Kamis, 31 Mei 2012

Goresan 22


gugur dedaunan sehelai demi sehelai
samar terdengar lirih pekik sakit ranting tiada mengerti dosa yang terjadi
tiada yang peduli
walau angin kabarkan luka nestapa kepenjuru mayapada
hujan dikeremangan senja
sang surya pun turut suram menatap nanar samar ditemaram senja nun dikejauhan
mushalla tua yang semakin renta namun sarat rahasia
berdo'a tuk wajah-wajah pendosa
mata tuanya nanar memandang
makin samar dalam harapan
terkuburlah segala sampah pengkhianatan dan ideologi kepalsuan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar