Jumat, 22 Maret 2013

Berbagi Wawasan dengan Sahabat

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم


Sahabat"...
Pengertian Syari'at dalam Islam adalah Berbagai peraturan dan hukum atau prinsip-prinsip hukum yang ditetapkan ALLAH dan RasulNYA, yang diwajibkan atas kaum Muslim Yang Mukallaf untuk dijalankan dalam kehidupannya sehari-hari baik dalam hal berhubungan dengan ALLAH maupun dengan sesama manusia.
Upaya-upaya yang berkaitan dengan pendekatan kepada ALLAH Subhanahu wa ta'ala disebut Syari'at Ibadah yaitu aturan hukum yang berkenaan dengan Shalat, Puasa, Zakat dan Haji. 
Syari'at Ibadah merupakan perkara-perkara agama yang harus diterima langsung apa adanya dan tak bisa dirubah maupun dimanipulasi lagi.
Aturan inilah yang telah ditentukan ALLAH dan RasulNYA dan bersifat abadi sepanjang zaman.

Sedangkan aturan hukum dan upaya-upaya yang dilakukan dalam memelihara kemaslahatan dan menolak kemungkaran sehingga tercipta keamanan dan ketenangan hidup disebut Syari'at muamalah yang meliputi aturan mengenai, keluarga,waris,jual beli, perdata, pidana, pemerintahan dan moral.
 
Syari'at Muamalah inipun terbagi 2,
pertama,
Aturan hukum yang ditetapkan ALLAH Subhanahu wa ta'ala yang sifatnya universal dan abadi, yaitu; Hukum Hudud dan Qishash yang bertujuan mencegah manusia mengulangi kejahatannya tersebut.
Yang kedua,
Aturan hukum yang penetapannya diserahkan kepada Ijtihad hakim yang disebut ta'zir.
Aturan hukum inilah yang memerlukan pertimbangan akal, karena itulah hukum ta'zir bersifat relatif tergantung kondisi yang ada.


Sahabat"...
Ajaran Islam adalah dimensi dari seluruh Syari'at dan Iman (ajaran Ihsan) adalah seluruh dimensi keyakinan bathin dan pengamalannya melalui Thariqat, 
akan tetapi, syari'at bukanlah jalan menuju thariqat dan thariqat pun bukan lah jalan menuju hakikat,
Hakikat merupakan wujud akhir dari syari'at dan thariqat.


Syari'at, thariqat dan hakikat merupakan 3 (tiga) metode ibadah yang berjalan beriringan.
Disini bisa kita artikan,
 bila dalam syari'at kita hendaknya ta'at dan menyembah ALLAH Subhanahu wa ta'ala,
dalam Thariqat, menghendaki kita menuju ALLAH Subhanahu wa ta'ala 
dan Hakikat adalah, hendaknya kita melihat ALLAH Subhanahu wa ta'ala dan tiada berpaling dariNYA.
Namun, Karena perbedaan pola pikir dan kondisi jiwa umat berbeda-beda sehingga ada yang lebih dahulu menerapkan syari'at baru thariqat dan adapula yang menempuh thariqat dulu baru kemudian menata syari'atnya.
Bahkan, ada juga yang langsung hakikatnya (ajaran Ihsan) baru thariqat dan syari'at.


Sahabat"...
Thariqat bisa diartikan, Jalan/metode amaliyah yang disampaikan dan diajarkan langsung oleh Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam kepada para Sahabat Radhiyallaahu 'anhuma, dan silsilah/sanadnya sekarang ini sampai kepada syekh ataupun mursyid.
  
Kalau kini banyak muncul thariqat, itu dikarenakan generasi sesudah para Sahabat Radhuyallaahu 'anhuma, yang menyebarkan ajaran thariqat ini secara diam-diam karena kondisi pada masa itu sehingga pada generasi berikutnya menyebut dan mempopulerkan nama yang telah menyebarkan dan mengembangkan thariqat tersebut.
  
Dimasa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam, Thariqat terkandung dalam konsep Islam, Iman dan Ihsan.
Namun ketika aspek akal, ruhani dan jasmani seseorang tidak terpenuhi.
Ketika aspek-aspek akidah, ibadah dan syari'at tidak diterapkan dalam kehidupan umat Islam, maka mulailah timbul penyimpangan-penyimpangan pada seseorang dalam memahami Islam.
Kesempurnaan Islam yang telah ada dan bersifat abadi mulai difahami menurut akal dan nafsunya semata.
Sebagaimana penyimpangan yang terjadi dalam memahami konsep ma'rifah dalam ajaran tasawuf.
  
Perdebatan tentang istilah tasawuf yang muncul sekitar abad kedua hijriyah ini terus menimbulkan polemik bahkan pertikaian dikalangan sesama muslim.
Konsep tasawuf yang secara substansi suci, jadi tercemar karena penyimpangan-penyimpangan dari para pelaku (calon-calon sufi) yang mempelajari dan mengamalkannya.
Konsep ma'rifat yang juga diajarkan disetiap thariqat untuk menempuh jalan ruhani (dunia Tasawuf) yang diharuskan selalu dibawah bimbingan syekh/mursyid,
konsep yang bertujuan untuk membuka jalan jiwa untuk menuju kepada ALLAH Subhanahu wa ta'ala dan agar jangan sampai dalam perjalanan  ruhani tersebut terjebak dalam ghurur, sebab pada saat memasuki tahapan ma'rifat inilah terbukanya lalulintas ghaib dan jin dengan mudahnya masuk mempengaruhi akal pikiran, bagi orang-orang yang  tengah mempelajari ilmu hikmah lintasan inilah yang dimanfaatkan untuk melakukan komunikasi dengan jin-jin tersebut dalam pencapaian urusan keduniawiannya dan yang paling sering adalah pemanfaatan energi untuk pengobatan, Apabila pada masa ini seseorang tidak ada yang membimbing bisa membuatnya terjebak pada kesombongan dan penyimpangan konsep yang ada.


Sahabat"...
Sekilas marilah kita coba menelusuri tahapan-tahapan yang ditempuh dalam konsep tasawuf ini:
Usaha-usaha penyucian diri(taubat) dari segala dosa, perbuatan makruh dan syubhat lalu menjauhkan diri dari dunia materi sehingga kesenangan duniawidan kelezatan materi tidak bisa menggodanya lagi.
Selalu melakakukan amal ibadah, memperbanyak puasa, shalat, membaca al-Qur'an dan  berdzikir (wara').
Menjalani hidup seadanya, tidak pernah meminta namun tidak menolak pemberian yang datangnya dari ALLAH Subhanahu wa ta'ala.
Hidup hanya untuk menjalankan kewajiban-kewajiban agama.
Sabar, bukan hanya dalam menjalankan perintah-perintah ALLAH Subahanahu wa ta'ala dan menjauhi segala laranganNYA, tetapi juga tidak meminta dan tidak menunggu datangnya pertolongan. 
Berserah diri (tawakkkal) sepenuhnya pada kehendak ALLAH Subhanahu wa ta'ala. Tidak memikirkan hari esok, baginya cukup apa yang ada hari ini.
Tidak pernah menentang cobaan ALLAH (ridha) bahkan menerimanya dengan sepenuh hati dan selalu meminta agar selalu dekat dengan ALLAH Subhanahu wa ta'ala.

Pada tahap awal dari yang dilalui dalam tasawuf ini, semua masih dalam koridor al-Qur'an dan Sunnah.
Namun pada tahapan berikutnya, Pada tahapan Ma'rifah (pengetahuan), pelaku dari konsep tasawuf ini mulai terjadi penyimpangan.
Ma'rifah yang dalam tasawuf berarti pengetahuan yang diperoleh langsung dari ALLAH Subhanahu wa ta'ala melalui kalbu yang juga biasa disebut Ilm Ladunni.
Pengertian inilah yang membedakan ma'rifat dengan ilmu,
karena ilmu diperoleh lewat akal dan bisa diraih dan diperoleh secara bebas oleh siapa saja yang mempelajarinya, tapi ma'rifat hanya bisa didapat oleh orang-orang tertentu saja.


Sahabat",,,
ALLAH itu 'arif wa ma'ruf (mengenal dan dikenal),
ALLAH merupakan subjek sekaligus objek dari ma'rifat. 
ALLAH lah yang menyebabkan kita memiliki ma'rifat akan diriNYA didalam kalbu manusia, 
ALLAH tempatkan pengetahuan akan dirinya lewat ma'rifat dan didalam diri kita akal bekerja melalui ilmu mengolah pengetahuan yang diberikan ALLAH kepada kita.
  
Pewaris-pewaris ajaran tasawuf yang disebut sufi yang dapat menangkap cahaya ma'rifah dengan matahatinya, maka kalbunya akan dipenuhi dengan rasa cinta yang mendalam kepada ALLAH Subhanahu wa ta'ala yang membuatnya tidak puas hanya pada tahapan ma'rifah saja,
ia ingin lebih dekat lagi dengan ALLAH Subahanahu wa ta'ala. 
Ia ingin menyatu dengan ALLAH Subhanahu wa ta'ala (Ittihad)
Pencapaian Ittihad ini memerlukan usaha yang keras dan waktu yang lama.
Para sufi yang sampai diambang pintu Ittihad, akan mengeluarkan ungkapan-ungkapan yang terkadang terdengar ganjil,
ucapan-ucapan teopatis (Syatahad), sebagaimana yang pernah ditonjolkan dan diucapkan oleh Abu Yazid Bustami, Husain ibn Mansur al-Hallaj dan  Syekh Sitti Jennar, yang merupakan penyimpangan-penyimpangan pada konsep Wihdatul Wujud.


Sahabat".,,
Seandainya kita mau mencermati lebih seksama dan dengan konsekwen kita pahami setiap nash  al-Qur'an dan hadits dengan pendekatan logika dan menerima apaadanya , tanpa harus mempergunakan kreativitas akal kita. Segala hukum dan aturan yang telah ditetapkan ALLAH Subhanahu wa ta'ala penuh dengan kemudahan-kemudahan. 
Akan tetapi, karena kurangnya pemahaman sehingga melemahkan keimanan, membuat diri memperturutkan akal dan nafsu sehingga meninggalkan aturan-aturan yang telah ditetapkan dan mencari hal-hal yang sulit dan memberatkan dalam menempuh kehidupan ini.


Sahabat"... 
Tulisan ini dibuat dengan tujuan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari beberapa sahabat, dan dengan segala kelemahan yang ada pada diri ini, catatan ini jelas banyak kekurangannya,
tetapi a' berharap, catatan kecil ini bisa mengurangi sedikit rasa penasaran sahabat-sahabat  yang telah bertanya dan semoga ada diantara sahabat-sahabat yang mengerti dan memahaminya bisa menambah dan melengkapi catatan ini, agar kita semua bisa lebih mengerti dan memahaminya.

Barakallaahu fiikum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar