itu dambaan dan angan-angan nakal yang terkadang hinggap dipikiran sebagian kita.
Tapi,,,
Siapa yang bisa menjamin umur kita bisa sampai menikmati masa tua???
Siapa yang bisa menjamin kehidupan kita didunia ini akan meraih kebahagiaan dan kaya raya, bergelimang harta dan selalu gembira???
Siapa yang mampu menjamin kita diakhirat kelak akan masuk surga???
Sahabat"...
Rutinitas kehidupan membuat kita cenderung lupa kepada ALLAH Subhanahu wa ta'ala
Seringkali tanpa kita sadari kita membiarkan nokhtah-nokhtah hitam mewarnai hati kita.
Nokhtah-nokhtah hitam yang telah membuat suramnya cahaya Rahmat dari kehidupan kita.
Sahabat"...
Dalam kehidupan ini kita selalu menghadapi dua hal,
kebaikan dan keburukan,
dalam kebaikan-kebaikan yang kita lakukan terkadang disadari maupun lupa kita terseret dalam melakukan keburukan.
Ada dua macam penyakit yang bisa dikategorikan termasuk penyakit yang berbahaya bagi diri kita,
yang bukan hanya berdampak buruk bagi diri kita sendiri namun juga dampaknya sangat berbahaya bagi sesama terlebih bagi orang-orang yang berada disekitar kita, yaitu;
pertama, Rasa kagum yang berlebihan pada diri sendiri,
yang akhirnya akan mendatangkan kesombongan, penyakit yang merupakan bukti dari melemahnya iman
dan memudarnya keyakinan kepada ALLAH Subhanahu wa ta'ala
Yang kedua, Merasa segala kebaikan dan amal ibadah yang telah dilakukan telah cukup dan sudah lebih baik dari yang lainnya, sehingga ia merasa dirinya pasti akan selamat dari azab neraka kelak,
Sahabat"....
terkadang kita lupa bahwa ALLAH Subhanahu wa ta'ala selalu mengawasi kita.
Seringkali kita cenderung menjerumuskan diri dalam kenikmatan sesaat demi memuaskan hawa nafsu semata.
Kita terlalu banyak mengumbar kata-kata yang tiada bermakna
Sahabat"...
Sebagai makhluk yang memiliki fitrah,
kita cenderung selalu berfihak kepada kebaikan dan kebenaran,
karena itu marilah kita telusuri kembali hati nurani kita,
Mari bulatkan tekad dan bersungguh-sungguh berusaha untuk memperbaiki diri, mulai membersihkan hati dan pikiran kita dari segala noda dosa.
Mari kita sesali segala kesalahan dan kelalaian yang telah kita perbuat selama ini dan tidak mengulanginya lagi.
Sahabat".....
Mari kita sama-sama menata hati dan pikiran kita,
dengan niat yang kuat dan bersungguh-sungguh,
agar Nur Hidayaturrahmatullah kembali menerangi jiwa kita, sehingga kita tidak termasuk kedalam golongan orang-orang yang merugi.
Sahabat"...
Dunia ibarat ladang untuk akhirat kita,
apa yang kita tanam itulah yang akan kita panen diakhirat kelak.
Apapun yang kita tanam diladang kita, rumput pasti akan tumbuh,
bagaimana pun kita membersihkan ladang kita, rumput akan tetap tumbuh,
itulah perumpamaan dunia yang kita kejar selama ini, hanya ibarat rumput penghias ladang.
Bila hanya rumput saja yang kita bersihkan dan perhatikan bagaimana dengan tanaman-tanaman lain yang kan menjadi bekal kita kelak???
bagaimana dengan semak-semak yang kan mengganggu pertumbuhan tanaman-tanaman kita dan juga hanya akan merusak ke asri an dan mengganggu pemandangan di ladang kita???
Sahabat"...
Segala rutinitas kita dalam berusaha mencari nafkah, mencari rizki untuk memenuhi kebutuhan hidup kita didunia ini, hendaknya kita tetap menyisakan waktu sejenak untuk beribadah, dan berbuat kebaikan pada sesama.
Marilah kita bersama-sama berusaha sekuat upaya untuk memperoleh penghidupan yang lebih baik diatas dunia tanpa pernah melalaikan ibadah-ibadah kita.
Marilah kita sama-sama berusaha selalu berbuat kebaikan dalam kehidupan kita,
selalu memuliakan sesama.
Menjauhi dan berusaha mencegah keburukan dan kemungkaran yang terjadi disekitar kita.
dan yang terpenting lagi, selalu berusaha untuk memperbaiki diri agar senantiasa melakukan baik lisan maupun perbuatan demi kebahagiaan kita yang sebenarnya.
Sahabat"....
Dalam kondisi sekarang ini,
hanya dengan mencontoh dan kembali kepada jalan yang telah ditempuh oleh
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam dan Para Sahabat Radhiyallaahu ,anhuma, kebahagiaan dan kejayaan dalam
hidup akan kita peroleh.
Kejayaan kita...
KEJAYAAN ISLAM
"Tidak akan pernah menjadi baik umat pada kurun (abad) terakhir ini
kecuali dengan cara perbaikan pada kurun umat yang pertama"
( Imam Malik
rah.a.)
Sahabat"...
Marilah kita bersama-sama hayati, resapi, fahami, dan tanamkan
LAA ILAAHA ILLALLAAH MUHAMMADURRASULULLAH dalam jiwa raga kita,
rasakan mengalir disekujur aliran darah dan
hidup seirama denyut jantung kita.
Sahabat".....
Mari kita sama-sama menata hati dan pikiran kita,
dengan niat yang kuat dan bersungguh-sungguh,
agar Nur Hidayaturrahmatullah kembali menerangi jiwa kita, sehingga kita tidak termasuk kedalam golongan orang-orang yang merugi.
Semoga ALLAH Subhanahu wa ta'ala selalu membukakan matahati dan pikiran kita dalam bertauhid hanya padaNYA, meridhoi segala amal ibadah kita, menerima segala amal kebaikan yang telah kita lakukan dan selalu menjauhkan diri kita dari segala tipudaya dan bujuk rayu syetan, serta selalu menuntun langkah kita pada jalanNya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar