Kamis, 31 Mei 2012

Goresan 15



menggebu rindu meratap disepanjang perjalanan
berteman labirin tebal pekatnya gelap
tak kuasa menahan laju sang waktu
berpacu ku dikegelapan maya gapai bias cahaya
sebelum usai masa
terseret dalam pusaran arus nista panas membara
lepaskan belenggu iblis durjana

Mushalla tua
Dingin kabut dalam keremangan menunggu pagi
kucari wajahMU
berharap tuk berlindung dibalik hangat kesejukan JubahMU
gemericik suara mataair dalam riuh lantunan kidung kalam dan dawam yang tiada berbilang
hadirkan ribuan tanya
sesakkan dada sentakkan segenap indera dan rasa
menerkam jiwa yang tengah lapar dahaga
menghambur isak airmata
terkenang kejahatan yang tercipta
hadirkan resah ketakutan yang menggelora
akankah kunikmati indahnya pelangi cerahnya mentari disiang hari???
terangkai aksara ciptakan baris kata
kala selaksa tanya penuhi rongga dada
enyahkan segala rumus dan angka
walau sadari maknanya menghambur kemana-mana
nanar tersudut namun tiada kan menghujat menggugat
oleng biduk diterpa badai kehilangan arah
namun tiada kan kehilangan bentuk bintang rembulan yang setia biaskan cahaya
dalam daya dan semangat tersisa
batin mengetuk
qalbu merayu membujuk
Yaa Ismu Rabbik
dipintuMU aku mengetuk
tuntun arah menuju daratanMU
usah biarkan sorak gemuruh badai hancurkan biduk karam ditengah samudera dusta
sungguh...
dalam pencarian jawab selaksa tanya
kuarungi keluasan samudera dalam lapar dahaga
berharap bersandar biduk pada daratan dikejauhan sana
tuk kembali lanjutkan langkah lalui masa
nikmati hari dalam nuansa cahaya kasih halau kelam yang selimuti sukma
selaksa tanya terus kuat bergema
hilangkan nalar
ciptakan resah gelisah
namun... sgenap daya berusaha tuk terus tersadar
demi bias cahaya nun dikejauhan sana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar