Kamis, 31 Mei 2012

Goresan 21

tercekat pandangi jingga angkasa diambang senja

terseret khayal lembut mesra merayu dalam kegelapan malam
angankan purnama kilau kejora saat diangkasa tiada awan terangi sudut malam dijiwa penuh luka duka resah nestapa

wahai alam
telah tersia-sia hari terlewati
hambar rasa
hampa jiwa
pengap sukma dalam kungkungan dosa dan nista
diperbudak emosi nafsi duniawi semata

wahai jiwa
andai kumampu lukis asmaMU hiasi langit jingga dikeremangan senja
pengobat rindu dijiwa nan dahaga
sesak dalam selaksa tanya dan resah
hmm
andai cinta tiada skedar ilusi belaka

kini..
telah terkubur segala tahta rumus dan angka
jalani hidup bagai pertapa
hening
menyendiri bersahabat sepi

bukan sekedar mencari inspirasi merangkai kata
untai syair puisi nan indah bak pujangga
bukan lantaran kalah
bukan pula lari dari keras ganasnya pertarungan dunia
namun,,,
demi turuti bujuk rayu nurani
berdiskusi dalam sunyi
berbincang pada kebisuan alam
bertanya pada gelapnya mayapada
bertegursapa dengan kabut
berbisik lirih pada sang bayu

dimana??
kemana perginya diriku sendiri?
mengapa ia pergi???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar