Rabu, 30 Oktober 2013

Jangan enyahkan rasa Cinta yang ada



Duhai jiwa-jiwa yang terlena....
Hidup ini begitu singkat. 
Kadang kita merasa tidak saling membutuhkan, 
Kadang-kadang kita tidak saling mencintai,
Terkadang kita saling membenci dan saling memusuhi,
Sampai akhirnya maut memisahkan kita.
Namun satu hal yang perlu kita sadari,,,
Semua kita memiliki Cinta,
Semua diri kita membutuhkan Cinta.
Dan...
Akan sangat berarti wujud cinta yang kita perlihatkan pada orang-orang tercinta, disaat mereka masih hidup,
daripada deraian air mata yang  tumpah di pusara yang tidak lagi bermakna.

Tafakur sejenak





وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ ۚ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۚ فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.
(QS: Al-A'raf Ayat: 176)

Kamis, 24 Oktober 2013

Renungan Kita


Sahabat"...

Asli dan palsu memang tak pernah sama,
Keduanya terpisah oleh yang namanya "pembuktian"
Hanya yang asli yang mempunyai nilai tinggi.
Namun, ketika dinding pemisah itu menipis, maka keduanya pun bagai tak lagi berbeda.
Bisa jadi yang kita anggap asli sudah terkontaminasi kepalsuan.
Siapapun bisa saja terpedaya.
Siapapun akan terkecoh akan asli palsunya sesuatu yang dimilikinya jika tak mampu membuktikan dan merawat keaslian dari sesuatu tersebut.
Begitupun dengan keIkhlasan yang kita miliki.
Aslikah keIkhlasan, ketika diri masih menggugatNYA, merasa ketidak adilan atas musibah yang menimpa ?
Aslikah keIkhlasan, ketika diri masih saja berkeluh kesah atas segala permasalahan yang ada ?
Aslikah keIkhlasan, ketika diri masih disibukkan dengan urusan duniawi sehingga lalai bahkan lupa untuk beribadah PadaNYA ?
Aslikah keIkhlasan, ketika diri mempersekutukanNYA dengan yang lain, hanya untuk memenuhi kebutuhan dan kesenangan hidup didunia ini ?
Aslikah keIkhlasan, ketika diri masih saja merasa bangga atas segala harta, kedudukan dan pujian yang diterima ?
Aslikah keIkhlasan, ketika diri masih saja marah atas hinaan yang menerpa ?
Masih Aslikah keIkhlasan, ketika diri masih saja merasa berat menyisihkan dan mengeluarkan sebagian kecil dari harta yang ada untuk berzakat dan sedekah ???
Masih Aslikah keIkhlasan, saat diri masih saja menyia-nyiakan waktu / masa yang ada, saat-saat yang dihabiskan hanya untuk segala urusan duniawi semata ???

#Renungan Diri

"Pikiran itu Pelita Hati,
jika pelita itu padam, maka tidak ada penerangan bagi hati.
Hati yang tidak pernah ataupun tidak suka merenungkan Kebesaran ALLAH Subhanahu wa ta'ala, maka hati itu akan gelap diselimuti kebodohan dan tipudaya."



Minggu, 29 September 2013

Dua Belas (12) Falsafah Jawa dalam Membangun Kedamaian Hidup


1. URIP IKU URUP
Hidup itu nyala, 
Hidup hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita

2. MEMAYU HAYUNING BAWONO, AMBRASTA DUR HANGKORO
Harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak

3. SURA DIRA JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI
Segala sifat keras hati, picik, angkara murka hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar

4. NGLURUK TANPO BOLO, MENANG TANPA NGASORAKE, SEKTI TANPA AJI-AJI, SUGIH TANPA BONDHO
Berjuang tanpa perlu membawa massa, Menang tanpa merendahkan/ mempermalukan, berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan/ kekuatan/ kekayaan/ keturunan, kaya tanpa didasari hal-hal yang bersifat materi

5. DATAN SERIK LAMUN KETAMAN, DATAN SUSAH LAMUN KELANGAN
Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri, 
jangan sedih/ susah manakala kehilangan sesuatu

6. OJO GUMUNAN, OJO GETUNAN, OJO KAGETAN, OJO ALEMAN LAN OJO GELEMAN
Jangan mudah terheran-heran, jangan mudah menyesal, jangan mudah terkejut dengan sesuatu, jangan kolokan/manja dan jangan mau yang bukan hak nya

7. OJO KETUNGKUL MARANG KALUNGGUHAN, KADONYAN LAN KEMAREMAN
Janganlah terobsesi atau terkungkung dengan kedudukan, materi dan kepuasan duniawi

8. OJO KUMINTER MUNDAK KEBLINGER, AJA CIDRA MUNDAK CILAKA
Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, 
jangan suka berbuat curang agar tidak celaka

9. OJO MILIK BARANG KANG MELOK, AJA MANGRO MUNDAK KENDHO
Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah, 
dan jangan berfikir gamang/ plin-plan agar  jangan lemah niat dan patah semangat

10. OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNO, 
Jangan merasa paling berkuasa, paling besar/ kaya, paling sakti/ pintar
(Jangan sombong dan bangga dengan apa yang dimiliki)

11. ALANG-ALANG DUDU ALING ALING, MARGINING KAUTAMAN
Persoalan-persoalan dalam kehidupan bukanlah penghambat, jalannya kesempurnaan

12. SOPO WERUH ING PANUJU SASAT SUGIH PAGER WESI
Dalam kehidupan, siapa yang punya cita-cita luhur (pasti) jalannya seakan tertuntun.

Semoga Bermanfaat ^_^

Selasa, 24 September 2013

Facebook Antara Maslahat dan Mafsadat

Facebook Antara Maslahat dan Mafsadat
Posted: 11 Sep 2013 08:40 PM PDT


Dalam Islam, seorang muslim tidak hanya dituntut untuk melakukan hubungan yang baik dengan Allah saja.
Bahkan Islam juga menganjurkan pemeluknya untuk memerhatikan hubungannya dengan sesama manusia.
Sampai-sampai sikap baik seorang muslim terhadap sesama manusia menunjukkan kesempurnaan imannya, karena hal itu adalah bagian dari tuntutan keimanan dia kepada Allah dan hari akhir.

Di era teknologi seperti sekarang ini, banyak cara dan banyak sarana yang bisa digunakan untuk menghubungkan seseorang dengan sesama.
Facebook sebagai situs jejaring sosial paling besar misalnya, merupakan situs jejaring sosial yang telah banyak digunakan orang untuk berhubungan dengan keluarga, kerabat, teman, rekan kerja, relasi dan masih banyak lagi.

Keberadaan facebook dan situs-situs jejaring sosial serupa lainnya, memang memiliki nilai manfaat yang terkadang kita perlukan.
Namun tentu saja situs-situs itu juga tidak lepas dari nilai-nilai mafsadat yang merusak sehingga perlu ditimbang-timbang dalam penggunaannya.


Timbang Antara Maslahat dan Mafsadat

Pada asalnya, perkara-perkara yang merupakan kebiasaan manusia, muamalah, sampai berbagai teknologi yang berkembang di tengah umat manusia, adalah perkara-perkara yang mubah selama tidak ada larangan khusus tentangnya atau selama hal itu tidak menyelisihi syariat yang telah jelas.
Hukum asal ini pun berlaku juga bagi situs jejaring sosial seperti facebook yang sedang kita bicarakan ini.

Hanya saja perkara-perkara yang mubah ini bisa berubah hukumnya menjadi sunah atau wajib, atau menjadi makruh bahkan haram, tergantung dari tujuan atau niat penggunaannya atau karena adanya hal-hal lain yang memalingkan hukum asal mubah tersebut kepada hukum lainnya.

Berkaitan dengan Facebook, telah disinggung di atas bahwa ia tidak lepas dari adanya maslahat atau manfaat dan mafsadat atau bahaya dan kerusakan-kerusakan yang disebabkan olehnya.
Maka sebelum seseorang menggunakan layanan jejaring sosial ini (dan yang semisalnya) hendaknya dia mempertimbangkan antara maslahat dan mafsadat yang ada.


Manfaat Facebook

Sebagaimana slogannya, “Facebook membantu Anda terhubung dan berbagi dengan orang-orang dalam kehidupan Anda” maka Facebook benar-benar bisa menjadi sarana untuk menjalin hubungan sesama manusia, baik hubungan silaturahim antar kerabat, hubungan dengan sesama teman, atau hubungan relasi kerja.
Facebook juga sangat bermanfaat bagi para usahawan untuk memasarkan atau mengenalkan produknya kepada banyak orang.
Bahkan dalam hal dakwah, jejaring sosial ini pun bisa dimanfaatkan.

Akan tetapi hal itu hanya akan memberi manfaat besar jika penggunaannya memerhatikan adab-adab islami dan disertai dengan niat yang benar.
Adapun sekadar menjalin persahabatan atau pertemanan semata tanpa memerhatikan niat dan adab islami, maka masih sangat riskan dengan banyaknya keburukan-keburukan yang bisa didapati dari jejaring sosial ini.


Keburukan Facebook

Berbicara tentang keburukan Facebook, maka bayangkanlah tentang dunia yang sangat bebas, tidak ada yang bisa mengontrol seseorang kecuali kewaspadaan yang ada pada dirinya, dan tentu saja keimanan yang ada dalam hatinya.
Maka seperti itulah Facebook.
Seseorang bisa bebas membuat akun dalam facebook, baik dengan identitas asli atau palsu.
Setelah di sana, dia bisa bebas berteman dengan siapa saja; laki-laki, wanita, orang shalih, orang fasik, muslim, kafir dan… bebas.
Dia pun bisa berkomunikasi dengan siapa pun tidak peduli apakah sejenis ataupun lawan jenis, mahram atau bukan mahram, dan dengan pembicaraan apa saja… bebas.
Dalam facebook seseorang bisa berbagi gambar atau foto, baik yang sopan sampai yang telanjang.
Dia pun bisa mengumbar sesuatu yang seharusnya menjadi privasinya karena kebebasan ini.
Dan ini semua sesuai dengan misi Facebook,
“give people the power to share and make the world more open and connected” (memberikan kekuatan untuk berbagi, dan membuat dunia lebih terbuka dan terhubung)

Dari Kebebasan-kebebasan yang sangat lebar inilah timbul berbagai macam keburukan-keburukan.
Di antaranya:

– Hubungan haram antara lawan jenis.
Di mana keburukan ini bisa menghantarkan kepada keburukan-keburukan lain yang bahkan lebih besar darinya, seperti perzinaan, perselingkuhan atau rusaknya rumah tangga seseorang.

– Mudah tersebarnya pemikiran-pemikiran rusak melalui status atau catatan dalam Facebook.
Dan masuk dalam hal ini seperti pemanfaatan facebook oleh para pengusung keyakinan meyimpang untuk menyebarluaskan keyakinan mereka atau pemanfaatan facebook oleh orang-orang yang membenci suatu pemerintahan untuk menyebarkan opini yang kemudian mereka melakukan pemberontakan sebagaimana yang terjadi pada sebagian negri.

– Karena sifat bebasnya dalam berhubungan dengan siapa saja, hal ini kerap menjadikan seseorang lebih memilih berfacebook ria dari pada berhubungan dengan orang dalam dunia nyata.
Sehingga timbullah suatu opini yang menyatakan bahwa jejaring sosial semacam facebook ini bukan hanya mendekatkan yang jauh akan tetapi sayangnya juga menjauhkan yang dekat.

– Penyia-nyiaan waktu sering terjadi ketika seseorang menggunakan facebook.
Hanya untuk menulis status, berkomentar pada status teman, menambah teman, mencari teman, atau aktivitas lain dalam facebook sering menjadikan seseorang lupa waktu.
Akibatnya, banyak pekerjaan yang seharusnya menjadi kewajibannya menjadi terbengkalai, sehingga mulai rusaklah kehidupan dunia nyatanya hanya untuk membangun kehidupan dunia maya.

– Sering juga pada status-satus facebook didapati luapan perasaan, curahan hati, atau semacam pengaduan yang seharusnya hanya ditujukan kepada Allah namun dituliskan ke dalam kolom status facebook.
Maka jadilah facebook sebagai tempat meratap, mengeluh, mengaduh, menumpahkan perasaan pribadi yang selayaknya tidak ditampakkan di muka umum.

– Penipuan pun tidak absen dari jejaring sosial terbesar ini.
Dengan trik-trik tertentu seseorang terkadang melakukan penyusupan atau perampasan pada akun orang lain yang kemudian dia melakukan penipuan dengan akun tersebut.
Atau bisa juga penipuan ini dengan cara-cara lain.

Sebagian keburukan facebook ini sudah cukup untuk mengingatkan kita akan bahaya facebook ini meski kita tidak bisa menghukuminya haram secara mutlak karena masih ada maslahat facebook ini yang bisa dimanfaatkan terutama oleh orang yang bisa berniat baik dan beradab islami.


Facebook untuk Dakwah

Melihat maslahat yang ada pada facebook, maka penggunaannya untuk dakwah adalah penggunaan yang paling baik, karena Allah l berfirman,

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shalih, dan berkata, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 32)

Akan tetapi, untuk melakukan dakwah di facebook ini tidak boleh dilakukan dengan sembarangan.
Karena dakwah perlu kepada ilmu, baik ilmu tentang agama ini, ilmu tentang orang yang didakwahi dan juga ilmu tentang bagaimana cara berdakwah.
Maka ketika seseorang ingin berdakwah di facebook, dia harus memerhatikan siapa saja yang akan membaca status atau catatannya.
Akankah yang dia sampaikan membawa kepada perdebatan atau tidak.
Dan lain sebagainya hal-hal yang harus diperhatikan dalam dakwah.

Niat ikhlas pun harus senantiasa mengiringi aktivitasnya dalam berdakwah lewat facebook.
Jangan sampai dakwah itu terkotori dengan hal-hal yang merusak keikhlasan, seperti ingin terkenal, ingin dianggap sebagai seorang ustadz, seorang yang berilmu dan lain sebagainya.

Dan di samping itu semua, ketika seseorang mulai masuk ke dalam facebook dia harus selalu mengiringinya dengan muraqabah kepada Allah, yaitu selalu merasa diawasi oleh Allah.
Karena tanpa hal ini seseorang akan mudah tertarik dan terjerumus ke dalam langkah-langkah setan yang cukup halus.

Dan ini berlaku bagi siapa saja para pengguna facebook baik yang berniat untuk berdakwah atau hanya untuk sekadar menjalin hubungan silaturahim atau ukhuwah islamiyah.

Oleh karena itu siapa saja yang ingin bergabung atau masuk dalam jejaring sosial ini dan semacamnya, hendaknya menimbang-nimbang terlebih dahulu, untuk apa dia masuk ke dalamnya, apakah kita memiliki kekuatan untuk menghadapi bahaya-bahaya di dalamnya atau tidak.

Dan hanya kepada Allah tempat memohon pertolongan.(***)


Sumber: Rubrik Lentera, Majalah Sakinah Vol. 11, No. 5

Senin, 26 Agustus 2013

17 Ancaman & Tempat Berbahaya di Internet

Sahabat".....
Siapa sangka, foto artis idola kita tiba-tiba menginfeksi PC dengan virus ketika diklik. 
Hasil pencarian di mesin pencari mungkin akan menggiring kita ke sebuah situs phishing. 
Video lucu yang kita download bisa jadi menghibur, tapi ternyata mengandung trojan dan mengacaukan komputer.

Meski menyediakan banyak manfaat, Internet juga mengandung ranjau keamanan. 
Infeksi malware, email penipuan phishing, atau pelanggaran privasi online adalah beberapa di antaranya.


Apa saja bahaya yang bisa kita temui di internet dan di mana saja tempat berbahaya tersebut? 
Seberapa berbahaya-kah ancamannya? 
Serta rekomendasi untuk menghindar dari ancaman tersebut? 

Simak rinciannya berikut ini.

- 1 -

Ancaman : File Flash berbahaya yang menginfeksi PC
Sumber Tempat : Situs-situs yang menggunakan Flash
Level Ancaman : Cukup Berbahaya

Software grafis Adobe Flash ternyata sudah menjadi target penjahat cyber untuk menyebarkan malware dalam beberapa tahun terakhir. 
Mau tak mau, perusahaan ‘dipaksa’ untuk mengeluarkan patch keamanan secara berkala. 
Akan tetapi ada bahaya lain yang tidak semua orang tahu, yaitu terkait cookies Flash yang biasanya digunakan antara lain untuk menyimpan pengaturan yang berhubungan dengan Flash. 
Cookies Flash juga sangat sulit untuk dihapus. Seperti halnya regular cookies, cookies Flash juga dapat melacak situs apa saja yang kita kunjungi.

Rekomendasi:
Untuk memproteksi PC dari serangan berbasis Flash, pastikan plug-in browser Flash Anda tetap up-to-date. Anda juga dapat mengkonfigurasi plug-in Flash agar terlebih dahulu meminta konfirmasi sebelum mendownload cookies Flash.

- 2 -

Ancaman : Shortened Link yang mengarah ke situs-situs berbahaya
Sumber Tempat : Twitter
Level Ancaman : Berbahaya

Tahukah Anda bahwa scammer ternyata sangat menyukai Twitter? 
Alasannya adalah karena layanan jejaring sosial ini mengandalkan begitu banyak URL shortener, yaitu layanan yang dapat memperpendek alamat URL sebuah situs. 
Dan sangat mudah bagi scammer untuk menyisipkan malware atau menebar penipuan melalui URL shortener. 
Sebuah shortened link bisa jadi merupakan jelmaan sebuah Trojan yang menyamar.

Rekomendasi:
Jangan sembarangan meng-klik link. 
Kalau perlu gunakan aplikasi Twitter client seperti TweetDeck misalnya, memiliki fitur preview yang memungkinkan Anda melihat URL secara lengkap sebelum mengunjungi situs tertentu. 
Beberapa layanan URL-shortener, seperti Bit.ly, saat ini juga sudah berupaya mem-filter link-link yang berbahaya.

- 3 -

Ancaman : E-mail penipuan phishing / attachment yang menginstal malware atau meminta informasi pribadi
Sumber Tempat : Inbox E-mail
Level Ancaman : Cukup Berbahaya

Meskipun phishing dan attachment e-mail bukanlah ancaman baru, teknik penipuan di dunia cyber selalu berkembang. 
Dalam beberapa kasus akan sulit membedakan antara email penipuan dengan email yang resmi. 
Salah satu petunjuk email phishing biasanya dapat dilihat dari alamat pengirim e-mail, menggunakan alamat email yang mirip dari perusahaan resmi tetapi ada perbedaan ejaan.

Rekomendasi:
Jangan mudah percaya e-mail apapun yang masuk ke inbox termasuk yang seolah-olah berasal dari teman Anda. Lebih baik ketik alamat situs yang ingin dikunjungi langsung pada browser, daripada mengklik link yang ditawari.

- 4 -

Ancaman : Malware bersembunyi pada file download video, musik atau software
Sumber Tempat : Situs Torrent
Level Ancaman : Sangat Berbahaya

Ketahuilah bahwa situs Torrent (seperti misalnya BitTorrent) sering digunakan untuk sharing musik, video, atau software bajakan, dan merupakan sarangnya malware. 
File-file download yang ditawarkan bisa jadi merupakan malware yang menyamar.

Ben Edelman, peneliti bidang privasi dan asisten profesor di Harvard Business School, mengatakan bahwa situs torrent adalah tempat paling berbahaya untuk dikunjungi, karena mereka tidak memiliki bisnis model atau reputasi.

Rekomendasi:
Hindari situs-situs torrent, mengingat konten yang ditawarkan tidak seratus persen aman. 
Tetapi jikapun Anda harus mengunjungi situs-situs seperti itu, akseslah dari PC umum, bukan PC pribadi. 
Gunakan pula software antivirus dan rutinlah mengupdate-nya. 
Scan file hasil download sebelum dibuka.

- 5 -

Ancaman : Malware pada foto atau video perempuan berpakaian minim
Sumber Tempat : Situs porno
Level Ancaman : Cukup Berbahaya

Situs porno memiliki reputasi yang kurang aman dibandingkan situs mainstream. 
Menurut Roger Thompson, chief research officer perusahaan keamanan AVG, sayangnya dengan menjauh dari situs tersebut bukan berarti Anda akan aman dari ancaman malware. 
Karena penyerang juga dapat menyebarkan serangan lewat situs-situs lain sebagai umpan setelah terlebih dahulu di-hack. 
Terkadang, situs porno digunakan sebagai umpan untuk menjaring korban, padahal situs porno tersebut mungkin saja merupakan situs hosting malware.

Rekomendasi:
Curigai setiap file download baik foto / video, atau situs yang mengharuskan Anda menginstal video codec terlebih dulu agar bisa melihat video. 
Gunakan tools seperti SiteAdvisor untuk Firefox untuk mendeteksi situs-situs berbahaya.

- 6 -

Ancaman : Trojan menyamar sebagai video codec, menginfeksi PC dengan malware
Sumber Tempat : Situs download video, jaringan peer-to-peer
Level Ancaman : Berbahaya

Jika Anda menonton atau men-download video dari internet, mungkin diantara Anda ada yang pernah diminta untuk men-download/menginstal software video codec agar tipe file-file tertentu bisa dibaca. 
Berhati-hatilah karena beberapa layanan download atau situs video yang kurang bereputasi mungkin akan mengarahkan Anda untuk men-download sebuah malware yang menyamar sebagai sebuah codec.

Rekomendasi:
Daripada menggunakan jaringan peer-to-peer, lebih baik download-lah video dari situs terpercaya agar lebih aman, seperti YouTube misalnya.
Dan untuk men-download acara televisi favorit Anda, Anda bisa mengacu pada situs dan layanan seperti Hulu, TV.com, ABC.com, dan iTunes.

- 7 -

Ancaman : Geolocation – orang lain tahu update lokasi kita saat ini
Sumber Tempat : Smartphone
Level Ancaman : Agak Berbahaya

Pasar smartphone saat ini sedang dalam masa pertumbuhan, demikian pula dengan ancamannya. Satu kekhawatiran yang mungkin terjadi adalah adanya penggunaan atau penyalahgunaan dari geolocation. 
Meskipun teknologi ini sah-sah saja, potensi untuk penggunaan yang tidak pantas juga ada. 
Contoh kasus, status check-in di Foursquare akan menunjukkan bahwa seseorang sedang tidak berada di rumahnya sehingga berpeluang untuk didatangi pencuri.

Rekomendasi:
Lebih teliti menggunakan aplikasi, layanan atau situs berbasis lokasi. 
Pertimbangkan implikasi privasi dari layanan yang Anda gunakan, seperti Foursquare atau fitur Facebook Places, dan pertimbangkan berapa banyak privasi Anda akan bocor ke publik.

- 8 -

Ancaman : Hasil pencarian yang diracuni, mengarahkan user ke situs berisi program berbahaya
Sumber Tempat : Mesin Pencari
Level Ancaman : Berbahaya

Meracuni mesin pencari adalah salah satu praktek untuk ‘mencemari’ situs. 
Menurut sebuah studi yang dilakukan perusahaan keamanan McAfee baru-baru ini, 19 persen dari hasil pencarian untuk “Cameron Diaz” dan “screensaver” ternyata mengandung payload berbahaya. 
Topik-topik yang sedang hangat (breaking news) dan Facebook juga menjadi target yang diincar penyerang.

Rekomendasi:
Pilih dan tentukan situs apa yang ingin Anda kunjungi. 
Jangan membabi buta mengklik hasil pencarian yang muncul di hasil pencarian, periksa dulu setiap URL untuk memastikan bahwa URL tersebut benar-benar mengarah ke situs yang diinginkan. 
Akan lebih baik jika Anda mengetikkan langsung alamat URL situs yang ingin dikunjungi, daripada meng-kliknya dari hasil pencarian.

- 9 -

Ancaman : PDF berbahaya yang mencoba menjebak untuk menginstal malware
Sumber Tempat : Situs yang dihack, inbox email
Level Ancaman : Berbahaya

Microsoft saat ini lebih serius menangani keamanan sistem operasi Windows-nya dalam beberapa tahun terakhir, lantaran hacker terus mencari akal dan cara lain untuk menginfeksi PC-PC berbasis Windows. 
Menyerang celah pada Adobe Acrobat adalah salah satu metode serangan baru yang dipakai hacker. 
Caranya adalah dengan ‘meracuni’ PDF dengan program jahat sampai muncul bug dalam software, lalu file tersebut diposting pada Website yang sudah dibajak atau disebar melalui email. 
Hal ini memungkinkan hacker menyita PC Anda dan mengakses file dan info pribadi Anda di komputer.

Rekomendasi:
Gunakan selalu versi terbaru Adobe Reader. 
Pastikan pula Anda selalu meng-update Adobe Reader ke versi yang lebih baru.

- 10 -

Ancaman : File video berbahaya yang memanfaatkan celah pada software player untuk membajak PC
Sumber Tempat : Situs download video
Level Ancaman : Cukup Berbahaya

Para dedemit maya tahu bagaimana cara mengeksploitasi kelemahan di pemutar video seperti QuickTime Player, lalu menggunakannya untuk menyerang PC. 
Teknik yang sering digunakan adalah dengan mengubah file video seperti halnya file PDF berbahaya. 
Aksi ini memungkinkan penyerang memata-matai komputer Anda, dan menyuntikkan malware.

Rekomendasi:
Update selalu pemutar video Anda. Apple dan Microsoft biasanya secara rutin merilis patch untuk QuickTime dan Windows Media Player. 
Hindari men-download video secara acak. 
Gunakan situs video yang sudah terpercaya seperti YouTube atau iTunes.

- 11 -

Ancaman : Drive-by-download yang menginstal malware ketika mengunjungi sebuah situs
Sumber Tempat : Situs yang di-hack
Level Ancaman : Sangat Berbahaya

Drive-by-download terjadi ketika seorang user tidak sengaja men-download sebuah file dari internet, misalnya men-download software yang nantinya akan menginstal program executable palsu. 
Drive-by-download biasanya terjadi ketika user mengunjungi sebuah situs, melihat pesan email atau mengklik pop-up window.

Beberapa situs sengaja dirancang untuk menjerat user ke jebakan drive-by download, tetapi dalam metode serangan yang umum penjahat umumnya akan meng-hack sebuah halaman web (umumnya situs resmi) lalu masukkan kode yang akan men-download malware ke komputer.

Rekomendasi:
Jaga selalu agar software keamanan tetap up-to-date. 
Beberapa software keamanan ada yang bisa menandai download-download yang mencurigakan.

- 12 -

Ancaman : Software antivirus palsu yang meminta uang dan informasi kartu kredit
Sumber Tempat : Inbox email, situs yang di-hack
Level Ancaman : Sangat Berbahaya

Program antivirus palsu sekilas akan tampak dan berperilaku seperti antivirus yang asli, lengkap dengan pesan peringatannya. 
Software antivirus palsu biasanya akan membujuk user untuk membeli software antivirus palsu tersebut, dengan memasang jebakan bahwa PC user telah terinfeksi virus. 
Jika terjebak membeli, setelah user menginputkan informasi kartu kredit maka para penjahat dunia maya akan menggunakan info itu untuk keperluan lain, seperti membeli barang yang harganya mahal dengan menggunakan data tersebut.

Anda dapat terinfeksi aplikasi antivirus palsu dengan berbagai cara. 
Misalnya, diarahkan ke jebakan drive-by-download, men-download dan menginstal payload berbahaya tanpa sepengetahuan pengguna.

Rekomendasi:
Jika Anda mendapatkan peringatan yang mengatakan bahwa PC telah terinfeksi program berbahaya, cek kembali apakah peringatan itu memang datang dari software antivirus yang Anda instal. 
Jika tidak, lakukan booting ulang ke Safe Mode dan scan PC Anda menggunakan software antivirus yang Anda pakai.

- 13 -

Ancaman : Penipuan iklan lewat situs yang mengarah ke penipuan lain atau malware
Sumber Tempat: Website yang ada iklannya
Level Ancaman : Cukup Berbahaya

Eit, tidak semua iklan itu berbahaya! 
Namun yang perlu diingat, penjahat cyber saat ini banyak yang memasang iklan di situs-situs populer untuk menjaring korban. 
Kasus ini pernah menimpa situs New York Times yang tahun lalu kedapatan memasang iklan dari scammer. Scammer sangat pandai mengeksploitasi jaringan iklan online untuk mendistribusikan iklan yang memuat konten-konten berbahaya – terutama pop-up berbahaya untuk antispyware palsu.

Rekomendasi:
Jangan sembarangan meng-klik banner iklan.

- 14 -

Ancaman : Aplikasi Facebook yang tidak jelas
Sumber Tempat : Facebook
Level Ancaman : Cukup Berbahaya

Aplikasi Facebook adalah salah satu masalah keamanan yang sudah sejak lama diseriusin para ahli keamanan. Sebab, kita tidak tahu siapa yang mengembangkan aplikasi, apa yang mereka lakukan dengan data yang kita inputkan, atau seperti apa praktek keamanan data yang dijamin pengembang.

Rekomendasi:
Lebih selektif dalam memilih aplikasi di Facebook, jangan mengikuti semua kuis misalnya. 
Periksa pengaturan privasi Anda untuk aplikasi Facebook sehingga Anda dapat mengontrol aplikasi mana saja yang bisa mengakses data Anda, dan siapa teman yang dapat melihat informasi dari aplikasi yang Anda ikuti (seperti hasil kuis).

- 15 -

Ancaman : Situs yang memancing user untuk mendaftar, lalu data dijual untuk keperluan spam
Sumber Tempat : Situs yang menawarkan hadiah gratis
Level Ancaman : Agak Berbahaya

Anda mungkin pernah melihat situs yang menawarkan iming-iming hadiah gratis. Misal: “Dapatkan iPad gratis!”, “Dapatkan sebuah notebook gratis!, caranya sangat mudah!”. 
Situs ini sebenarnya tidak berbahaya dalam artian klasik, artinya Anda mungkin tidak akan terinfeksi malware.
Namun yang berbahaya adalah informasi pribadi Anda yang akan diperjualbelikan untuk bisnis lain. Walhasil, spam jualan barang yang masuk ke email Anda pun kian membengkak.

Rekomendasi:
Baca kebijakan privasi lebih teliti sebelum mengisi data. 
Selain itu, waspadalah terhadap celah kebijakan privasi meskipun di situs tertera kalimat bahwa mereka tidak akan menjual data pribadi Anda ke pihak ketiga.

- 16 -

Ancaman : Phishing yang menjebak user men-download malware atau memberikan informasi login
Sumber Tempat : Jejaring sosial
Level Ancaman : Cukup Berbahaya

Aplikasi Facebook yang tidak jelas dan URL shortened bukan hanya beberapa bahaya yang mengintai user di jejaring sosial. Keberadaan Facebook memunculkan bentuk-bentuk baru dari phishing, antara lain scammer membajak akun Facebook lalu menggunakannya untuk memikat teman korban untuk mengklik link berbahaya, mengarahkan ke situs spam, atau menyerahkan informasi login mereka. 
Dengan demikian scammer memperoleh akun lebih banyak lagi untuk membajak akun lainnya.
Menurut Eric Howes, direktur penelitian malware Sunbelt Software, salah satu bahaya besar yang dihadapi user saat ini adalah malware, adware, dan spyware yang menyebar melalui jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.
User bisa jadi mendapat spam melalui jejaring sosial yang menawarkan link ke video tertentu atau widget untuk mempercantik profil Facebook. 
Namun dalam banyak kasus, apa yang sebenarnya ditawarkan adalah adware, spyware, atau software berbahaya yang dapat mengeksploitasi PC.

Rekomendasi:
Jangan gampang percaya dan meng-klik setiap link yang diposting di Facebook, bahkan jika link tersebut diposting salah seorang teman Anda. 
Cek wall teman Anda yang mengirimkan link atau Twitternya untuk melihat apakah ada sesuatu yang mencurigakan pada account-nya (disusupi-red). 
Dan jika Anda menduga bahwa account Anda telah dibajak, segera ganti password.

- 17 -

Ancaman : Oversharing – mengekspos terlalu banyak informasi pribadi pada profil jejaring sosial
Nama Tempat : Jejaring sosial
Level Ancaman : Agak Berbahaya

Membagi informasi pribadi terlalu banyak (oversharing) berarti membiarkan jutaan orang di internet melihat iInformasi pribadi Anda. 
Khususnya kaum remaja, jangan memajang segala macam informasi pribadi di internet. Oversharing dapat menimbulkan masalah privasi yang lebih serius, seperti serangan penipuan aplikasi kartu kredit, cyberbully, hingga penculikan.

Rekomendasi:
Ancaman ini relatif mudah menghindarinya, yaitu dengan menyadari apa yang seharusnya Anda posting. 
Hindari mempublikasikan alamat rumah dan nomor telepon ke profil Facebook Anda. 
Cek pengaturan privasi untuk memastikan bahwa siapa yang boleh melihat profil Anda.


Keterangan level ancaman:

Aman/Tidak berbahaya : tidak ada sesuatu hal buruk yang akan terjadi.
Agak Berbahaya : akan mendapatkan masalah jika meng-kliknya, namun resiko terinfeksi malware atau privasi disusupi secara diam-diam sangat kecil.
Cukup Berbahaya : berhati-hatilah pada level ini. Salah-salah mengklik akan membuat sistem komputer bermasalah.

Berbahaya : ancaman terhadap keamanan online dan privasi sangat banyak. Lebih baik hindari, namun kalaupun harus mengunjunginya sebaiknya waspada dan asumsikan bahwa banyak orang yang mengincar Anda.
Sangat Berbahaya : pasti mendapatkan ancaman jika mengunjunginya.

Sumber: PC World

[dew / Tim Internet Sehat / tagtips]

Kamis, 08 Agustus 2013

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mari Saling Mema'afkan segala Khilaf dan kesalahan

 اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ اَللّهُ اَكْبَرُ، اَللّهُ اَكْبَرُ، وَلِلّهِ الْحَمْ
 

Sayup-sayup Asma ALLAH berkumandang
Temani dingin kelamnya Malam
Menyambut fajar  dihari nan fitri 

Waktunya melepas semua yang terganjal di hati
Untuk setiap tutur yang salah,
Untuk setiap tingkah pongah yang membekas,
Untuk segenap karat di hati yang tak kunjung luruh 
Bila ada langkah membekas luka
Bila ada kata menggores dusta
Bila ada amarah didada
Dengan sepenuh jiwa, seikhlas niat,
Sebening embun yang telah dibasuh di hari kemenangan ini,
Tulus ku mohon ma'af

Semoga Bulan suci Ramadhan yang telah kita jalani
Menjadikan jembatan menuju kefitrian hati.
Mendatangkan keberkahan untuk kebaikan Umat
Istiqomah dalam mengarungi kehidupan menuju akhirat.
 Jabat tangan penuh kasih, Eratkanlah tali silaturrahim, 
Kejernihan hati akan terpancar dalam diri  jika mau saling memaafkan antara sesama umat ALLAH.

Mari kita putihkan hati dan beningkan jiwa
Jiwa yang suci dari Yang Maha Suci,
Meskipun sering kali ternoda oleh dosa pada insani.
Mari sucikan jiwa kita dengan saling memaafkan.

Taqabbalallaahu minna wa minkum Taqabbal yaa kariim,


Minggu, 04 Agustus 2013

Sepenggal Kisah yang tiada akhir.......

Rembulan terlihat murung dimalam itu
Seolah bertanya,
"Adakah hujaman belati hadirkan pedih dan nyeri dibibir yang mulai membusuk dari kata 'Sabar' ?"
"Adakah untaian tasbih getarkan sukma, pisahkan kebenaran dan dusta diperadaban masa yang kian menggila ?"

Mataku kian terpejam
luka ini makin meradang
Kesabaran
Masih berhargakah sebuah kesabaran
saat kebenaran dan keadilan dikebiri oleh tirani angkara ???
Masih perlukah kesabaran
disaat ketaatan dan kedamaian dicabik-cabik kekuatan para durjana ???
hmm,,,
Silih berganti tanya menunggu pernyataan yang tiada kunjung ada jawabnya
Tapi Biarlah
Biarlah ending ini tetap terbuka
lenyap digilas peradaban yang kian biadab
atau terangkai menjadi kisah disuatu masa sebagai catatan nista dalam sejarah
............................

Goresan Kenangan dan Asa




malam....
kembali resah hantarkan nyeri pada raga
rembulan ku memudar
tertutup tebalnya jelaga kabut dijiwa
kelam.... masih saja iringi langkah siangku
dalam pencarian 99 mentari
yang membeku
terkubur didasar nurani

alam....
dampingi kobaran hasrat asa yang kian bergelora
 ku ingin gapai bintang
merengkuh rembulan
rasakan hangatnya mentari
cairkan beku dikedalaman sukma 

Mungkinkah...???



***~~~***~~~***
==============
****************
==============
***~~~***~~~***



Menangislah,,,,
jika itu bisa membuatmu lega
dan mampu sadari akan kelemahan juga kesalahanmu

tapi,,,,,
saat tangismu reda
kobarkan semangatmu
perbaiki sgala salah dan usah lagi tercipta

Menangislah,,,,,
keluarkan sgala debu dibola matamu

namun,,,,,
kala tangismu reda....
bersihkan jiwaragamu dari debu yang melekat
dan,,,,,
usah lagi menghambur dalam hamparan debu disepanjang jalan kita yang tersisa


==============
****************
==============

Goresan Rindu dalam Sunyi

Kembali kutermangu pandangi lengang kelamnya cakrawala malam
mencekam
kesunyian makin merajam
Dimanakah bias kemilau indah cahaya rembulan berpadu kilau kerlip bintang penghias malam yang seharusnya hadir malam ini ?
Debur ombak hadirkan getar lembut dijiwa
Gemuruh dikedalaman sukma kian luapkan duka nestapa
Airmata kembali menetes entah apa sebabnya
Ya ALLAH.....
Ya Jabbaar.....
Yaa GhaffuururRahiim.....
Adakah yang kan fahami bahasa hidupku ? 
Merintih ku mengenang lembaran hari yang pernah nyaris kosong tiada arti
hampa
terluka dalam sunyinya kesendirian

Akankah kubiarkan asa lebur ikuti tarian angin lalu terhempas tenggelam dikedalaman samudera ?
Atau kembali goreskan untaian aksara 
menghibur diri
sedikit obati kerinduan halau nestapa
Andai saja kumampu tuangkan segala hasrat yang kian berkecamuk dijiwa 
hmm,,,
Semoga sunyi dikesendirian ini bukanlah sekedar penantian akan cinta ilusi
Semoga kesabaran ini menjadi untaian tasbih ketika kelamnya malam samarkan kebenaran dan dusta dijiwa
Semoga..... 

Tersayat Rindu

Jeritku kembali terhampar
terhempas ku dalam resah
melayang tiada kendali menggapai angan yang terlepas
nanar mencari
dimana dikau duhai sahabat ?
mestinya kau ada bersama embun yang mulai mendekap tubuh ini
semestinya kau hadir menemani
disaat insan sibuk memperebutkan mimpi
seharusnya kau ada disini menjagaku dan dirimu,
mengingat sejenak apa yang telah dan akan kita lakukan
larut dalam syiar syair penuh makna dan tepis percikan bara curiga yang terus saja datang menghampiri
Dimanakah dikau duhai sahabat ?

Malam ini 
kutelusuri kembali goresan yang telah kita ukir bersama didinding gubuk ini
saat aku dan dirimu jadi saksi atas hujaman kata dan sorot tajam penuh amarah dari mereka
para gagak pencari mangsa yang bertandang menggeledah
curiga akan celoteh dan senandung kita yang tergores digubuk kita
sayup bagai terdengar makimu dikejauhan, terlontar dari dunia yang kian tak bersahabat 
menggema diantara dinding yang setia halangi jejak yang telah kita buat bersama
Ada apa denganmu ?
Dimanakah dikau duhai sahabat ?

Ma'afkan aku duhai sahabat yang tak jua mampu menjadi sahabat baikmu
tapi...
jangan pernah lontarkan makian
jangan pernah ucapkan kekalahan
selagi hidup belum usai, perjuangan takkan pernah selesai

Duhai sahabat dimanapun dikau adanya
gelombang badai akan terus datang menerjang agar diri terhempas dan tenggelam
namun, jangan menyerah usahlah gentar
JANGAN PERNAH UCAPKAN SATU KATAPUN TENTANG KEKALAHAN !!!
hadapi dengan tenang
hingga takdir itu datang menyapa perlahan
hadapi semua dengan tenang
hingga saatnya 
tanah kembali ketanah.

Minggu, 07 Juli 2013

Marhaban yaa Ramadhan


 بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم


Wahai Manusia !!!
Sesungguhnya diri-dirimu telah tergadai karena amal-amalmu,
maka bebaskanlah dengan Istighfar.
Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu,
maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah !
ALLAH Ta'ala bersumpah dengan Segala keBesaranNYA, bahwa DIA tidak akan mengadzab orang-orang yang Shalat dan Sujud,
dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri dihadapan Rabb Al-Amin.

 ~***~ ... ~***~ ... ~***~ ...~***~ ... ~***~

Sungguh telah datang Bulan yang penuh Berkah, Rahmat dan Maghfirah. Bulan yang paling Mulia disisi ALLAH Subhanahu wa ta'ala.
Hari-harinya adalah Hari yang utama,
Jam demi jamnya adalah Jam-jam paling utama,
Malam-malamnya adalah Malam yang paling utama,
Inilah Bulan dimana kita diundang menjadi Tamu ALLAH dan dimuliakanNYA.
Inilah Bulan dimana nafas-nafas kita menjadi Tasbih, tidur kita adalah Ibadah dan segala amal ibadah kita diterima.
Maka, Bermohonlah kepada ALLAH Subhanahu wa ta'ala dengan niat yang tulus dan suci agar ALLAH Subhanahu wa ta'ala membimbing kita untuk melakukan shiam dan membaca serta memahami KitabNYA juga tertib dalam menjalankan amal ibadah lainnya.

~***~ ... ~***~ ... ~***~ ...~***~ ... ~***~


Sahabat"...
Setiap saat bahkan disetiap helaan nafas ini, antara penyesalan dan harapan, dosa dan pahala, cahaya dan kegelapan saling berebut untuk menempati ruang dihati dan pikiran kita.
Rangkaian kisah dan peristiwa yang mengakibatkan dosa dan berujung penyesalan terus saja terulang kembali dalam perjalanan dikehidupan kita.
Salah dan dosa yang sama selalu dan selalu saja terulang walau dalam bentuk, tempat dan waktu yang berbeda meski telah sadari dan menyesalinya tapi masih saja kesalahan dan dosa itu sering kita perbuat kembali.

Sahabat"...
Waktu akan terus berjalan kedepan dan akan selalu ada perubahan disetiap waktu dalam segala hal diberbagai situasi dan kondisi.
Mari sama-sama kita gunakan nalar akal sehat kita agar kita selalu sadar dan selalu mensyukuri segala NikmatNYA.
Mari sama-sama kita jaga lisan, pendengaran dan penglihatan kita dari apa saja yang tidak halal.
Mari sama-sama kita Jalani Bulan Ramadhan yang penuh dengan segala Rahmat dan Berkah ini dengan sebaik-baiknya agar sisa perjalanan kehidupan kita didunia fana ini dan perjalanan dikehidupan kita yang selanjutnya akan selalu dihiasi ketenangan dan kebahagiaan dalam naungan Kasih SayangNYA.

Wahai Manusia !!!
Sesungguhnya Pintu-pintu Surga dibukakan bagimu,
maka mintalah kepada TUHANmu agar tidak akan pernah menutupnya bagimu.
Pintu-pintu neraka tertutup, maka memohonlah kepada TUHANmu agar tidak pernah dibukakan untukmu.
Syetan-syetan terbelenggu, maka mintalah pada TUHANmu agar Syetan-syetan itu tidak akan pernah lagi menguasaimu.

Taqabbalallaahu minna waminkum taqabbal yaa kariim

Kamis, 11 April 2013

Goresan Motivasi Kita

Sahabat"...
Mari kita raih dan dapatkan apa keinginan yang ada pikiran kita
Terus berjuang dan tak pernah menyerah, Jangan pernah menyerah dalam mewujudkan mimpi indah itu menjadi nyata,
Mari terus kita gali dan kembangkan ide serta kreatifitas agar terlahir perubahan dalam kebaikan, 
Usah gentar, Jangan takut dan Jangan pernah takut dengan segala resiko, sebab semua usaha pasti ada resikonya,
Bangunkan "Raksasa" yang tertidur pulas didalam otak kita, agar otak kita bisa berfungsi secara maksimal.


" Teruslah Melangkah !!!
Jangan pernah berhenti melangkah hanya karena onak dan duri menghalangi jalan, sebab semua onak dan duri  itu hanya menyebabkan goresan luka-luka kecil yang akan sembuh dengan sendirinya."

Mari kita jadikan Hidup ini menjadi lebih Hidup !!!

" Sebuah kesuksesan diawali oleh kreatifitas yang berani, 
jangan hiraukan sebuah kegagalan
sebab kegagalan hanyalah batu sandungan yang berserakan disepanjang jalan menuju kesuksesan."

Semangaaaaaatt !!!
^_^

Siapakah Aku???

Inikah Aku ...
yang terpasung diperadaban masa berselubung bayang-bayang maya
bernaung dalam himpitan mega durjana
terlena akan manisnya cinta dunia

Inikah Aku ...
yang terpana ikuti derasnya laju pusaran arus samudera nista
terbuai mesra indahnya dunia maya
tergilas oleh peradaban masa tiada lagi tahu arah

Inikah Aku ...
yang terbuai manisnya cinta dunia
terperosok dikedalaman curamnya lembah tak bertuan bergumul dusta
terbelakang terseret ganasnya kemajuan peradaban yang kian menggila

Inikah Aku ...
yang tiada jenuh merobek lalu menambal cabikan hati yang kian dipenuhi luka tiada terperi
Inikah Aku ...
yang tiada bosan berputar dipusaran gelombang nista tanpa hiraukan laju kemudi tiada lagi arah kendali

Inikah Aku ...
yang terus saja tergontai melangkah dalam bayang-bayang mimpi
tetap berjalan dalam nyenyaknya tidur dan tak jua terjaga agar mampu hindari onak duri yang kian pedih menghujam telapak kaki

Inikah Aku ...
yang tersandar gelisah ditepian biduk yang kian sarat akan dosa
mengerejap mata saat debu singgah dipelupuk mata
terengah ku terpekik kala pedihnya tiada terkira
panas dan dingin peluh terasa disekujur tubuh paksa ku rebah dalam resah gulana
nanar tatap bagai terpampang nyata tumpukan karat dan noda tebal lumuri jiwa raga

Ya ALLAH ...
Siapakah kini Aku ?
Dimanakah sebenarnya Diriku ?
Benarkah ini Aku ?

Kamis, 28 Maret 2013

Jangan biarkan diri Larut dan Tenggelam !!!


Sahabat"...
Bagaikan ombak samudera yang terus mengalami kondisi pasang surut, begitu juga halnya dengan kondisi yang kita alami dalam segala hal, termasuk dalam hal keImanan,
Iman kita akan selalu mengalami kondisi pasang surut, naik turun.
Itu adalah hal yang wajar dan manusiawi.
Sebab memang beginilah kondisi kita sebagai umat akhir zaman,
siapapun kita, yang hidup dimasa sekarang ini takkan bisa luput dari khilaf dan berbuat salah.
Tetapi yang perlu kita sadari !!!
Janganlah berputus asa dan berkecil hati ataupun berburuk sangka ketika kita sedang mengalami penurunan, segera lah  koreksi dan memperbaiki diri.
Begitu pula Disaat kita mengalami peningkatan, jangan merasa bangga, sebab akan membuat kita hilang kendali dan meremehkan yang lainnya.
Tetaplah ingat !!!
selama hidup akan ada masa pasang surut, peningkatan dan penurunan dalam segala hal.

Sahabat"...
Dalam menjalani kehidupan didunia ini, kita akan selalu menempuh serangkaian masalah dan cobaan,
selama hidup didunia ini, kita akan mengalami ujian yang tiada akan ada hentinya.
Baik Ujian dalam bentuk kebaikan maupun keburukan.

Kita bagaikan tengah terombang ambing dipermainkan ombak yang tiada henti ditengah keluasan samudera, terkadang kita pun harus menghadapi dashyatnya badai yang melanda, begitu dashyatnya hingga kitapun nyaris (bahkan bisa jadi diantara kita) tenggelam karena tak kuat menerima terpaan badai yang menggila.

Sahabat"...
Hanya ada satu cara yang akan membuat kita mampu bertahan menghadapi terjangan ombak dan badai disaat mengarungi samudera, buatlah diri tetap terapung diatas permukaan ombak,
tenanglah dalam menghadapi hempasan dan terjangan ombak,
tetap lajukan kemudi mengarah ketepian, jangan biarkan diri lepas kendali,
tetaplah percaya bahwa situasi akan terus berubah berganti-ganti, sedashyat apapun badai, ada masanya ia akan reda dan ombak akan tenang kembali. Percayalah ...!!!

Sahabat"...
Semoga kita bisa tetap tenang dan sabar dalam menghadapi segala macam ujian yang harus kita tempuh,
Seberat apapun masalah dan cobaan yang kita alami, semoga kita selalu mampu mengendalikan diri dan tak pernah melalaikan segala kewajiban kita.
Tetaplah percaya Sahabat"... Hujan takkan selamanya tercurah, sedashyat apapun badai ada masanya kan reda.


Sahabat"...
Tetaplah berjuang, jangan pernah menyerah,
Teruslah berdo'a, semoga ALLAH Subhanahu wa ta'ala meridhoi segala niat dan usaha,
Mari kita selalu mengoreksi dan memperbaiki diri agar tetap berada dijalan yang telah ditetapkanNYA.
Semangaaaaaaaaaatt !!!

Minggu, 24 Maret 2013

Pembahasan tentang pentingnya Istighfar


Sahabat"...
Semenjak kekuasaan Islam mulai melemah dari permukaan bumi dan kekuatan Barat mulai mencengkeramkan kuku-kukunya, maka akhlak manusiapun menjadi semakin terpuruk.
Moral dan etika menjadi sesuatu yang “usang” untuk dibicarakan, nafsu menjadi standar baku untuk mengukur nilai-nilai kehidupan, dan syahwat adalah sesuatu yang senantiasa dipuja-puja dengan dalih ia adalah seni, estetika atau yang lainnya.
Akibatnya duniapun semakin kelam dan kotor, sehingga hampir tiap jengkal tanah dibumi ini sarat dengan debu-debu kemaksiatan.
Contoh yang mudah,
Saat kita keluar rumah untuk bekerja, pergi kemasjid atau ketempat lainnya,
berapa banyak maksiat yang mau tak mau harus kita melewati dan lihat disepanjang perjalanan ? (Bukankah disepanjang perjalanan banyak wanita berseliweran dengan pakaian menantang ? )
Atau di rumah kita sendiri (bagi yang punya televisi atau suka menonton acara ditelevisi lhoo ^_^ ),
bukankah selalu dibanjiri tayangan porno dan dentum musik syaitani ?
dan masih teramat banyak contoh yang lainnya.Kesemuanya ini tentunya menjadikan diri kita lekat dengan dosa dan kemaksiatan.
Dari sinilah seharusnya kita menyadari bahwa istighfar adalah hal yang tidak bisa ditawar lagi untuk menghindari pekatnya hati dari selubung dosa.

Sahabat"...
Sahabat"...
Sebelum kita lanjutkan pembahasan mengenai Istighfar, mari kita simak Ayat-ayat dibawah ini:

Dan manusia bertanya kepadamu tentang ruh..
katakanlah ruh itu termasuk urusan TUHANku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit
(QS. Al Isra; : 85)

dalam ayat lainnya :
Apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Ku tiupkan ruhKU, maka hendaklah kamu tersungkur sujud kepadanya.
( QS. Shad : 72 )
Karena itulah, dalam proses penciptaan Adam alaihissalam, setelah ditiupkan ruhNYA, malaikatpun sujud kepadanya.

“Dan ingatlah ketika KAMI berfirman kepada para Malaikat,
“Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka semua kecuali Iblis ; ia enggan dan takabbur dan ia adalah termasuk orang-orang yang kafir 
( QS. Al Baqarah : 34 )
Sujudnya Malaikat kepada Adam (manusia), karena dalam diri manusia yang telah disempurnakan ALLAH ini karena sebenarnya didalam diri manusia mengandung Zat TUHAN atau “Energi Ilahiyah” – yaitu yang disebut “ruh KU” dalam surat Shad ayat 72, bukan kepada sifat kemanusiaannya.
Kita sebagai keturunan Adam alaihissalam juga diberikan ruhNYA. 
Ruh yang diturunkan ALLAH Subhanahu wa ta'ala kepada tanah yang kemudian diberi rupa adalah berasal dari tiupan Ilahi yang suci, yang membawa misi memelihara serta mengendalikan bumi ini. (menjadi khalifah).
Namun, ketika pikiran dan perasaan manusia, mengikuti bisikan qalbunya yang sakit serta hawa nafsunya yang tidak terkendali, maka “unsur yang sangat mulia” itu mulai terbungkus, sehingga kwalitas insan mengalami  penurunan / penyusutan.
Akhirnya kesadaran dirinya pun jatuh kedalam lumpur tanah, sehingga ruh suci itu tampak gelap dan tidak bersinar.
Ia tidak mampu lagi mengendalikan tubuhnya, sehingga yang mengendalikan tubuhnya adalah syetan / iblis.
Ruh tak dapat berbuat apa-apa dan iblis / syetanlah yang menggantikan kedudukan nurani sebagai pengendali pikiran, perasaan, dan bathin manusia.
Dengan demikian, yang mengendalikan pikiran dan tubuh bukan lagi kesadaran jiwanya, akan tetapi dorongan-dorongan seperti rasa lapar, rasa haus, seks, rasa marah, dan malas.
Semua itu timbul karena aktivitas tubuh.
“…tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpaannya seperti anjing”
(QS. A’Raf : 176).
Inilah yang dinamakan jiwa yang mengikuti nafsu binatang.
Pada kondisi seperti inilah RUH berada dilubuk hati yang paling dalam, seolah ruh berada jauh didasar sekali.
Ini menunjukkan ruh tidak dapat melakukan tugasnya untuk mengatur  seluruh anggota tubuhnya dengan sinar ke ILLAHI an dalam menata kehidupan yang sesuai dengan fitrah nya.

Sahabat"...
Secara hakekat, Ruh suci inilah Al qur’an sejati yang tidak tertulis dengan tinta dan tidak berupa suara, sehingga keabadian firmanNYA tetap terjaga karena tersimpan didalam kalam yang suci…..

Sesungguhnya.. Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat KAMI kecuali orang-orang yang zalim
( QS : Al-Ankabuut: 49 )
Manusia harus berjuang menemukan kembali unsur yang akan menjadikannya sebagai makhluk yang paling mulia di alam semesta.
Jika manusia belum mengenal ruhnya, kedudukan manusia sama seperti hewan, yang memiliki kesadaran jiwa yang rendah.

Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami?
Mereka itu tidak lain hanyalah seperti binatang ternak, atau bahkan lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).
(QS. Furqan : 44)
Pada kondisi ini sifat-sifat manusia sangat didominasi oleh sifat-sifat hewani, yaitu : makan, minum, tidur, seks dan egois.
Dominasi ego dan nafsu sangat kuat mempengaruhi kehidupan manusia.
Ego adalah produk pikiran (alam akal).
Manusia dengan kesadaran rendah masih belum mampu melakukan kontrol terhadap panca indera yang dimilikinya, sehingga dia pun tidak dapat melakukan kontrol terhadap egonya.
Apabila hati telah dikuasai Ego, maka dapat dipastikan manusia tersebut tidak akan dapat mendengar suara Rabbnya.
Suara/Petunjuk ALLAH hanya dapat didengar atau diketahui manusia melalui alam rasa (hati nurani).
Karena itu, pada kenyataannya banyak manusia yang hatinya telah diselubungi oleh ego beranggapan bahwa suara ego tersebut adalah suara/petunjuk TUHAN yang diberikan pada dirinya.
Kekeliruan manusia yang menganggap ego sebagai petunjuk ALLAH akan timbul akibat sebagai berikut :
1. Munculnya sifat serakah, mau menang sendiri, merasa paling suci, sombong dan lain-lain.
2.Hatinya tidak akan merasakan tenang dan damai.
Karena ego tidak mengenal batasan “cukup”, hingga hidupnya selalu dipenuhi dengan kecemasan.
3.Merasa hidupnya selalu dipenuhi oleh berbagai masalah, bahkan rahmat ALLAH pun seringkali dirasakan sebagai masalah, dan sulit untuk bersyukur kepada ALLAH Subhanahu wa ta'ala.
Pikiran dan perasaannya selalu dihantui oleh rasa takut yang tak berkesudahan, takut ditinggal oleh Tuhan-tuhan palsu yang telah hidup dalam hatinya.

Sahabat"...
Manusia yang RUHnya masih terselubung (masih rendah kesadarannya), melaksanakan ibadah hanya karena mengejar pahala, menggapai surga dan takut akan neraka.
Seluruh pelaksanaan ibadah dilaksanakan hanya terbatas pada pelaksanaan hukum-hukum, rukun, dan belum menyentuh maknanya.
Karena itu, kebanyakan manusia yang berkesadaran rendah pada akhirnya, disadari atau tidak, akan menjadikan hukum-hukum Syariat sebagai tuhan-tuhan palsu dihatinya
” yang mereka sembah sebenarnya adalah ajarannya bukan lagi ALLAH Subhanahu wa ta'ala yang sebenarnya adalah Pencipta dan Pemilik ajaran-ajaran itu sendiri  “.

Kebanyakan manusia tidak menyadari bahwa beribadah sebenarnya bukanlah bertujuan mengejar pahala, tetapi sebagai training/latihan untuk mencapai derajat taqwa atau kesejatian diri yang sesungguhnya, sehingga menjadi manusia yang mampu menjalankan hidup didalam pimpinan ruh yang hidup.
Untuk dapat meningkatkan kualitas kesadaran rendah menjadi kualitas kesadaran yang lebih tinggi, maka yang pertama kali harus dilakukan adalah menurunkan dominasi ego yang ada dalam diri kita.
Apabila ego sudah tidak menguasai hati, maka suara hati merupakan suara/petunjuk dari ALLAH dapat didengar dengan jelas.
Selanjutnya, yang bertindak sebagai pengendali tubuh adalah jiwa yang berserah kepada ALLAH Subhanahu wa ta'ala (mukhlisin).
ALLAH menggambarkan, setan pun tidak mampu menjangkau keadaan jiwa yang berserah diri kepada NYA :
“Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMU yang mukhlis di antara mereka”
(QS. Shad : 82-83)

Sahabat"...
Jelas sudah ruh merupakan pimpinan bagi jasad dan jiwa.
Lalu sudahkah hidup kita dipimpin oleh ruh yang hidup ?
Maka penyingkapan misteri ruh merupakan langkah awal yang harus kita lakukan.
Lalu bagaimana caranya membuka hijab atau tabir ruh ?
Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menyibak hijab ruh.
Istighfar , adalah salah satu nya upaya agar kita memiliki kesadaran akan pentingnya ruh suci, yang merupakan Dzat TUHAN yang ada pada diri kita sebagai pemimpin jasad dan jiwa dalam menjalankan hidup dan kehidupan.
ruh suci (Dzat TUHAN) yang terhijab dalam selubung qalb dan nafs harus dibuka tabirnya,
membuka hijab dengan terbukanya tabir ruh, maka RUH akan kembali menjalankan fungsinya sebagai “ unsur yang mulia ” yaitu bersifat Energi Ilahiyah.
Energi Ilahiyah ini bukan saja berfungsi sebagai “ zat hidup ”, namun juga sebagi energi yang memberikan kehidupan.
pada tahap selanjutnya, Energi Ilahiyah ini kemudian diselaraskan dengan energi alam semesta (energi Sunnatullah).

Adapun manfaat yang dapat diperoleh setelah tabir “ruh”  terbuka adalah :
1. Membantu menyelaraskan alam akal dan alam rasa. Apabila alam akal dan alam rasa telah terbiasa dalam keadaan selaras, maka prilaku seseorang tidak lagi dikuasai/dikontrol oleh ego.
2. Sebagai  upaya penyelamatan, dimana energi ilahiyah (zat tuhan) dalam diri dapat digunakan untuk upaya pengobatan bagi diri sendiri maupun orang lain, secara lahir maupun bathin.
3.Meningkatkan kekhusyu’an dalam beribadah.
4.Membersihkan hati sebagai tempat bersemayamnya Zat ALLAH ada pada tubuh manusia melalui praktek/latihan (lewat dzikir, meditasi, khalwat, dan lain-lain) 
Hal ini akan meredam timbulnya sifat-sifat negatif manusia.
5.Menambah tingkat keimanan kepada ALLAH, dengan belajar dan terus belajar berserah diri kepadaNYA dengan cara pasrah, ikhlas dan syukur.
Senang, susah, suka, duka, rindu dan cinta, bukan karena dirinya, bukan pula karena dunianya, tetapi semuanya Lillaahi ta’ala (karena ALLAH Ta'ala).
Namun semua manfaat tersebut tidaklah serta merta didapat begitu saja setelah RUH dibuka tabirnya, melainkan semua itu butuh proses dan juga izinNYA.

Seseorang yang Rutin dan teratur dalam melakukan Istighfar, selain untuk memperbaiki syahadatnya, juga akan membuka hijab RUH nya, agar RUHnya menjadi pemimpin bagi jasad dan jiwanya dan menjadi manusia yang mampu menjalankan hidup didalam pimpinan ruh yang hidup, untuk mencapai ma’rifatNYA.

Sahabat"... 
Terkadang “istighfar” disebut sendirian, tapi terkadang pula ia disebut secara bersambungan dengan kata “taubat”.
Kata istighfar bila ia disebut sendirian, ia mengandung makna taubat.
Namun bila disebut secara bersamaan dalam satu ayat, maka istighfar bermakna “meminta pengampunan/ penjagaan dari kesalahan-kesalahannya yang telah lampau”.
Sedangkan kata taubat berarti “Kembali kejalan ALLAH dan minta dijaga dari kesalahan-kesalahan yang akan datang”.
Dilihat dari asal kata, istighfar berasal dari kata غَفَر يَغْفِر (ghofaro yaghfiru) yang bermakna mengampuni atau memaafkan. Lafazh ini mengikuti wazan إستفعل يستفعل إستفعال (istaf'ala yastaf'ilu istif'al), sehingga istighfar mengandung arti meminta ampunan. 
Sebagai hamba ALLAH yang tidak luput dari salah dan dosa, selayaknya kita memperbanyak istighfar kepada ALLAH Subhanahu wa ta'ala.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh Radhiyallaahu 'anhu, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:

    واللَّه إِنِّي لأَسْتَغْفرُ الله، وَأَتُوبُ إِليْه، في اليَوْمِ، أَكثر مِنْ سَبْعِين مرَّةً  - رواه البخاري
"Demi ALLAH, sesungguhnya aku beristighfar dan bertaubat kepada ALLAH lebih dari 70 kali dalam sehari".
 (HR Bukhori)

Dalam hadits yang lain Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasalam bersabda:

    يَا أَيُّها النَّاس تُوبُوا إِلى اللَّهِ واسْتغْفرُوهُ فإِني أَتوبُ في اليَوْمِ مائة مَرَّة - رواه مسلم

"Wahai manusia, bertaubatlah kepada ALLAH dan beristigfarlah kepada-NYA, sesungguhnya aku bertaubat kepadaNYA 100 kali dalam sehari".
(HR Muslim)

Sahabat'....
Dua hadits di atas memberikan gambaran taubat dan istighfarnya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam.
Meski telah mendapat jaminan ampunan dan syurga dari ALLAH Subhanahu wa ta'ala, namun Beliau tetap bersungguh-sungguh dalam beristighfar dan bertaubat kepada-NYA.
Sebagai hamba ALLAH yang tidak mendapatkan jaminan dari ALLAH, hendaknya kita mencontoh prilaku Baginda Nabi Shallallaahu 'alaihi wasallam dan merasa malu apabila kita lalai dalam memohon ampunan kepada ALLAH Subhanahu wa ta'ala.

Abu al-Hasan asy-Syadzili Rahimahullah berkata:
    عليك بالإستغفار وإن لم يكن هناك ذنب، واعتبر باستغفار المعصوم الأكبر صلى الله عليه وسلم بعد البشارة واليقين بمغفرة ما تقدم من ذنبه وما تأخر

"Hendaklah kamu beristighfar walaupun tidak mempunyai dosa, ambillah pelajaran dari istighfarnya Nabi Besar yang terpelihara dari dosa Muhammad Shallallaahu 'alaihi wasallam setelah ia mendapat kabar gembira dan keyakinan atas ampunan dosa baik terdahulu maupun kemudian."

    Waktu- waktu yang dianjurkan untuk Istighfar

1.  pada awal dan akhir malam, serta awal dan akhir siang.
Nabi Muhammad Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:
    ما من حافظين يرفعان إلى الله تعالى في يوم صحيفةً فيرى في أول الصحيفة وفي آخرها استغفارا إلا قال الله تعالى: قد غفرتُ لعبدي ما بين طرفي الصحيفة. فطوبى لمن وجد في صحيفته استغفارا كثيرا - رواه ابن ماجه

"Tidaklah dua malaikat hafazhah melaporkan buku amal (seorang hamba) kepada ALLAH pada suatu hari, kemudian ALLAH melihat istighfar pada awal dan akhir buku amal tersebut, melainkan ALLAH berfirman "sungguh AKU telah mengampuni hamba-KU atas apa yang terdapat diantara dua ujung buku amalnya", maka beruntunglah orang yang mendapatkan banyak istighfar dalam buku amalnya". 
(HR. Ibnu Majah)

2.  ketika mengalami kesulitan dalam hal rezeki.
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:
    من لزم الإستغفار جعل الله له من كل ضيق مخرجا، ومن كل هم فرجا، ورزقه من حيث لا يحتسب - رواه ابن حبان

"Barangsiapa membiasakan beristighfar maka ALLAH akan memberinya jalan keluar dari setiap kesulitan, keluasan dari setiap kebingungan, dan ALLAH akan memberinya Rezeki dari tempat yang tidak diduga-duga". 
(HR. Ibnu Hibban)

3.  ketika jatuh ke dalam perbuatan dosa.
Baginda Nabi Muhammad Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:
    ما من مسلم يعمل ذنبا إلا وقف الملك الموكل بإحصاء ذنوبه ثلاث ساعات. فإن استغفر الله تعالى في شيء من تلك الساعات لم يوقعه عليه ولم يعذب عليه يوم القيامة - رواه الحاكم

"Tidaklah seorang muslim melakukan dosa, melainkan malaikat yang bertugas menghitung dosanya menundanya selama tiga saat. Jika ia beristighfar kepada ALLAH pada salah satu saat tersebut, maka dosa tersebut tidak akan dibebankan kepadanya dan ia tidak akan mendapat siksa pada hari kiamat." 
(HR. al-Hakim)

4. saat menutup setiap kegiatan.
Dalam hadits dijelaskan bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam selalu beristighfar sebanyak tiga kali setiap selesai melaksanakan sholat fardhu.
Melalui amalan ini Baginda Nabi Muhammad Shalallaahu 'alaihi wasallam memberi peringatan kepada umatnya bahwa dalam ketaatan mereka kepada ALLAH Subhanahu wa ta'ala masih terdapat kekurangan.

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam mengajarkan do'a yang sering disebut dengan do'a kaffarotul majelis, yaitu menutup setiap kegiatan dengan membaca
       سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ، وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ.
Diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:

   كَفَّارَةُ الْمَجْلِسِ إِذَا أَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يَقُومَ مِنْ مَجْلِسِهِ أَنْ يَقُولُ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ، وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ، فَإِنْ كَانَ مَجْلِسَ ذِكْرٍ كَانَ كَالطَّابِعِ عَلَيْهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَإِنْ كَانَ مَجْلِسَ لَغْوٍ كَانَ كَفَّارَةً لِمَا قَبْلَهُ 
Kaffarotul majleis adalah jika salah seorang diantara kamu akan berdiri dari majelisnya maka hendaknya mengucapkan
     سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ، وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ 
(maha suci ENGKAU ya ALLAH, dengan memuji kepada-MU, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan ENGKAU, aku memohon ampunan-MU dan aku bertaubat kepada-MU).
Jika majelis itu adalah majelis dzikir, maka do'a tersebut laksana cap sampai hari kiamat.
Dan jika majelis itu adalah majelis yang lalai, maka doa itu menjadi kaffaroh (tebusan) atas apa yang terjadi sebelumnya."

5.  ketika mendapatkan prasangka baik dari orang lain padahal pribadi kita tidak sebaik yang mereka sangkakan.
Hal ini mungkin berlawanan dengan sifat manusia pada umumnya, karena biasanya seseorang selalu ingin dianggap baik melebihi kadar kebaikan yang ia miliki.
Oleh karena itu, selama pada diri seseorang masih terdapat hal yang tercela baik dalam ucapan, perbuatan maupun bisikan hati, maka selayaknya ia memperbanyak istighfar kepada ALLAH Subhanahu wa ta'ala supaya tidak termasuk orang yang suka menipu dan menzalimi orang lain.
Sebagian ulama salaf apabila mendapat pujian yang tidak selayaknya kita dapatkan senantiasa membaca do'a sebagai berikut,

    اللّهُمَّ لَا تُؤَاخِذْنِيْ بِمَا يَقُوْلُوْن وَاغْفِرْ لِيْ مَا لَا يَعْلَمُوْن وَاجْعَلْنِيْ خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْن

"Ya ALLAH, janganlah ENGKAU menghukum aku dengan apa yang mereka ucapkan, ampunilah aku atas sesuatu yang tidak mereka ketahui, dan jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka sangkakan."


Sahabat"...
Adalah Muhammad Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam, manusia yang makshum ( terjaga dari dosa ), meskipun demikian Beliau, Shallallaahu 'alaihi wa sallam tetap akrab dengan kalimat istighfar.
Ibnu Umar Radhiyallaahu 'anhu pernah memberi kesaksian bahwa beliau mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam dalam suatu majlis membaca kalimat ( yang artinya ); “Saya memohon ampun kepada ALLAH yang tidak ada sembahan selain DIA. Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepadaNYA sebanyak seratus kali.”
( H.R.Nasa`i,Ibnu Hajar berkata:”sanadnya baik” ).

Sahabat"...
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam dan Para Sahabat Radhiyallaahu 'anhuma yang kondisinya jauh dari polusi kemaksiatan dan hari-harinya senantiasa dipenuhi dengan amal kebajikan saja tetap tanggap, serius dan terus menerus  istighfar, maka bagaimanakah dengan kita hari ini ?
Hari ini kebanyakan dari kita adalah orang-orang yang melalaikan istighfar.
Padahal kalau melihat kondisi yang ada selayaknyalah kita yang lebih banyak membutuhkan istighfar, sebab tingkat kemaksiatan dimas sekarang ini lebih besar dan lebih banyak dibandingkan pada masa para Sahabat Radhiyallaahu 'anhuma.
Bukankah berbohong, ghibah, mengurangi timbangan, zina dan segudang dosa-dosa besar sudah menjadi hal yang wajar dan biasa dikalangan kebanyakan dari kita ?
Dancelakanya dosa-dosa itu kita anggap sebagai angin lalu, seakan tidak membahayakan kita.

Sahabat"....
Sudah saatnya kita merenung dan bertanya pada diri kita masing-masing,
sudahkah ada dalam diri kita perasaan perlu terhadap istighfar sehingga secara otomatis kalimat-kalimat istighfar itu sering mengalir dari mulut dan hati kita ?

Sebagaimana kita ketahui bahwa dosa itu dikategorikan dalam dua jenis, yaitu dosa besar dan dosa kecil.
Dosa kecil akan hapus bila kita berucap istighfar dan berbuat kebajikan.
Adapun jika yang kita lakukan termasuk dalam kategori dosa besar, maka ucapan istighfar tanpa disertai dengan rasa penyesalan dan upaya melepaskan diri dari kemaksiatan (Taubatan nasuha) adalah gurauan belaka.
Padahal ulama telah memberitahukan bahwa taubat itu baru bernilai jika telah memenuhi beberapa syarat, yaitu;
Segera menghentikan kemaksiatan yang dikerjakannya.
Menyesal atas perbuatan dosa yang dilakukannya.
Berniat sungguh-sungguh untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya tersebut.
Dan Jika dosanya berkaitan dengan hak-hak adami maka ia harus mengembalikan hak orang yang telah dizaliminya.
Tanpa itu semua maka taubat kita baru sebatas omongan belaka, tanpa  ada buktinya.
Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam merupakan teladan bagi orang-orang beriman dalam segala hal. Beliau teladan dalam hal dzikrullah (mengingat Allah). Sehingga suatu ketika Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu’anha pernah memberi kesaksian.  
    عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ

    كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ اللَّهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ


Aisyah radhiyallahu’anha berkata: ”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam senantiasa mengingat ALLAH dalam setiap keadaan.”
(HR. Bukhari)

Lalu dalam hadits yang lain putera Umar bin Khattab radhiyallahu’anhuma bersaksi bahwa beliau benar-benar menghitung dalam satu kali duduk dalam suatu majelis Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam tidak kurang dari seratus kali memohon ampun dan bertaubat kepada Allah.

Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma berkata: “Sesungguhnya kami benar-benar menghitung dzikir Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam dalam satu kali majelis (pertemuan), beliau mengucapkan 100 kali (istighfar dalam majelis): “Ya Rabb, ampunilah aku, terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat dan Maha Penyayang.” (HR Abu Dawud 1295)


Kebiasaan Rasulullah shollallahu ’alaihi wa sallam berdzikir mengingat Allah dalam setiap keadaan serta memohon ampunan Allah menunjukkan betapa seriusnya beliau dalam upaya menjalin hubungan dengan Allah Rabbul ‘aalamien. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam tidak ingin melewatkan sesaatpun tanpa mengingat Allah dan memohon ampunanNya. Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ingin menunjukkan kepada para pengikutnya bahwa seorang yang mengaku beriman sudah sepatutnya memperbanyak mengingat Allah.
Sebab semakin sering mengingat Allah berarti akan semakin tenteram hati seseorang.

الَّذِينَ آَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ


”(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingai Allah-lah hati menjadi tenteram.”
(QS Ar-Ra’du ayat 28)

Ketenteraman Nabi shallallaahu ’alaihi wa sallam dan orang-orang beriman muncul ketika sedang mengingat ALLAH.
Dan ALLAH menyuruh orang-orang beriman untuk mengingat ALLAH sebanyak mungkin.
Tidak seperti orang-orang munafik yang sedikit sekali dalam mengingat ALLAH. Mereka tidak merasa perlu untuk sering apalagi banyak mengingat ALLAH. Mereka mengerjakan sholat dengan kemalasan dan dengan niat hanya untuk dilihat dan dipuji manusia.
Pada hakikatnya orang-orang munafik kalaupun mengingat ALLAH, maka mereka hanya dzikir dengan jumlah yang sangat sedikit dan tidak berarti.


 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرً


”Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.”
(QS Al-Ahzab ayat 41)

  
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى
الصَّلَاةِ قَامُوا
  كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا
 

”Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu ALLAH, dan ALLAH akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka mengingat ALLAH kecuali sedikit sekali.”
(QS AN-Nisa ayat 142) 
Sahabat"...
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam merupakan hamba ALLAH yang gemar memohon ampunan ALLAH dan selalu bertaubat kepadaNYA.
Nabi shallallahu ’alaihi wasallam ingin mendidik ummatnya agar selalu menghayati bahwa manusia selalu dalam keadaan banyak berbuat dosa, Sehingga manusia selalu membutuhkan ampunan ALLAH.
Manusia selalu dalam keadaan cenderung menyimpang dari jalan yang lurus, Sehingga manusia perlu untuk selalu bertaubat (kembali) kepada ALLAH dengan menempuh Jalan yang telah ditunjukkan ALLAH melalui Al Qur'an dan RasulNYA Muhammad Shallallaahu 'alaihi wasallam.
Rasulullah shallallaahu ’alaihi wa sallam mengajarkan suatu lafadz do'a yang disebut Sayyidul Istighfar (Penghulu Istighfar)  untuk memotivasi umat yang beriman kepada ALLAH.
Barangsiapa yang setiap hari membiasakan dirinya membaca do'a tersebut dengan penuh keyakinan, maka Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjaminnya sebagai penghuni surga di akhirat kelak.

 Dalam Shahih al-Bukhari, Kitab ad-Da'awat, Bab Afdhal al-Istighfar, 11/97, no. 6306. Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu 'anhu, dari Nabi Shallallaahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda,
    سَيِّدُ الاِسْتِغْفَارِ أَنْ يَقُوْلَ الْعَبْدُ: اللّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِي، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.مَنْ قَالَهَا بِالنَّهَارِ مُوْقِنًا بِهَا، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِيَ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوْقِنٌ بِهَا، فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ.
"Penghulu istighfar adalah ucapan seorang hamba,
"Ya ALLAH, ENGKAU adalah Rabbku.
Tiada ALLAH selain ENGKAU.
ENGKAU telah menciptakan aku, dan aku adalah hambaMU
dan aku akan berusaha menepati ikrar dan janjiku kepadaMU dengan segenap kekuatan yang aku miliki.
Aku berlindung kepadaMu dari keburukan perbuatanku.
Aku mengakui betapa besar nikmat-nikmatMU yang tercurah kepadaku
dan aku tahu dan sadar betapa banyak dosa yang telah aku lakukan.
Karenanya, ampunilah aku. Tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain ENGKAU.”
Siapa saja yang mengucapkannya dengan yakin pada siang hari, lalu dia meninggal hari itu sebelum sore hari, maka dia termasuk penduduk surga. Dan siapa saja yang mengucapkannya dengan yakin pada malam hari, lalu dia meninggal sebelum Shubuh, maka dia termasuk penduduk surga."
 (Hadits Shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 6306 dan 6323), at-Tirmidzi (no. 3393), an-Nasa’i (no. 5522) dan lain-lain.)

Sahabat"...
Setelah kita mengetahui bacaan sayyidul istighfar, alangkah baiknya, jika kita tidak hanya sekedar menghafalkan doa-doa tersebut, tapi juga memahami dan merenungi makna dari setiap lafadznya, sekaligus mengetahui juga akan makna yang ter kandung didalamnya serta keutamaan dari do'a tersebut.


Insya ALLAH, Penjelasan dari do'a Sayyidul Istighfar tersebut adalah sebagai berikut :

Allahumma anta rabbii 
(Ya ALLAH sesungguhnya ENGKAU adalah Rabb-ku
Maksudnya, kita mengakui bahwa ALLAH adalah pencipta dan pemelihara kita.
Karena Rabb berarti : pencipta ,pemilik dan pemelihara.
Pengakuan seperti ini disebut dengan ” Tauhid Rububiyah ” .
Maka, do'a itu kalau kita panjangkan, kira-kira berbunyi begini :
” Ya ALLAH sesungguhnya ENGKAU adalah Rabb-Ku, Dzat Yang menciptakanku.
Dulu diriku tidak ada, hanya dengan izin-MU aku menjadi ada dan masih hidup di dunia ini.
ENGKAU adalah Rabb-ku, Dzat Yang memeliharaku.
dulu aku kecil, tidak bisa apa-apa dan tidak tahu apa-apa, hanya dengan Inayah dan Perhatian-MU, sehingga aku menjadi besar dan tahu banyak hal.
ENGKAU lah Yang memberikan-ku rizki sehingga sampai sekarang aku bisa makan dan minum….

Laa ilaaha illaa anta
(tidak ada ALLAH selain ENGKAU),
Maksudnya, kita mengakui dan menyatakan bahwa di alam ini tidak ada yang berhak disembah kecuali ALLAH Subhanahu wa ta'ala.
Karena ” ilah ” berarti : sesuatu yang disembah , sesuatu yang dijadikan gantungan dan sandaran, sesuatu yang dituju dan dicari ketika terjadi kesulitan.
Pengakuan seperti ini disebut dengan ”Tauhid Uluhiyah”.
Jadi doa ini kalau dipanjangkan kira-kira berbunyi : ” Tiada yang berhak disembah dan dimintai kecuali ENGKAU ya ALLAH.
Aku tidak akan meminta hajat kecuali kepada-MU ya ALLAH,
tiada akan meminta bantuan kecuali kepada-MU ya ALLAH,
tiada minta kesembuhan kecuali kepada-MU ya ALLAH,
tiada memohon ampun kecuali kepada-MU ya ALLAH,
tiada memohon jalan keluar dalam seluruh masalah kecuali kepadaMU ya ALLAH.

Inilah inti dari seluruh ibadat kita.
Kita shalat, berpuasa,membayar zakat dan kita melakukan ibadah haji, semuanya berisi ketundukan kepada ALLAH Subhanahu wa ta'ala.
Maka, tiada artinya kita shalat tiap hari, tapi kita masih memohon perlindungan kepada selain ALLAH,
kita masih memberikan sesajen di pojok-pojok jalan, di bawah-bawah pohon beringin , di tepi-tepi pantai selatan, di lereng-lereng gunung, yang bertujuan untuk kita persembahkan kepada jin penunggu tempat-tempat tersebut.
Tiada artinya kita haji sepuluh atau dua puluh kali, tetapi kita masih datang ke dukun-dukun untuk meminta jodoh, meminta keturunan, meminta pelaris dan meminta jabatan.

Kholaqtanii wa ana ‘abduka  
(ENGKAU telah menciptakanku, sedang aku adalah hamba-MU)
 ENGKAU adalah Dzat Yang menciptakan seluruh alam ini, aku hanyalah seorang hamba yang tidak mempunyai kekuatan apa-apa, kecuali dengan bantuan-MU.
hamba yang tidak mempunyai apa-apa kecuali dengan pemberian-MU ya ALLAH.

Wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatho’thu
(dan aku akan berusaha memenuhi Ikrar dan janjiku kepada-MU dengan segenap kekuatan yang kumiliki)

Al ‘Ahdu ( Janji kita kepada ALLAH ) adalah kita mengakui bahwa ALLAH adalah Rabb kita,
kita telah berjanji kepada ALLAH, bahwa kita akan melaksanakan seluruh perintahNYA dan menjauhi semua larangan-NYA.
Janji ini pernah kita sampaikan kepada ALLAH sewaktu kita berada di sulbi Adam, sebagaimana yang pernah disampaikan ALLAH Subhanahu wa ta'ala dalam firman-NYA :

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي آدَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنفُسِهِمْ أَلَسْتَ بِرَبِّكُمْ قَالُواْ بَلَى شَهِدْنَا أَن تَقُولُواْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan ALLAH mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah AKU ini Rabb-mu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau TUHAN kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keEsaan TUHAN)”
( Qs. Al A’raf : 172 )

Maka do’a tersebut kalau kita panjangkan maka berbunyi :
” Ya ALLAH, aku dulu pernah berjanji kepada-MU sewaktu masih di sulbi Adam, untuk mentaati segala perintah-MU dan menjauhi segala larangan-MU.
Maka akan aku penuhi janjiku tersebut menurut kemampuan dan kekuatanku ya ALLAH.

Adapun ” al Wa’du “ ( Janji ALLAH kepada kita ) adalah bahwa ALLAH akan memberikan pahala bagi yang taat dan memberikan hukuman bagi yang bermaksiat.
Maka do'a itu kalau kita panjangkan, maka bunyinya,
” Ya ALLAH aku juga membenarkan janji-MU, bahwa ENGKAU akan memberikan pahala bagi yang taat dan memberikan hukuman bagi yang bermaksiat, oleh karena itu aku akan mentaatimu ya ALLAH dan meninggalkan larangan-larangan-MU menurut kekuatan dan kemampuanku. ”

A’uudzubika min syarri maa shona’thu
(aku berlindung kepada-MU dari keburukan perbuatanku)
Sahabat"... 
Kita harus selalu berlindung kepada ALLAH dari perbuatan jelek kita.
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam sendiri selalu mengajarkan kepada kita agar selalu berlindung kepada ALLAH dari kejahatan jiwa kita dan kejelekan amalan kita.
Ini sangat terlihat secara jelas di dalam setiap khutbahnya ketika beliau Shallallaahu 'alaihi wasallam berdo’a :

” Dan kami berlindung kepada ALLAH dari kejahatan jiwa kami dan kejelekan amalan kami ”

Jiwa manusia selalu membisikan kejelekan, makanya kita dianjurkan untuk selalu berlindung kepada ALLAH dari bisikannya,
sebagaimana firman ALLAH Subhanahu wa ta'ala melaui lisan istri pejabat yang pernah merayu nabi Yusuf alaihissalam :
وَمَا أُبَرِّىءُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلاَّ مَا رَحِمَ رَبِّيَ إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَّحِيمٌ
” Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi Rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang Sesungguhnya jiwa ini selalu menyuruh kejelekan ”
( Qs Yusuf : 53 )
Abuu-u laka bini’matika ‘alayya
(Aku mengakui betapa besar nikmat-nikmatMU yang tercurah kepadaku)

Nikmat yang diberikan ALLAH kepada kita sangat banyak sekali, karena terlalu banyaknya, sehingga kita tidak bisa menghitungnya,
sebagaimana firman ALLAH Subhanahu wa ta'ala :
وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ الإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
”Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat ALLAH, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat ALLAH )”
( QS. Ibrahim : 34 )

Seorang hamba yang merasa dan mengakui adanya nikmat tersebut, tentunya akan terus bersyukur.
Kalau do’a tersebut dipanjangkan , maka akan berbunyi :
” Ya ALLAH , aku mengakui bahwa nikmat-nikmat yang Engkau berikan kepadaku sangat banyak sekali, nikmat kehidupan, tanpa ijin-MU tidak mungkin aku bisa hidup di dunia ini, nikmat anggota badan yang lengkap, seandainya saja salah satu anggota badan ini ENGKAU cabut …ya ALLAH , tentunya aku akan mendapatkan kesusahan,
Terimakasih ya ALLAH, atas Limpahan nikmat ini, apa yang harus aku berikan pada MU, ya ALLAH, demi mensyukuri segala nikmat ini,
begitu juga nikmat kesehatan yang ENGKAU berikan kepadaku, sehingga aku bisa mengerjakan aktivitas sehari-hari dan bisa bekerja dengan baik, jika kesehatan ini ENGKAU cabut ya ALLAH, tentunya aku akan mendapatkan kesusahan…terimaksih ya ALLAH atas segala nikmat ini.”

Wa abuu-u   bidzanbii
(dan aku tahu dan sadar betapa banyak dosa yang telah aku lakukan.)

Mengakui dosa merupakan syarat diterimanya sebuah istighfar dan taubat.
Oleh karenanya, orang yang berdoa harus merasa rendah dan hina di hadapan ALLAH, harus merasa bahwa dirinya adalah makhluk yang berlumuran dosa dan maksiat, makhluk yang kecil yang tidak mempunyai daya apa-apa.
Sebaliknya dia harus mengakui bahwa ALLAH adalah Maha Suci, Maha Perkasa, Dzat Yang Mampu melakukan apa saja…

Oleh sebab itulah, orang yang takabbur dan sombong jarang mau bertaubat, karena merasa dirinya adalah makhluk yang suci dan tidak pernah salah.
Orang seperti ini biasanya hatinya keras dan kasar terhadap sesama.
Berbeda dengan orang yang selalu mengucapkan dan merenungi do'a Sayyidul Istighfar ini hatinya selalu lembut,  mudah menerima nasehat, mudah terharu dan mudah menangis karena selalu ingat akan dosa-dosanya,
dan yang paling penting marikita selalu beristighfar dan banyak bertaubat.

Faghfirlii fainnahuu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta
(Karenanya, ampunilah aku. Tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain ENGKAU)


Keutamaan Do’a Sayyidul Istighfar

“Barangsiapa yang membaca do'a ini di sore hari dan dia betul-betul meyakini ucapannya, lalu dia meninggal dunia pada malam harinya, maka dia termasuk penghuni surga.
Barangsiapa yang membaca do'a ini di pagi hari dan dia betul-betul meyakini ucapannya, lalu dia meninggal dunia pada siang harinya, maka dia termasuk penghuni surga.”
(Hadits Shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari , at-Tirmidzi, an-Nasa’i dan lainnya.)

Sahabat"...
Hadits di atas menjelaskan secara gamblang bahwa barang siapa yang mengucapkan atau membaca do'a Sayyidul Istighfar dengan menyakini isinya, maka ALLAH akan memasukkannya ke dalam syurga.
Kenapa bisa begitu ?

Pertama    :    Karena dia sudah menyatakan ke –Esaan ALLAH ( bertauhid ) dari hatinya yang paling dalam serta menyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali ALLAH Subhanahu wa ta'ala.

Kedua         :     Karena dia sudah beristighfar dan memohon ampun atas segala dosa-dosanya.

Ketiga     :     Setelah hatinya kosong dari dosa dan diisi dengan tauhid, tiba-tiba dia mati pada hari itu juga, maksudnya dia belum sempat mengerjakan dosa-dosa lagi, maka tentunya orang seperti ini termasuk ahli syurga.
Sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam :
ن لقي الله تعالى لا يشرك به شيئاً دخل الجنة

” Barang siapa yang bertemu dengan ALLAH dalam keadaan tidak menyekutukanNYA dengan sesuatu, niscaya ia akan masuk syurga ”
( HR Ahmad )

Ini dikuatkan juga dengan hadits lain bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda :

” Barang siapa yang akhir dari perkataannya : La ilaha illallaah , niscaya ia akan masuk syurga . ”


Wallaahu a'lamu bish-shawab
Sahabat"...
Sebagai penutup, Mari kita Resapi lagi beberapa Ayat dan Hadits berikut ini:
    وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِىِّ وَاْلإِبْكَارِ
"Dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Rabbmu pada waktu petang dan pagi."
(QS. Al-Mukmin: 55).


    وَاسْتَغْفِرْ لِذَنبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
"Dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang Mukmin, laki-laki dan perempuan."
(QS. Muhammad: 19).


    وَاسْتَغْفِرِ اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا
    [النساء/106]
"Dan mohonlah ampun kepada ALLAH. Sesungguhnya ALLAH Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(QS. An-Nisa: 106).


    وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ
"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat kepada ALLAH, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain ALLAH. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui."
(QS. Ali Imran: 135).


    وَمَن يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللهَ يَجِدِ اللهَ غَفُورًا رَّحِيمًا
"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia mohon ampun kepada ALLAH, niscaya ia mendapati ALLAH Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(QS. An-Nisa: 110).

dari Anas radhiyallahu 'anhu, dia berkata, saya mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,
      قَالَ اللهُ تعالى : يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي، غَفَرْتُ لَك مَا كَانَ مِنْكَ وَلاَ أُبَالِيْ. يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ، ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِيْ، غَفَرْتُ لَكَ. يَا ابْنَ آدَمَ! لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطَايَا، ثُمَّ أَتَيْتَنِي لاَ تُشْرِكُ بِي شَيْئًا، لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً.
"ALLAH Ta’ala berfirman, 'Wahai anak cucu Adam, sesungguhnya kamu, selama masih berdoa kepadaKU dan mengharapkanKU, niscaya AKU akan mengampuni segala dosamu (sebanyak apapun) dan AKU tidak peduli.
Wahai anak cucu Adam, kalau seandainya dosamu (menumpuk) mencapai awan di langit kemudian kamu meminta ampun kepadaKU, niscaya AKU mengampuni segala dosamu.
Wahai anak cucu Adam, kalau seandainya kamu mendatangiKU dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian kamu mendatangiKU, dengan tidak menyekutukanKU dengan sesuatu, niscaya AKU akan memberikan ampunan sepenuh bumi'." 
(HR. at Tirmidzi)

dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu, dia berkata,
"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
    مَنْ لَزِمَ الاِسْتِغْفَارَ، جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيْقٍ مَخْرَجًا، وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ.
'Barangsiapa yang membiasakan diri beristighfar (memohon ampunan), maka ALLAH menjadikan jalan keluar baginya dari segala kesempitan, dan memberikan jalan keluar dari segala kesedihan, serta DIA memberinya Rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka'.
(HR. Abu Dawud & Ibnu Majah)

 dari Abdullah bin Busr radhiyallahu 'anhu, dia berkata, "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
    طُوْبَى لِمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيْفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيْرًا.
'Beruntunglah bagi orang yang mendapatkan dalam shahifah (catatan amalan)nya istighfar yang banyak'.
(HR. Ibnu Majah)


      رَبِّ اغْفِرْ لِيْ، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.
"Ya Rabb, ampunilah aku, terimalah taubatku, sesungguhnya ENGKAU lah Maha penerima Taubat lagi Maha Penyayang."