah setia jelmakan wujud asli rona rupa kita