HAI JIWA!!!
Nafsu yang mendominasi
telah membuat diri hidup bagaikan ulat
merayap
merusak
membuat kotor disana sini
kecintaan pada dunia telah suburkan kesombongan
melampaui batas
hati nuranipun tiada lagi berfungsi
Duhai JIWA !!!
Nafsu telah membuat diri selalu memburu nista
arungi masa bergelimang maksiat
berlumur dosa
Membuat kotor
dan kerusakan dimana-mana
seolah lupa bahwa mayapada
sekedar persinggahan belaka
Wahai JIWA !!!
teruslah hamburkan hasrat nafsu dan amarah angkara
jangan letih berkarya dalam nista
usah lelah berkubang maksiat dan noda
berusahalah selalu cipta dosa
agar kelak diri rasakan nikmat
dan senangnya bercengkerama
dalam dunia yang kekal dan nyata
kenikmatan dan kebahagiaan hidup didalam
.......................... ..................
.......................... ..................
N
E
R
A
K
A
!!!!!
"Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).
Dan adapun orang-orang yang yang takut kepada kebesaran TUHANnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)."
(QS. An Nazi'at: 37-41)
Sahabat".....
Hakikat manusia yang tercipta dari tanah
memiliki kecenderungan sifat-sifat tanah yang rendah:
cinta dunia, kikir, haus darah, iri dengki, egois dan lainnya
dan
pada akhirnya pun akan kembali dalam pelukan tanah
hancur lenyap bersama tanah
Dengan kembali pada ajaran-ajaran Islam lah
dominasi tanah ini mampu dikendalikan
nafsu hewani mampu dikekang
fitrah rohani kembali hidup berkembang didalam jiwa
Sahabat"...
Syetan akan selalu berupaya membangkitkan sifat-rendah dan hina yang ada dalam diri kita agar kita ikut terjerumus mengikutinya hidup abadi menikmati alam neraka. Oleh sebab itu, marilah kita sama-sama berusaha menghancurkan jerat jejaring tipudaya syetan/iblis laknatullah ini dengan berusaha tiada lalai dalam beribadah dan mengingat ALLAH Subahanahu wa ta'ala serta menghidupkan Sunnah Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam dalam keseharian kita.
Sebelum terlambat..!!!
Mari kita berusaha agar SELALU:
Meluruskan niat
Memotifasi diri untuk selalu ta'at beribadah
Berbuat baik
Membekali diri dengan Ilmu Agama
Mencari lingkungan yang sesuai agar diri dan hati menjadi bersih dan tetap terjaga agar selalu bersih
dan selalu berMuhasabah (evaluasi diri) disetiap harinya
Nafsu yang mendominasi
telah membuat diri hidup bagaikan ulat
merayap
merusak
membuat kotor disana sini
kecintaan pada dunia telah suburkan kesombongan
melampaui batas
hati nuranipun tiada lagi berfungsi
Duhai JIWA !!!
Nafsu telah membuat diri selalu memburu nista
arungi masa bergelimang maksiat
berlumur dosa
Membuat kotor
dan kerusakan dimana-mana
seolah lupa bahwa mayapada
sekedar persinggahan belaka
Wahai JIWA !!!
teruslah hamburkan hasrat nafsu dan amarah angkara
jangan letih berkarya dalam nista
usah lelah berkubang maksiat dan noda
berusahalah selalu cipta dosa
agar kelak diri rasakan nikmat
dan senangnya bercengkerama
dalam dunia yang kekal dan nyata
kenikmatan dan kebahagiaan hidup didalam
..........................
..........................
N
E
R
A
K
A
!!!!!
"Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).
Dan adapun orang-orang yang yang takut kepada kebesaran TUHANnya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)."
(QS. An Nazi'at: 37-41)
Sahabat"...
Akibat kesombongannya iblis/syetan terusir dari surga dan menjadi penghuni abadi dalam neraka, hal ini yang membuatnya bertekad akan selalu menggoda manusia hingga akhir zaman untuk bersama-sama menemaninya didalam neraka.
Oleh karena itu, agar kita jangan sampai terjebak oleh segala usaha iblis/syetan yang hendak menjerumuskan kita dalam kesengsaraan abadi, sebelum kita merasakan penyesalan diatas penyesalan, hendaknya kita selalu berlindung kepada ALLAH Azza wa Jalla, agar dijauhkan dari godaan tipudaya bujukrayu syetan yang terkutuk itu.
Memang,
dibutuhkan tekad dan usaha yang kuat agar kita bisa lepas dari jerat-jerat perangkap syetan yang dipasangnya disekeliling kita
termasuk perangkapnya didalam diri kita sendiri.
Namun, dengan berusaha membiasakan diri dalam melakukan kebaikan, berusaha agar senantiasa meluangkan waktu untuk mengingat ALLAH, secara berangsur-angsur kebiasaan-kebiasaan buruk akan berkurang bahkan lenyap dari diri kita, ibarat kata pepatah, "ala bisa dek biaso (sudah bisa karena biasa) dan sedikit-sedikit lama-lama akhirnya menjadi bukit."
Sahabat"...
Sebagaimana yang sama-sama kita tahu, bahwa kita semua terlahir dalam keadaan suci.
Dalam diri setiap kita menyimpan kesucian yang perlu digali dan dikembangkan agar sisi positif, nilai-nilai kebenaran dan kebaikan itu muncul kembali dan menyelimuti diri kita sehingga sisi negatif, nilai-nilai keburukan yang juga merupakan asal penciptaan kita dari tempat yang rendah dan hina bisa lenyap terkubur dalam-dalam didiri kita.
Sahabat"...
Syetan akan selalu berupaya membangkitkan sifat-rendah dan hina yang ada dalam diri kita agar kita ikut terjerumus mengikutinya hidup abadi menikmati alam neraka.
Oleh sebab itu, marilah kita sama-sama berusaha menghancurkan jerat jejaring tipudaya syetan/iblis laknatullah ini dengan berusaha tiada lalai dalam beribadah dan mengingat ALLAH, menghidupkan Sunnah Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam dalam keseharian kita.
Akibat kesombongannya iblis/syetan terusir dari surga dan menjadi penghuni abadi dalam neraka, hal ini yang membuatnya bertekad akan selalu menggoda manusia hingga akhir zaman untuk bersama-sama menemaninya didalam neraka.
Oleh karena itu, agar kita jangan sampai terjebak oleh segala usaha iblis/syetan yang hendak menjerumuskan kita dalam kesengsaraan abadi, sebelum kita merasakan penyesalan diatas penyesalan, hendaknya kita selalu berlindung kepada ALLAH Azza wa Jalla, agar dijauhkan dari godaan tipudaya bujukrayu syetan yang terkutuk itu.
Memang,
dibutuhkan tekad dan usaha yang kuat agar kita bisa lepas dari jerat-jerat perangkap syetan yang dipasangnya disekeliling kita
termasuk perangkapnya didalam diri kita sendiri.
Namun, dengan berusaha membiasakan diri dalam melakukan kebaikan, berusaha agar senantiasa meluangkan waktu untuk mengingat ALLAH, secara berangsur-angsur kebiasaan-kebiasaan buruk akan berkurang bahkan lenyap dari diri kita, ibarat kata pepatah, "ala bisa dek biaso (sudah bisa karena biasa) dan sedikit-sedikit lama-lama akhirnya menjadi bukit."
Sahabat"...
Sebagaimana yang sama-sama kita tahu, bahwa kita semua terlahir dalam keadaan suci.
Dalam diri setiap kita menyimpan kesucian yang perlu digali dan dikembangkan agar sisi positif, nilai-nilai kebenaran dan kebaikan itu muncul kembali dan menyelimuti diri kita sehingga sisi negatif, nilai-nilai keburukan yang juga merupakan asal penciptaan kita dari tempat yang rendah dan hina bisa lenyap terkubur dalam-dalam didiri kita.
Sahabat"...
Syetan akan selalu berupaya membangkitkan sifat-rendah dan hina yang ada dalam diri kita agar kita ikut terjerumus mengikutinya hidup abadi menikmati alam neraka.
Oleh sebab itu, marilah kita sama-sama berusaha menghancurkan jerat jejaring tipudaya syetan/iblis laknatullah ini dengan berusaha tiada lalai dalam beribadah dan mengingat ALLAH, menghidupkan Sunnah Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam dalam keseharian kita.
Sahabat".....
Hakikat manusia yang tercipta dari tanah
memiliki kecenderungan sifat-sifat tanah yang rendah:
cinta dunia, kikir, haus darah, iri dengki, egois dan lainnya
dan
pada akhirnya pun akan kembali dalam pelukan tanah
hancur lenyap bersama tanah
Dengan kembali pada ajaran-ajaran Islam lah
dominasi tanah ini mampu dikendalikan
nafsu hewani mampu dikekang
fitrah rohani kembali hidup berkembang didalam jiwa
Sahabat"...
Syetan akan selalu berupaya membangkitkan sifat-rendah dan hina yang ada dalam diri kita agar kita ikut terjerumus mengikutinya hidup abadi menikmati alam neraka. Oleh sebab itu, marilah kita sama-sama berusaha menghancurkan jerat jejaring tipudaya syetan/iblis laknatullah ini dengan berusaha tiada lalai dalam beribadah dan mengingat ALLAH Subahanahu wa ta'ala serta menghidupkan Sunnah Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam dalam keseharian kita.
Sebelum terlambat..!!!
Mari kita berusaha agar SELALU:
Meluruskan niat
Memotifasi diri untuk selalu ta'at beribadah
Berbuat baik
Membekali diri dengan Ilmu Agama
Mencari lingkungan yang sesuai agar diri dan hati menjadi bersih dan tetap terjaga agar selalu bersih
dan selalu berMuhasabah (evaluasi diri) disetiap harinya
Sahabat".....
Cinta kepada ALLAH adalah 'maqam' tertinggi dalam perjalanan menuju ALLAH Subhanahu wa Ta'ala karena didalam Cinta kepada ALLAH terbungkus juga Cinta kepada RasulNYA Shallallaahu 'Alaihi Wasallam dan Jihad dijalanNYA yang akan 'melumpuhkan' cinta dunia yang paling kokoh sekalipun.
"Katakanlah, "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu khawatirkan kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada ALLAH dan RasulNYA dan (dari) berjihad dijalanNYA, maka tunggulah sampai ALLAH mendatangkan KeputusanNYA." Dan ALLAH tidak memberi Petunjuk kepada orang-orang yang pasik.¤
Al-Qur'an adalah Cahaya, bisikan Cinta yang hangat, ajakan yang nyata untuk mencurahkan kelezatan dan indah nikmatnya kehidupan, serta pemandu jalan menuju kebahagiaan dalam rengkuhan Ridho ALLAH bagi yang mau dan benar-benar mendalaminya.
Mencintai ALLAH merupakan kesempurnaan Cinta dan merupakan tuntutan Cinta.
Kezaliman yang paling zalim adalah meletakkan Cinta itu tidak pada tempatnya apalagi bila ada 'perselingkuhan' didalamnya. ALLAH Subhana WA ta'ala tujuan tertinggi dari Cinta dan tidak boleh ada yang lainnya didalam Cinta itu.
Cinta kepada ALLAH adalah 'maqam' tertinggi dalam perjalanan menuju ALLAH Subhanahu wa Ta'ala karena didalam Cinta kepada ALLAH terbungkus juga Cinta kepada RasulNYA Shallallaahu 'Alaihi Wasallam dan Jihad dijalanNYA yang akan 'melumpuhkan' cinta dunia yang paling kokoh sekalipun.
"Katakanlah, "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu khawatirkan kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada ALLAH dan RasulNYA dan (dari) berjihad dijalanNYA, maka tunggulah sampai ALLAH mendatangkan KeputusanNYA." Dan ALLAH tidak memberi Petunjuk kepada orang-orang yang pasik.¤
(QS. At-Taubah:24)
Al-Qur'an adalah Cahaya, bisikan Cinta yang hangat, ajakan yang nyata untuk mencurahkan kelezatan dan indah nikmatnya kehidupan, serta pemandu jalan menuju kebahagiaan dalam rengkuhan Ridho ALLAH bagi yang mau dan benar-benar mendalaminya.
Mencintai ALLAH merupakan kesempurnaan Cinta dan merupakan tuntutan Cinta.
Kezaliman yang paling zalim adalah meletakkan Cinta itu tidak pada tempatnya apalagi bila ada 'perselingkuhan' didalamnya. ALLAH Subhana WA ta'ala tujuan tertinggi dari Cinta dan tidak boleh ada yang lainnya didalam Cinta itu.
"Manusia tidak akan merasakan manisnya Iman dan lezatnya keyakinan apabila tidak bisa merasakan hangatnya Cinta dan CahayaNYA."
sebagaimana kala Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam berbisik kepada ALLAH, berdo'a memohon Cinta dan menjadi kesayanganNYA dalam mengerjakan amal saleh,
"wahai Tuhan kami, jadikanlah Cintaku KepadaMU sebagai sesuatu yang paling aku suka dan takutku KepadaMU sebagai rasa yang paling dalam. Putuskanlah segala ketergantungan dunia dariku, menggantinya dengan perasaan Rindu berjumpa denganMU. Jika ENGKAU memberikan kepada ahli dunia kesejukan harta mereka, maka jadikanlah kesejukan bagiku didalam ibadahku."
Semoga ALLAH selalu melimpahkan Rahmat HidayahNYA pada kita semua.
Aamiin ya Rabbal 'aalamiin
وسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ