Mutiara Tiga Kata
Suatu hari Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam mengunjungi para sahabat radhiyallaahu 'anhu,
Beliau bertanya: Bagaimana keadaan kalian?
Para sahabat menjawab: Kami beriman kepada Allah
Rasul shallallaahu 'alaihi wasallam: Apa bukti iman kalian?
Sahabat: Kami bersabar atas cobaan
Kami bersyukur atas limpahan kehidupan
Dan kami rela apa pun anugerah Tuhan
Rasul: Demi Dzat Yang menguasai Ka’bah
Sungguh kalian mukmin sejati
hambakan diri kepada Allah
Dengan ikhlas dan sepenuh hati Jika kalian belum mampu rela
Jalankanlah dengan lapang dada
Sebab sesuatu yang kalian cela
Bisa jadi banyak kebaikannya
Sahabat: Kami bersabar atas cobaan
Kami bersyukur atas limpahan kehidupan
Dan kami rela apa pun anugerah Tuhan
Rasul: Demi Dzat Yang menguasai Ka’bah
Sungguh kalian mukmin sejati
hambakan diri kepada Allah
Dengan ikhlas dan sepenuh hati Jika kalian belum mampu rela
Jalankanlah dengan lapang dada
Sebab sesuatu yang kalian cela
Bisa jadi banyak kebaikannya
Allah berfirman kepada para Nabi:
Barangsiapa berjumpa dengan-Ku
Sedang la mencintai-Ku
Akan kumasukkan ia ke taman surga-Ku
Barangsiapa berjumpa dengan-Ku
Sedang ia takut akan siksa-Ku
Akan Kujauhkan ia dari api neraka-Ku
Dan barangsiapa berjumpa dengan-Ku
Dengan malu-malu
Akan kubuat lupa malaikat-Ku, untuk menyiksanya
Barangsiapa berjumpa dengan-Ku
Sedang la mencintai-Ku
Akan kumasukkan ia ke taman surga-Ku
Barangsiapa berjumpa dengan-Ku
Sedang ia takut akan siksa-Ku
Akan Kujauhkan ia dari api neraka-Ku
Dan barangsiapa berjumpa dengan-Ku
Dengan malu-malu
Akan kubuat lupa malaikat-Ku, untuk menyiksanya
Ibnu Mas’ud mengatakan:
Taatilah sepenuhnya perintah Allah
Sungguh engkau insan yang paling berbakti
Jauhilah semua larangan Allah
Sungguh engkau insan zuhud nan suci
Dan terimalah dengan rela pemberian Allah
Sungguh engkau insan kaya di bumi
Taatilah sepenuhnya perintah Allah
Sungguh engkau insan yang paling berbakti
Jauhilah semua larangan Allah
Sungguh engkau insan zuhud nan suci
Dan terimalah dengan rela pemberian Allah
Sungguh engkau insan kaya di bumi
Ketika Shaleh al-Marqadi melewati
sebuah perkampungan sunyi
la bertanya: wahai puing-puing desa
Di manakah pendudukmu, di manakah generasimu
Dan di manakah penghunimu dahulu
Terdengarlah suara menjawab:
Mereka telah binasa, jasadnya musnah ditelan bumi
Sedang tanggung jawab mereka belum jua terlunasi
sebuah perkampungan sunyi
la bertanya: wahai puing-puing desa
Di manakah pendudukmu, di manakah generasimu
Dan di manakah penghunimu dahulu
Terdengarlah suara menjawab:
Mereka telah binasa, jasadnya musnah ditelan bumi
Sedang tanggung jawab mereka belum jua terlunasi
Ali radhiyallaahu 'anhu mengatakan:
Berilah hadiah sesukamu pada siapa saja
Niscaya engkau menjadi rajanya
Minta-mintalah jika engkau mau pada siapa saja
Niscaya engkau menjadi budaknya
Dan mandirilah dari ketergantungan pada siapa saja
Niscaya engkau sederajat dengannya
Berilah hadiah sesukamu pada siapa saja
Niscaya engkau menjadi rajanya
Minta-mintalah jika engkau mau pada siapa saja
Niscaya engkau menjadi budaknya
Dan mandirilah dari ketergantungan pada siapa saja
Niscaya engkau sederajat dengannya
Yahya bin Mu’adz berkata:
Memilih duniawi akan lupa ukhrawi
Cinta duniawi akan benci ukhrawi
Dan benci duniawi akan cinta ukhrawi
Memilih duniawi akan lupa ukhrawi
Cinta duniawi akan benci ukhrawi
Dan benci duniawi akan cinta ukhrawi
Ibrahim bin Adham pernah ditanya:
Mengapa engkau tinggalkan hartamu
Padahal engkau kaya raya?
la menjawab :
Aku melihat alam kubur,
Betapa la menggelisahkan
Sedangkan aku tak punya pelipur
Aku memandang arah perjalanan, betapa jauh nian
Sedang aku tak punya cukup perbekalan
Dan aku dapati Dzat Maha Memaksa
Begitu mudahnya putuskan perkara
Sedang aku tak punya cara, untuk
menangkal putusannya
Mengapa engkau tinggalkan hartamu
Padahal engkau kaya raya?
la menjawab :
Aku melihat alam kubur,
Betapa la menggelisahkan
Sedangkan aku tak punya pelipur
Aku memandang arah perjalanan, betapa jauh nian
Sedang aku tak punya cukup perbekalan
Dan aku dapati Dzat Maha Memaksa
Begitu mudahnya putuskan perkara
Sedang aku tak punya cara, untuk
menangkal putusannya
Sufyan ats-Tsauri pernah ditanya:
Mengapa engkau tenang di sisi Allah?
la menjawab: Janganlah engkau merasa aman
Dengan wajahmu yang tampan
Dengan suaramu yang indah
Serta lisanmu yang fasih
Mengapa engkau tenang di sisi Allah?
la menjawab: Janganlah engkau merasa aman
Dengan wajahmu yang tampan
Dengan suaramu yang indah
Serta lisanmu yang fasih
Ibnu Abbas berkata:
Kata “zuhud” terdiri dari tiga huruf.- Za ; Ha’ dan Dal
Za’: Zadun lil Ma’ad (bekal menuju hari kembali)
Ha’: Hudan lid-Din (petunjuk menuju jalan Ilahi)
Dal: Dawamun ‘ala Tha’ah (selalu taat dan berbakti)
Pada kesempatan yang lain Ibnu Abbas mengatakan:
Za’: Tarkuz-Zinah (meninggalkan menghias raga)
Ha’: Tarkul-Hawa (meninggalkan kesenangan jiwa)
Dal: Tarkud-Dunya (meninggalkan harta benda)
Kata “zuhud” terdiri dari tiga huruf.- Za ; Ha’ dan Dal
Za’: Zadun lil Ma’ad (bekal menuju hari kembali)
Ha’: Hudan lid-Din (petunjuk menuju jalan Ilahi)
Dal: Dawamun ‘ala Tha’ah (selalu taat dan berbakti)
Pada kesempatan yang lain Ibnu Abbas mengatakan:
Za’: Tarkuz-Zinah (meninggalkan menghias raga)
Ha’: Tarkul-Hawa (meninggalkan kesenangan jiwa)
Dal: Tarkud-Dunya (meninggalkan harta benda)
Hamid al-Laqqaf berkata kepada seseorang
yang mendatanginya:
Bungkuslah agamamu
Seperti halnya engkau bungkus mushafmu
Dengan menjalani tiga perilaku
Bicaralah seperlunya
Milikilah harta secukupnya
Dan bergaullah sekadarnya
Kemudian ketahuilah
Sumber sikap zuhud adalah:
Menjauhi segala larangan
Menjalani semua kewajiban
Dan meninggalkan paham kebendaan
yang mendatanginya:
Bungkuslah agamamu
Seperti halnya engkau bungkus mushafmu
Dengan menjalani tiga perilaku
Bicaralah seperlunya
Milikilah harta secukupnya
Dan bergaullah sekadarnya
Kemudian ketahuilah
Sumber sikap zuhud adalah:
Menjauhi segala larangan
Menjalani semua kewajiban
Dan meninggalkan paham kebendaan
Luqman al-Hakim bertutur pada anaknya:
Anakku,
Diri manusia dibagi menjadi tiga
Sepertiga pertama untuk Allah, ialah alat kelaminnya
Sepertiga kedua untuk dirinya, ialah amal perbuatannya
Dan sepertiga berikutnya untuk cacing tanah,
Ialah jasad raganya
Anakku,
Diri manusia dibagi menjadi tiga
Sepertiga pertama untuk Allah, ialah alat kelaminnya
Sepertiga kedua untuk dirinya, ialah amal perbuatannya
Dan sepertiga berikutnya untuk cacing tanah,
Ialah jasad raganya
Ali radhiyallaahu 'anhu berkata:
Tiga amalan dapat mempermudah hafalan
Dan menghilangkan dahak di tenggorokan
Ialah siwak, puasa dan membaca al-Qur’an
Tiga amalan dapat mempermudah hafalan
Dan menghilangkan dahak di tenggorokan
Ialah siwak, puasa dan membaca al-Qur’an
Seorang filosuf berkata:
Tiga elemen istana Allah
Sakit, fakir dan sabar
Tiga elemen istana Allah
Sakit, fakir dan sabar
Ibnu Abbas pernah ditanya:
Hari, bulan dan perbuatan apa yang terbaik
menurut Anda?
la menjawab: Hari Jum’at, bulan Ramadhan
Dan shalat lima waktu tepat pada waktunya
Ibnu Abbas meninggal pada hari Jum’at.
Tiga hari berikutnya Sayyidina Ali
mendengar kabar bahwa Ibnu
Abbas pernah ditanya tentang hari,
bulan dan perbuatan apa yang terbaik
beserta jawabannya di atas.
Kemudian Ali radhiyallaahu 'anhu mengatakan:
Andai saja seluruh ulama dari dunia
Timur hingga belahan dunia Barat ditanya persoalan tadi,
tentu jawaban mereka akan sama dengan Ibnu Abbas;
hanya saja aku akan menjawab lain:
Sebaik-balk amal ialah
Amal yang diterima oleh Allah
Sebaik-baik bulan ialah
Bulan dimana engkau bertobat kepada Allah
Dan sebaik-balk hari ialah
Hari dimana engkau mati,
dengan tetap iman kepada Allah
Hari, bulan dan perbuatan apa yang terbaik
menurut Anda?
la menjawab: Hari Jum’at, bulan Ramadhan
Dan shalat lima waktu tepat pada waktunya
Ibnu Abbas meninggal pada hari Jum’at.
Tiga hari berikutnya Sayyidina Ali
mendengar kabar bahwa Ibnu
Abbas pernah ditanya tentang hari,
bulan dan perbuatan apa yang terbaik
beserta jawabannya di atas.
Kemudian Ali radhiyallaahu 'anhu mengatakan:
Andai saja seluruh ulama dari dunia
Timur hingga belahan dunia Barat ditanya persoalan tadi,
tentu jawaban mereka akan sama dengan Ibnu Abbas;
hanya saja aku akan menjawab lain:
Sebaik-balk amal ialah
Amal yang diterima oleh Allah
Sebaik-baik bulan ialah
Bulan dimana engkau bertobat kepada Allah
Dan sebaik-balk hari ialah
Hari dimana engkau mati,
dengan tetap iman kepada Allah
Seorang penyair mengatakan:
Tidakkah engkau melihat
Bagaimana siang dan malam menggodaku
Sedang aku selalu bermain dalam kesendirianku
Dan bersama orang-orang di sekitarku
Wahai
Jangan pernah engkau tergiur keelokan dunia
Sebab la bukanlah tempat tinggal yang sesungguhnya
Berbuatlah untuk dirimu sendiri
Sebelum engkau dijemput mati
Dan jangan pernah engkau tertipu
Lantaran banyak teman mengitarimu
Tidakkah engkau melihat
Bagaimana siang dan malam menggodaku
Sedang aku selalu bermain dalam kesendirianku
Dan bersama orang-orang di sekitarku
Wahai
Jangan pernah engkau tergiur keelokan dunia
Sebab la bukanlah tempat tinggal yang sesungguhnya
Berbuatlah untuk dirimu sendiri
Sebelum engkau dijemput mati
Dan jangan pernah engkau tertipu
Lantaran banyak teman mengitarimu
Sebuah maqalah mengatakan:
Apabila Allah menghendaki kebaikan
Atas seseorang hamba-Nya yang beriman
Maka dipintarkannyalah tentang agama
Dia zuhudkan terhadap harta benda
Dan Dia sadarkan akan aibnya
Dalam sebuah pertemuan, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:
Kucintai tiga perkara dari dunia ini
Parfum, perempuan dan shalat
Apabila Allah menghendaki kebaikan
Atas seseorang hamba-Nya yang beriman
Maka dipintarkannyalah tentang agama
Dia zuhudkan terhadap harta benda
Dan Dia sadarkan akan aibnya
Dalam sebuah pertemuan, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:
Kucintai tiga perkara dari dunia ini
Parfum, perempuan dan shalat
Kemudian Abu Bakar radhiyallaahu 'anhu berkata:
Begitupun aku mencintai tiga hal dari dunia
Memandang wajah Rasulullah
Mendermakan harta kepada Rasulullah
Dan putriku (Aisyah) di bawah naungan Rasulullah
Begitupun aku mencintai tiga hal dari dunia
Memandang wajah Rasulullah
Mendermakan harta kepada Rasulullah
Dan putriku (Aisyah) di bawah naungan Rasulullah
Umar radhiyallaahu 'anhu menyela:
Engkau benar wahai Abu Bakar
Aku pun cinta tiga perkara dari dunia
Amar ma’ruf, nahi munkar,
Dan memakai pakaian rakyat jelata
Engkau benar wahai Abu Bakar
Aku pun cinta tiga perkara dari dunia
Amar ma’ruf, nahi munkar,
Dan memakai pakaian rakyat jelata
Mutiara Empat Kata
Abu Dzar,
Benahilah bahtera,
Sebab samudera hidup teramat dalam airnya
Siapkanlah bekal sebanyak-banyaknya
Sebab perjalanan diri masih teramat lama
Ringankanlah beban di pundakmu
Sebab jalan yang engkau tempuh terjal berliku
Dan sucikanlah perbuatanmu
Sebab penyelidik selalu saja mamantaumu
Seorang penyair berkata:
Adalah wajib bagi manusia,
Untuk bertobat dari dosa
Namun ada yang lebih wajib baginya,
Ialah meninggalkan dosa-dosa
Adalah berat bagi setiap insan
Untuk bertabah atas cobaan
Namun jauh lebih memberatkan
Jika ia tak punya pahala di sisi Tuhan
Adalah menakjubkan
Jika seorang hamba berbakti sepanjang hari
Namun lebih menakjubkan
Bila ada seorang abdi lupa diri
Adalah teramat dekat
Sesuatu yang akan terjadi
Namun jauh lebih dekat
Ajal datangnya mati
Seorang filosuf berkata:
Dari empat hal kebaikan
Muncul darinya empat hal yang lebih baik
Rasa malu bagi laki-laki adalah baik
Namun bagi perempuan, itu lebih baik
Bersikap adil bagi setiap orang adalah baik
Namun bagi penguasa, jauh lebih baik
Tobat oleh orang tua adalah balk
Namun oleh anak muda, jauh lebih baik
Murah hati bagi orang kaya adalah baik
Namun bagi orang miskin tentu lebih baik
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:
Ringankanlah beban di pundakmu
Sebab jalan yang engkau tempuh terjal berliku
Dan sucikanlah perbuatanmu
Sebab penyelidik selalu saja mamantaumu
Seorang penyair berkata:
Adalah wajib bagi manusia,
Untuk bertobat dari dosa
Namun ada yang lebih wajib baginya,
Ialah meninggalkan dosa-dosa
Adalah berat bagi setiap insan
Untuk bertabah atas cobaan
Namun jauh lebih memberatkan
Jika ia tak punya pahala di sisi Tuhan
Adalah menakjubkan
Jika seorang hamba berbakti sepanjang hari
Namun lebih menakjubkan
Bila ada seorang abdi lupa diri
Adalah teramat dekat
Sesuatu yang akan terjadi
Namun jauh lebih dekat
Ajal datangnya mati
Seorang filosuf berkata:
Dari empat hal kebaikan
Muncul darinya empat hal yang lebih baik
Rasa malu bagi laki-laki adalah baik
Namun bagi perempuan, itu lebih baik
Bersikap adil bagi setiap orang adalah baik
Namun bagi penguasa, jauh lebih baik
Tobat oleh orang tua adalah balk
Namun oleh anak muda, jauh lebih baik
Murah hati bagi orang kaya adalah baik
Namun bagi orang miskin tentu lebih baik
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:
Bintang-gemintang adalah pengaman,
Bagi penduduk di atas awan
Apabila la terpendar murai
Sungguh aku tak tahu apa yang akan terjadi
Ahli baitku adalah penjaga,
bagi seluruh ummat yang ada
Apabila mereka telah tiada, maka hukum Ilahi yang berbicara
Aku adalah pelindung, bagi sahabat-sahabatku kini
Jika nanti aku mait, di situlah hukum
Tuhan menggariskan
Gunung-gunung adalah pengukuh
Bagi penghuni bumi secara utuh
Jika pun nanti ia tercerai-berai
Terserah amar Allah akan menyikapi
Bagi penduduk di atas awan
Apabila la terpendar murai
Sungguh aku tak tahu apa yang akan terjadi
Ahli baitku adalah penjaga,
bagi seluruh ummat yang ada
Apabila mereka telah tiada, maka hukum Ilahi yang berbicara
Aku adalah pelindung, bagi sahabat-sahabatku kini
Jika nanti aku mait, di situlah hukum
Tuhan menggariskan
Gunung-gunung adalah pengukuh
Bagi penghuni bumi secara utuh
Jika pun nanti ia tercerai-berai
Terserah amar Allah akan menyikapi
Abu Bakar radhiyallaahu 'anhu berkata:
Empat hal akan sempurna
Dengan hadirnya empat perkara
Kesempurnaan shalat dengan sujud sahwi
Kesempurnaan puasa dengan zakati diri
Kesempurnaan haji dengan membayar fidyah
Dan kesempurnaan iman dengan jihad fi sabilillah
Empat hal akan sempurna
Dengan hadirnya empat perkara
Kesempurnaan shalat dengan sujud sahwi
Kesempurnaan puasa dengan zakati diri
Kesempurnaan haji dengan membayar fidyah
Dan kesempurnaan iman dengan jihad fi sabilillah
Abdullah bin Mubarak berkata;
Hak-hak shalat telah terpenuhi
Apabila seseorang telah menjalani
Dua belas rakaat sunnah dalam sehari
Hak-hak puasa telah terselesaikan
Apabila seseorang telah melaksanakan
tiga hari puasa sunnah dalam sebulan
Hak-hak baca telah terlunasi
Jika seseorang telah mengaji
seratus ayat al-Qur’an dalam sehari
Dan hak-hak sedekah telah tersalurkan
Apabila seseorang telah mendermakan
satu dirham hartanya dalam sepekan
Hak-hak shalat telah terpenuhi
Apabila seseorang telah menjalani
Dua belas rakaat sunnah dalam sehari
Hak-hak puasa telah terselesaikan
Apabila seseorang telah melaksanakan
tiga hari puasa sunnah dalam sebulan
Hak-hak baca telah terlunasi
Jika seseorang telah mengaji
seratus ayat al-Qur’an dalam sehari
Dan hak-hak sedekah telah tersalurkan
Apabila seseorang telah mendermakan
satu dirham hartanya dalam sepekan
Umar radhiyallaahu 'anhu berkata:
Ada empat macam lautan
Lautan dosa adalah hawa
Lautan syahwat adalah nafsu
Lautan usia adalah kematian
Dan lautan penyesalan adalah kuburan
Ada empat macam lautan
Lautan dosa adalah hawa
Lautan syahwat adalah nafsu
Lautan usia adalah kematian
Dan lautan penyesalan adalah kuburan
Utsman radhiyallaahu 'anhu berkata:
Aku dapati manusia berbakti
pada empat intisari berbakti
Menjalani perintah Ilahi
Menjauhi larangan Tuhan Yang Mahatinggi
Amar ma’ruf dan mengharap pahala
Serta nahi munkar dan menghindari murka
Empat keutamaan mengandung kewajiban
Bergaul orang saleh itu utama
Mengikuti jejaknya adalah kewajiban
Membaca al-Qur’an itu mulia
Mengaplikasikannya adalah sebuah keharusan
Ziarah kubur itu utama
Bersiap diri menuju ke sana adalah kewajiban
Menengok orang sakit itu mulia
Sedang meminta wasiat adalah keharusan
Apabila seseorang merindukan surga
la akan berlari menuju kebaikan
Apabila seseorang takut neraka
Ia tinggalkan segala keinginan
Jika seseorang yakin akan kematian
Musnahlah darinya rasa kenikmatan
Dan jika seseorang kenal betul akan dunia
Musibah baginya bukanlah suatu persoalan
Rasul shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:
Shalat adalah tiang agama
Amal sedekah padamkan murka
Puasa membuat selamat dari neraka
Dan jihad merupakan geraham agama
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman kepada seorang Nabi:
Diammu dari kebatilan
adalah puasa bagi-Ku
Menjaga anggota tubuhmu dari larangan
adalah shalat bagi-Ku
Kau pangkas tamakmu dari sesama insan
adalah sedekah bagi-Ku
Dan kau sirnakan bahaya dari manusia
adalah Jihad bagi-Ku
Abdullah bin Mas`ud radhiyallaahu 'anhu berkata:
Penyebab hati menjadi mati
Adalah terlalu banyak makan
Berteman dengan orang zalim dan ikut haluannya
Melupakan dosa-doa yang pernah dilakukan
Dan menumpuk tinggi angan-angan
Sedang penerang hati
Adalah makan sekadarnya
Berteman dengan orang-orang saleh dan mengikutinya
Ingat dosa yang pernah dilakukannya
Dan membangun harapan sesuai kemampuan
Hatim al-Asham berkata:
Adalah dusta
Orang yang mengaku cinta Allah
Tapi tak pernah peduli akan larangan-Nya
Orang yang mengaku cinta Rasul
Taip menelantarkan fakir miskin di sekitarnya
Orang yang mengaku takut neraka
Namun tak indahkan dosa-dosa
Dan orang yang mengaku cinta surga
Namun tak mau mendermakan hartanya
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:
Tanda-tanda orang celaka adalah
Lupa dosa masa lampau
Padahal Allah mencatatnya
Ingat kebaikannya yang telah lalu
Padahal belum tentu diterima
Dalam hal duniawi
Memandang orang yang setingkat di atasnya
Dan dalam hal ukhrawi
Memandang orang yang sederajat di bawahnya
Sedangkan tanda-tanda orang bahagia
Adalah ingat kesalahan yang dilakukan
Tidak mengagungkan kebaikan yang diamalkan
Dalam hal duniawi
Melihat betapa banyak orang yang di bawahnya
Dalam hal ukhrawi
Melihat betapa amal baktinya belum seberapa
Seorang filosuf berkata:
Empat panji-panji iman adalah
Takwa, rasa malu, syukur dan sabar
Aku dapati manusia berbakti
pada empat intisari berbakti
Menjalani perintah Ilahi
Menjauhi larangan Tuhan Yang Mahatinggi
Amar ma’ruf dan mengharap pahala
Serta nahi munkar dan menghindari murka
Empat keutamaan mengandung kewajiban
Bergaul orang saleh itu utama
Mengikuti jejaknya adalah kewajiban
Membaca al-Qur’an itu mulia
Mengaplikasikannya adalah sebuah keharusan
Ziarah kubur itu utama
Bersiap diri menuju ke sana adalah kewajiban
Menengok orang sakit itu mulia
Sedang meminta wasiat adalah keharusan
Apabila seseorang merindukan surga
la akan berlari menuju kebaikan
Apabila seseorang takut neraka
Ia tinggalkan segala keinginan
Jika seseorang yakin akan kematian
Musnahlah darinya rasa kenikmatan
Dan jika seseorang kenal betul akan dunia
Musibah baginya bukanlah suatu persoalan
Rasul shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:
Shalat adalah tiang agama
Amal sedekah padamkan murka
Puasa membuat selamat dari neraka
Dan jihad merupakan geraham agama
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman kepada seorang Nabi:
Diammu dari kebatilan
adalah puasa bagi-Ku
Menjaga anggota tubuhmu dari larangan
adalah shalat bagi-Ku
Kau pangkas tamakmu dari sesama insan
adalah sedekah bagi-Ku
Dan kau sirnakan bahaya dari manusia
adalah Jihad bagi-Ku
Abdullah bin Mas`ud radhiyallaahu 'anhu berkata:
Penyebab hati menjadi mati
Adalah terlalu banyak makan
Berteman dengan orang zalim dan ikut haluannya
Melupakan dosa-doa yang pernah dilakukan
Dan menumpuk tinggi angan-angan
Sedang penerang hati
Adalah makan sekadarnya
Berteman dengan orang-orang saleh dan mengikutinya
Ingat dosa yang pernah dilakukannya
Dan membangun harapan sesuai kemampuan
Hatim al-Asham berkata:
Adalah dusta
Orang yang mengaku cinta Allah
Tapi tak pernah peduli akan larangan-Nya
Orang yang mengaku cinta Rasul
Taip menelantarkan fakir miskin di sekitarnya
Orang yang mengaku takut neraka
Namun tak indahkan dosa-dosa
Dan orang yang mengaku cinta surga
Namun tak mau mendermakan hartanya
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:
Tanda-tanda orang celaka adalah
Lupa dosa masa lampau
Padahal Allah mencatatnya
Ingat kebaikannya yang telah lalu
Padahal belum tentu diterima
Dalam hal duniawi
Memandang orang yang setingkat di atasnya
Dan dalam hal ukhrawi
Memandang orang yang sederajat di bawahnya
Sedangkan tanda-tanda orang bahagia
Adalah ingat kesalahan yang dilakukan
Tidak mengagungkan kebaikan yang diamalkan
Dalam hal duniawi
Melihat betapa banyak orang yang di bawahnya
Dalam hal ukhrawi
Melihat betapa amal baktinya belum seberapa
Seorang filosuf berkata:
Empat panji-panji iman adalah
Takwa, rasa malu, syukur dan sabar
Mutiara Lima Kata
Orang yang memandang rendah lima Manusia ia merugi akan lima hal
memandang rendah Ulama, rugi tentang agama
memandang rendah Penguasa, rugi tentang dunia
memandang rendah Tetangga, rugi akan bantuannya
memandang rendah Saudara, rugi akan darmanya
dan memandang rendah Keluarga, rugi akan harmonisnya
memandang rendah Penguasa, rugi tentang dunia
memandang rendah Tetangga, rugi akan bantuannya
memandang rendah Saudara, rugi akan darmanya
dan memandang rendah Keluarga, rugi akan harmonisnya
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:
Akan datang suatu masa dimana ummatku mencinta lima hingga mereka lupakan lima
cinta dunia, lupa alam baka
cinta tanah subur, lupa alam kubur
cinta harta benda, lupa hisab amalnya
cinta anak istri, lupa bidadari dan
cinta diri sendiri, lupa pada Ilahi
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:
cinta dunia, lupa alam baka
cinta tanah subur, lupa alam kubur
cinta harta benda, lupa hisab amalnya
cinta anak istri, lupa bidadari dan
cinta diri sendiri, lupa pada Ilahi
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda:
Allah berikan lima upaya dan disediakan-Nya imbalan lima
Allah ajari insan bersyukur dan Dia berikan tambahan makmur
Allah ajari insan berdoa dan Dia jamin akan ijabahnya
Allah ajari insan bertobat dan Dia jamin diterima tobatnya
Allah ajari insan istighfar dan Dia sediakan pengampunannya
Allah ajari insan berderma dan Dia bersedia membalas dermanya
Abu Bakar radhiyallaahu 'anhu berkata:
Ada lima kegelapan dan lima penerangnya
Kegelapan pertama cinta harta, penerangnya dengan bertakwa
Kegelapan kedua laku maksiat, penerangnya dengan bertobat
Kegelapan ketiga di alam kubur, penerangnya dengan berdzikir
Kegelapan keempat alam akhirat, penerangnya dengan bertaat
Kegelapan kelima jembatan shirath penerangnya dengan i'tiqad
Umar radhiyallaahu 'anhu berkata:
Allah ajari insan bersyukur dan Dia berikan tambahan makmur
Allah ajari insan berdoa dan Dia jamin akan ijabahnya
Allah ajari insan bertobat dan Dia jamin diterima tobatnya
Allah ajari insan istighfar dan Dia sediakan pengampunannya
Allah ajari insan berderma dan Dia bersedia membalas dermanya
Abu Bakar radhiyallaahu 'anhu berkata:
Ada lima kegelapan dan lima penerangnya
Kegelapan pertama cinta harta, penerangnya dengan bertakwa
Kegelapan kedua laku maksiat, penerangnya dengan bertobat
Kegelapan ketiga di alam kubur, penerangnya dengan berdzikir
Kegelapan keempat alam akhirat, penerangnya dengan bertaat
Kegelapan kelima jembatan shirath penerangnya dengan i'tiqad
Umar radhiyallaahu 'anhu berkata:
Ada lima golongan penghuni surga
Orang fakir yang menanggung hidup keluarga
Istri yang disayang oleh suaminya
Anak yang diridhai kedua orangtuanya
Calon istri yang mendermakan mahar kepada suaminya
dan orang mukmin yang selalu bertobat pada Tuhannya
Utsman radhiyallaahu 'anhu berkata:
Orang fakir yang menanggung hidup keluarga
Istri yang disayang oleh suaminya
Anak yang diridhai kedua orangtuanya
Calon istri yang mendermakan mahar kepada suaminya
dan orang mukmin yang selalu bertobat pada Tuhannya
Utsman radhiyallaahu 'anhu berkata:
Tanda-tanda orang bertakwa,
ialah suka berteman insan beriman
mampu mengendalikan farji dan lisan
memandang kesukseksan sebagai suatu cobaan
memandang cobaan sebagai sebuah keberuntungan
dan mampu menjaga diri dari berlebih-lebihan
Ali radhiyallaahu 'anhu berkata:
ialah suka berteman insan beriman
mampu mengendalikan farji dan lisan
memandang kesukseksan sebagai suatu cobaan
memandang cobaan sebagai sebuah keberuntungan
dan mampu menjaga diri dari berlebih-lebihan
Ali radhiyallaahu 'anhu berkata:
Seluruh manusia akan menjadi saleh jika saja tak ada lima masalah
Tak ada kerelaan atas kebodohan
Tak ada keserakahan atas kekayaan
Tak ada rasa bakhil atas hartawan
Tak ada sifat riya’ bagi insan beriman dan
Tak ada ilmuwan yang mendewakan karya pemikiran
Jumhur ulama menyatakan:
Allah muliakan Nabi akhir zaman dengan lima macam keutamaan tentang penyebutan, tentang anggota badan tentang pemberian, tentang kekeliruan dan tentang kerelaan
Perihal pertama, Allah tidak memanggilnya berdasar nama
perihal kedua, Allah Sendiri Yang ijabahi pintanya
perihal ketiga, Allah memberinya tanpa ia meminta
perihal keempat, Allah telah mengampuninya sebelum ia berbuat dosa
perihal kelima, Allah selalu menerima apa pun pemberiannya
Tak ada kerelaan atas kebodohan
Tak ada keserakahan atas kekayaan
Tak ada rasa bakhil atas hartawan
Tak ada sifat riya’ bagi insan beriman dan
Tak ada ilmuwan yang mendewakan karya pemikiran
Jumhur ulama menyatakan:
Allah muliakan Nabi akhir zaman dengan lima macam keutamaan tentang penyebutan, tentang anggota badan tentang pemberian, tentang kekeliruan dan tentang kerelaan
Perihal pertama, Allah tidak memanggilnya berdasar nama
perihal kedua, Allah Sendiri Yang ijabahi pintanya
perihal ketiga, Allah memberinya tanpa ia meminta
perihal keempat, Allah telah mengampuninya sebelum ia berbuat dosa
perihal kelima, Allah selalu menerima apa pun pemberiannya
Mutiara Berserak Mutiara Sepuluh Kata
Orang bijak mengatakan:
Kucari sepuluh tabiat pada sepuluh alamat
Namun kesemuanya justru kutemukan di lain tempat
Kucari kehormatan pada kesombongan
Namun justru kutemukan pada rendah diri
Kucari pengabdian dalam shalat
Namun justru kutemukan dalam mawas diri
Kucari kesejahteraan dalam harta
Namun kutemukan pada hidup sederhana
Kucari cahaya hati pada shalat siang hari
Namun kutemukan pada shalat malam hari
Kucari cahaya Kiamat dalam berderma
Namun kutemukan pada laparnya puasa
Kucari cara melewati shirath dalam kurban
Namun kutemukan pada sedekah
Kucari selamat dari neraka dalam hal-hal yang diperbolehkan
Namun kutemukan dalam meninggalkan nafsu keinginan
Namun kutemukan dalam meninggalkan nafsu keinginan
Kucari cinta Allah dengan meninggalkan harta benda
Namun kutemukan dengan banyak berdzikir kepada-Nya
Namun kutemukan dengan banyak berdzikir kepada-Nya
Kucari ketenangan lewat diskusi-diskusi
Namun kutemukan pada sikap menyendiri
Namun kutemukan pada sikap menyendiri
Dan
Kucari pelita dalam nasihat Al-Qur’an
Namun kutemukan dalam tafakkur dan tangisan
Namun kutemukan dalam tafakkur dan tangisan
Ketika Allah berfirman:
“Ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan perintah-perintah, maka ia pun menjalaninya”
Ibnu Abbas menafsirkan ayat ini dengan mengatakan:
Sepuluh perilaku terhitung Sunnah Lima dikepala dan lima lagi di dalam tubuh
Lima di kepala adalah:
bersiwak, berkumur, membersihkan hidung,mencukur kumis dan memotong rambut
bersiwak, berkumur, membersihkan hidung,mencukur kumis dan memotong rambut
Sedang lima di dalam tubuh adalah:
mencabuti bulu ketiak, memotong kuku, mencukur bulu kemaluan, berkhitan, dan bersuci dari buang hajat
mencabuti bulu ketiak, memotong kuku, mencukur bulu kemaluan, berkhitan, dan bersuci dari buang hajat
Ibnu Abbas berkata:
Suatu saat Rasulullah bertanya pada iblis: Berapa kekasihmu diantara ummatku?
Suatu saat Rasulullah bertanya pada iblis: Berapa kekasihmu diantara ummatku?
Sepuluh, jawabnya
Satu, penguasa zalim dan aniaya
Dua, orang yang sombong dan keras kepala
Ketiga, orang kaya yang tak pernah perduli dari mana ia peroleh harta dan mana yang harus dizakatinya
Keempat, ilmuwan yang melegitimasi penguasa atas kedzaliman yang dilakukannya
Lima, pedagang yang curang transaksinya
Enam, para penimbun dagangan dan bahan makanan
Tujuh, para pezina
Delapan, penikmat harta riba
Sembilan, si bakhil yang enggan berderma
Sepuluh, pemabuk yang tak jera
Dua, orang yang sombong dan keras kepala
Ketiga, orang kaya yang tak pernah perduli dari mana ia peroleh harta dan mana yang harus dizakatinya
Keempat, ilmuwan yang melegitimasi penguasa atas kedzaliman yang dilakukannya
Lima, pedagang yang curang transaksinya
Enam, para penimbun dagangan dan bahan makanan
Tujuh, para pezina
Delapan, penikmat harta riba
Sembilan, si bakhil yang enggan berderma
Sepuluh, pemabuk yang tak jera
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bertanya:
Dan berapakah musuhmu diantara ummatku?
Dan berapakah musuhmu diantara ummatku?
Dua puluh, jawabnya
Pertama-tama adalah engkau
Kemudian ilmuwan yang memanfaatkan ilmunya
Para huffadz al-qur’an yang menerapkan kandungannya
Muadzin shalat lima waktu yang ikhlas karena Allah Pecinta fakir miskin dan anak yatim
Orang-orang yang hatinya diliputi kasih sayang
Orang-orang yang patuh akan kebenaran
Pemuda yang sibuk taat perintah Tuhan
Orang-orang yang hanya makan rezeki yang halal
Dua pemuda yang saling mencinta karena Allah
Orang-orang yang melestarikan jama’ah
Orang yang rajin shalat malam
Orang yang menjaga dirinya dari haram
Orang yang tanpa pamrih menasihati kawan
Orang yang langgeng berwudhu, dalam kesucian
Orang-orang yang suka berderma
Orang-orang yang berakhlak mulia
Orang kaya yang menunaikan zakatnya
Penyantun fakir miskin dan janda-janda tua
Dan hamba Tuhan yang bersiap diri menuju kematian
Kemudian ilmuwan yang memanfaatkan ilmunya
Para huffadz al-qur’an yang menerapkan kandungannya
Muadzin shalat lima waktu yang ikhlas karena Allah Pecinta fakir miskin dan anak yatim
Orang-orang yang hatinya diliputi kasih sayang
Orang-orang yang patuh akan kebenaran
Pemuda yang sibuk taat perintah Tuhan
Orang-orang yang hanya makan rezeki yang halal
Dua pemuda yang saling mencinta karena Allah
Orang-orang yang melestarikan jama’ah
Orang yang rajin shalat malam
Orang yang menjaga dirinya dari haram
Orang yang tanpa pamrih menasihati kawan
Orang yang langgeng berwudhu, dalam kesucian
Orang-orang yang suka berderma
Orang-orang yang berakhlak mulia
Orang kaya yang menunaikan zakatnya
Penyantun fakir miskin dan janda-janda tua
Dan hamba Tuhan yang bersiap diri menuju kematian
Sumber:
http://www.sufinews.com/index.php/Sastra-Sufi/mutiara-tiga-kata/All-Pages.sufi
http://www.sufinews.com/index.php/Sastra-Sufi/mutiara-empat-kata/All-Pages.sufi
http://www.sufinews.com/index.php/Sastra-Sufi/mutiara-lima-kata.sufi
http://www.sufinews.com/index.php/Sastra-Sufi/mutiara-berserak-mutiara-sepuluh-kata-4.sufi
http://www.sufinews.com/index.php/Sastra-Sufi/mutiara-tiga-kata/All-Pages.sufi
http://www.sufinews.com/index.php/Sastra-Sufi/mutiara-empat-kata/All-Pages.sufi
http://www.sufinews.com/index.php/Sastra-Sufi/mutiara-lima-kata.sufi
http://www.sufinews.com/index.php/Sastra-Sufi/mutiara-berserak-mutiara-sepuluh-kata-4.sufi
I like
BalasHapusWorth post. May Allah blessed you to shared these..
BalasHapusDapat ilmu disini,,
BalasHapus