Kembali...
Gelisah menatap cakrawala dikeremangan senja
Tetesan airmata bak tekun mengeja sejuk lantunan kalamNYA
seolah membakar raga lelehkan kepingan amarah
disela lelah didera luka duka kecewa
resah jengah akan segala kata rayu dan puja...
hadirkan kabut saputi rona dzikir yang kian mengerdil diraga sosok-sosok yang kian renta merapuh lewati senja
saksikan detak detik bergeser antara nyata dan dusta dilingkupi segala kata dan sumpah berujung sampah belaka terlontar menghambur dari lisan ribuan hamba jahiliyah yang memunggungi para pecinta sejatiNYA
Lafadz tasbih dalam dawam tiada lagi berbilang dalam mendefinisikan Asma'NYA Rangkaian ruku' sujud para pecinta pun tiada goyahkan lena hasrat hamba-hamba jahiliyah lontarkan pekik bisik mesra dalam nafsi dan kemunafikan cinta maya
Malam...
Hadirkan sucinya kelam
selubungi bentangan syahdu trotoar alam diantara gubuk renta dan pelataran rumah pecinta yang senantiasa tekun berselimut tasbih dan sujud pada hamparan sajadah berbisik lirih lantunkan kalamullah dari sesak riuh glamournya hamba-hamba jahiliyah yang berpesta pora bak bangkai dalam santapan ribuan gagak dan srigala
Angin...
Bisikkan kalimat CintaNYA
agar terlewati malam dalam syair bahagia
pupuskan segala resah akan petaka yang nyata
Gelisah menatap cakrawala dikeremangan senja
Tetesan airmata bak tekun mengeja sejuk lantunan kalamNYA
seolah membakar raga lelehkan kepingan amarah
disela lelah didera luka duka kecewa
resah jengah akan segala kata rayu dan puja...
hadirkan kabut saputi rona dzikir yang kian mengerdil diraga sosok-sosok yang kian renta merapuh lewati senja
saksikan detak detik bergeser antara nyata dan dusta dilingkupi segala kata dan sumpah berujung sampah belaka terlontar menghambur dari lisan ribuan hamba jahiliyah yang memunggungi para pecinta sejatiNYA
Lafadz tasbih dalam dawam tiada lagi berbilang dalam mendefinisikan Asma'NYA Rangkaian ruku' sujud para pecinta pun tiada goyahkan lena hasrat hamba-hamba jahiliyah lontarkan pekik bisik mesra dalam nafsi dan kemunafikan cinta maya
Malam...
Hadirkan sucinya kelam
selubungi bentangan syahdu trotoar alam diantara gubuk renta dan pelataran rumah pecinta yang senantiasa tekun berselimut tasbih dan sujud pada hamparan sajadah berbisik lirih lantunkan kalamullah dari sesak riuh glamournya hamba-hamba jahiliyah yang berpesta pora bak bangkai dalam santapan ribuan gagak dan srigala
Angin...
Bisikkan kalimat CintaNYA
agar terlewati malam dalam syair bahagia
pupuskan segala resah akan petaka yang nyata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar