Sabtu, 02 Maret 2013

Mari Perbagus Akhlak Perbaiki Diri Kita !!! Usahlah karena melihat kotornya wajah Cermin yang dipecah

 

Sahabat".....
Pada hakikatnya pada diri manusia ini terdapat 3 (tiga) rongga: Rongga Kepala, Rongga Dada dan Rongga Perut
Dalam hidup, sebaik-baiknya isi dari ketiga rongga tersebut adalah:
Rongga Kepala diisi dengan ilmu (Pikir agama)
Rongga Dada diisi dengan iman (Kebesaran Allah)
Rongga Perut diisi dengan makanan dan minuman

Selain berbeda bentuk secara lahir, perbedaan antara rongga perut dengan rongga kepala dan dada adalah, Rongga perut semakin diisi semakin penuh sedangkan rongga Kepala dan rongga dada semakin diisi semakin kosong.
Lho Kenapa bisa semakin diisi semakin semakin kosong…?
Karena, semakin diisi otak manusia dengan ilmu maka dia akan semakin merasa ilmu yang dimilikinya belum apa-apa dibandingkan yang lain.
Semakin diisi hati manusia dengan Iman maka dia akan merasa semakin Imannya belum ada apa-apanya dibandingkan dengan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam dan para Sahabat Radhiyallaahu 'anhu.

Sahabat".....
Hari ini manusia lebih disibukkan untuk mengisi rongga perut. 
Padahal besok paginya sudah menjadi kotoran yang berbau busuk.
Jadi, pada hakikatnya manusia yang hanya disibukkan mencari sesutu yang akan menjadi benda yang sangat busuk sekali.
Kalau rongga perut ini terlalu banyak diisi akan menimbulkan berbagai macam penyakit seperti: Penyakit diabetes, jantung, ginjal dan sebagainya.

Hari ini manusia lebih disibukkan untuk mengisi rongga otak / kepalanya saja.
SD 6 (enam) tahun, tambah SLTP 3 (tiga) tahun, tambah lagi 3 tahun SLTA. 
Tapi Ijazah SLTA sekarang banyak yang tidak laku.
Berhubung takut tidak dapat kerja sesuai dengan keinginan, Lanjut lagi pendidikan, ambil program S1 4 (empat) tahun.
Tapi, lulusan S1 pun sekarang banyak yang pengangguran. 
16 (enam belas) tahun waktu yang terpakai untuk mengisi rongga kepala tapi belum juga ada jaminan untuk meraih kesenangan dan kebahagiaan.
Gelar S1, S2 dan S3 saja belum tentu laku didunia. Apalagi diakhirat gelar ini jelas tidak laku sama sekali. Sebab gelar yang jelas laku diakhirat nanti untuk kita yang hidup dimasa ini adalah Rahmatullah 'alaihi
Bahkan seringkali terjadi, jika rongga kepala ini terlalu banyak diisi akan menimbulkan kesombongan jika tidak dibarengi dengan Dzikir (ingat kepada ALLAH).
Jika Rongga Kepala sudah banyak isi dengan hal keduniawian akan menyebabkan kepala ini tidak mau menunduk dan diri menjadi angkuh / sombong.

Sahabat".....
Hari ini manusia lupa bahkan tidak mau mengisi rongga yang terletak diantara rongga kepala (otak) dan rongga perut yaitu rongga dada (hati). Padahal rongga hatilah yang lebih penting diisi dengan Iman dan kebesaran ALLAH Subhanahu wa Ta'ala.  
Sebagai mana perlunya usaha atas memenuhkan rongga perut dan rongga kepala. Usaha  untuk memenuhkan rongga hati ini lebih penting lagi.

Apalah bedanya manusia dengan hewan kalau hanya memenuhi rongga perut saja !!!
Apalah bedanya Islam dengan yahudi kalau hanya memenuhi rongga kepala saja !!!

Supaya ada pembeda perlu juga dibuat usaha atas mengisi rongga hati, hati manusia !!!

Untuk makan makhluk perlu usaha atas makanan.
Untuk Ilmu kita perlu usaha atas Ilmu.
Begitu juga Untuk Iman, kita perlu usaha atas Iman.
Rasulullah Muhammad Shallallaahu 'alaihi wasallam selama 13 (tiga belas)  tahun telah buat usaha atas  Iman kepada para sahabat. Sehingga walaupun rongga perut kosong, tapi rongga kepala penuh dengan pikir agama dan hati dipenuhi (Dzikir) kebesaran ALLAH Subhanahu wa ta'ala

Sahabat"..... 
Untuk membuat sebuah pedang. Sebongkah / sebatang besi perlu dibakar dengan api, tapi kalau besi tersebut tidak ditempa (dipukul) maka,  takkan besi tersebut menjadi sebilah pedang  
Pedang akan jadi kalau besi itu di bakar dan ditempa. 

Itulah Evaluasi Diri / Muhasabah dan Syi'ar Dakwah, untuk membakar semangat pada diri agar diri selalu termotifasi dalam usaha meningkatkan Iman juga senantiasa ingat agar tiada lalai dalam ibadah dan berbuat kebaikan. 

“Sesungguhnya Islam berawal dengan keasingan dan akan kembali kepada keasingan sebagaimana awalnya maka maka bergembiralah bagi orang-orang yang asing.” Rasulullah ditanya: “Siapa mereka wahai Rasulullah?” Jawab beliau: “Yaitu yang melakukan perbaikan ketika manusia rusak.” 
(Shahih HR Abu Amr Ad Dani dari sahabat Ibnu Mas’ud, lihat Silsilah Ash Shahihah no. 1273) 

“Sesungguhnya setiap amalan itu ada masa giatnya dan setiap giat itu ada masa jenuhnya maka barangsiapa yang jenuhnya itu kepada SunnahKu berarti ia mendapatkan petunjuk dan barangsiapa yang masa jenuhnya itu kepada selainNYA maka ia binasa.” 
 (Shahih, Al Baihaqi)  

“Manusia tetap berada di atas jalan yang lurus selama mereka mengikuti jejak Nabi.” 
( Riwayat Al Baihaq).

Semoga ALLAH Subhanahu wa ta'ala melimpahkan Rahmat Hidayah dan MaghfirahNYA pada kita semua, meridhoi segala usaha kita serta meningkatkan kemampuan kita baik lahir maupun bathin sehingga segala usaha yang kita lakukan dalam usaha perbaikan diri dapat menjadi amal kebaikan dan meningkatkan keimanan pada diri kita.

ya ALLAH
ya Rahman
ya Rahiim
ya Dzul Jalaali wal Ikram
Ridhoilah segala usaha kami dalam memperbaiki diri agar senantiasa mampu menunaikan segala PerintahMU dan Mampu meninggalkan segala LaranganMU

Taqabbalallaahu minkum minna wa minkum taqabbal yaa kariim
Amiin ya Rabbal 'aalamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar