Dikutip dari kitab "Shahih Bab. Al-Fitan:6557"
(Imam Bukhari)
Hudzaifah Ibnul Yaman menceritakan,
"Para Sahabat bertanya kepada Rasulullah Sallallaahu 'alaihi wasallam tentang kebaikan.
Sedang saya bertanya tentang keburukan,
khawatir ia menimpaku, maka akupun bertanya,
"Wahai Rasulullah ! Dahulu kami berada dalam jahiliyah dan keburukan.
Maka Allah mendatangkan kebaikan ini.
Apakah sesudah kebaikan ini, (akan datang) keburukan?".
Beliau saw menjawab, "iya".
Akupun bertanya lagi, "Apakah sesudah keburukan itu,(akan datang) kebaikan?".
Beliau menjawab,"Betul, namun padanya terdapat kabut".
Aku bertanya lagi," Apakah kabutnya itu?".
Beliau menjawab,"Suatu kaum yang memberikan petunjuk bukan dengan petunjukku. Kamu mengenal mereka dan mengingkarinya."
Aku bertanya lagi,"Apakah sesudah kebaikan itu terdapat keburukan?"
Beliau menjawab,"Iya.Para pengajak pada pintu-pintu jahanam.
Siapa yang menyambutnya,
maka mereka akan menyampakkannya kedalamnya."
Aku bertanya ,"Wahai Rasulullah, beritahukanlah sifat mereka kepada kami."
Beliau menjawab, "Mereka berwarna kulit sama dengan kita, berbicara dengan bahasa kita."
Aku bertanya lagi, "apa yang Engkau perintahkan jika aku menemui hal itu. "
Beliau menjawab,"Engkau pegang teguh jamaah kaum muslim dan imam mereka."
Aku bertanya lagi,"Jika mereka tidak memiliki jamaah dan imam?"
Beliau menjawab,"Jauhilah berbagai firqah tersebut, walapun engkau menggigit akar pohon hingga engkau meninggal dalam keadaan demikian"."
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> >>>>>>>>>>>>>>>>>
Sahabat"...
Sudah keharusan bagi umat muslim untuk memegang teguh jamaah kaum muslim dan Amir(pemimpin)nya.
Jamaah dan Imam yang dimaksud pada hadits diatas jelas adalah Jamaah dan Imam yang memegang teguh Islam sesuai dengan petunjuk Al-Qur'an dan Sunnah,
yang berdasarkan pemahaman Rasululllah Sallallaahu 'alaihi wasallam dan para Sahabat radhiyallahu anhum. bukan firqah -firqah yang menyimpang dan menyesatkan.
Seorang muslim diperintahkan untuk mengikuti kebenaran hingga maut menjemput.
Sahabat"...
Sesama muslim kita adalah bersaudara.
Ibarat satu bangunan yang saling menguatkan.
Bagaikan tubuh bilamana ada salahsatu bagiannya yang sakit maka anggota tubuh yang lainnya pun ikut merasakan.
Kita diperintahkan untuk selalu berpegang pada tali (agama) Allah dan jangan terpecah belah
dan saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.
Sahabat"...
Mari kita tingkatkan silaturahim diantara kita
dan kita pererat jalinan ukhuwah kita,
Sebatang lidi akan kesulitan dalam membersihkan dedaunan yang berserak dibawah rimbunnya pepohonan.
Semoga kita bisa saling jaga, saling menasehati dalam kebenaran dan selalu mampu untuk bersabar.
................................................................................. (Imam Bukhari)
Hudzaifah Ibnul Yaman menceritakan,
"Para Sahabat bertanya kepada Rasulullah Sallallaahu 'alaihi wasallam tentang kebaikan.
Sedang saya bertanya tentang keburukan,
khawatir ia menimpaku, maka akupun bertanya,
"Wahai Rasulullah ! Dahulu kami berada dalam jahiliyah dan keburukan.
Maka Allah mendatangkan kebaikan ini.
Apakah sesudah kebaikan ini, (akan datang) keburukan?".
Beliau saw menjawab, "iya".
Akupun bertanya lagi, "Apakah sesudah keburukan itu,(akan datang) kebaikan?".
Beliau menjawab,"Betul, namun padanya terdapat kabut".
Aku bertanya lagi," Apakah kabutnya itu?".
Beliau menjawab,"Suatu kaum yang memberikan petunjuk bukan dengan petunjukku. Kamu mengenal mereka dan mengingkarinya."
Aku bertanya lagi,"Apakah sesudah kebaikan itu terdapat keburukan?"
Beliau menjawab,"Iya.Para pengajak pada pintu-pintu jahanam.
Siapa yang menyambutnya,
maka mereka akan menyampakkannya kedalamnya."
Aku bertanya ,"Wahai Rasulullah, beritahukanlah sifat mereka kepada kami."
Beliau menjawab, "Mereka berwarna kulit sama dengan kita, berbicara dengan bahasa kita."
Aku bertanya lagi, "apa yang Engkau perintahkan jika aku menemui hal itu. "
Beliau menjawab,"Engkau pegang teguh jamaah kaum muslim dan imam mereka."
Aku bertanya lagi,"Jika mereka tidak memiliki jamaah dan imam?"
Beliau menjawab,"Jauhilah berbagai firqah tersebut, walapun engkau menggigit akar pohon hingga engkau meninggal dalam keadaan demikian"."
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Sahabat"...
Sudah keharusan bagi umat muslim untuk memegang teguh jamaah kaum muslim dan Amir(pemimpin)nya.
Jamaah dan Imam yang dimaksud pada hadits diatas jelas adalah Jamaah dan Imam yang memegang teguh Islam sesuai dengan petunjuk Al-Qur'an dan Sunnah,
yang berdasarkan pemahaman Rasululllah Sallallaahu 'alaihi wasallam dan para Sahabat radhiyallahu anhum. bukan firqah -firqah yang menyimpang dan menyesatkan.
Seorang muslim diperintahkan untuk mengikuti kebenaran hingga maut menjemput.
Sahabat"...
Sesama muslim kita adalah bersaudara.
Ibarat satu bangunan yang saling menguatkan.
Bagaikan tubuh bilamana ada salahsatu bagiannya yang sakit maka anggota tubuh yang lainnya pun ikut merasakan.
Kita diperintahkan untuk selalu berpegang pada tali (agama) Allah dan jangan terpecah belah
dan saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.
Sahabat"...
Mari kita tingkatkan silaturahim diantara kita
dan kita pererat jalinan ukhuwah kita,
Sebatang lidi akan kesulitan dalam membersihkan dedaunan yang berserak dibawah rimbunnya pepohonan.
Semoga kita bisa saling jaga, saling menasehati dalam kebenaran dan selalu mampu untuk bersabar.
...................................................................
Wahai Diri...!!!
"Sibuklah dalam Agama,
jika tidak, perkara-perkara lain pun akan menyibukkanmu
tapi bukan dalam perkara Agama,
Gunakan waktumu untuk Agama,
jika tidak, waktumu pun akan tetap habis
tapi bukan dalam Agama,
Gunakan hartamu dalam Agama,
jika tidak, hartamupun akan tetap habis
tapi bukan untuk Agama,
Matilah engkau dalam Agama,
jika tidak, engkaupun tetap akan mati
tapi bukan dalam Agama."
Duhai Diri...!!!
Jangan turuti hawanafsu mu
Usah tertipu dengan nikmatnya dunia
Sadar lah !!!
Sesungguhnya umur ini akan berakhir
Segala rasa dan kenikmatan akan sirna
Tidak pernahkah terlintas dihadapan usungan jenazah???
Tidakkah sadari bahwa kelak diri ini yang kan diusung dan menjadi jenazah???
Ingatlah kelak...
Ketika pandanganmu mulai kabur
Ketika bibirmu mulai kaku dan kelu
Ketika nafasmu terasa berat
Ketika sanak saudara dan sahabatmu berkumpul dengan pandangan sayau
Ketika terasa ingin berkata-kata pada mereka namun diri sudah tiada daya
Ketika riuh isak tangis dan do'a
Ketika sayup-sayup surat yasin dibacakan
Ketika sayup-sayup LAA ILAAHA ILLALLAH ditalqinkan
Dimanakah canda dan tawa yang selalu menghiasi???
Dimanakah pangkat dan tahta yang membuat bangga???
Dimanakah hartabenda yang mati-matian diperjuangkan???
Dimanakah uang dan permata yang dicinta???
Dimanakah bagus rupa wajah yang disombongkan???
Dimanakah kekayaan yang selama ini dikejar???
Dimananakah pekerjaan yang nyaris membuat gila???
Adakah mereka membantu disaat itu tiba???
Sudah siapkah kita menghadapi saat-saat itu??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar