بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Maukah ku tunjukkan kepadamu suatu hal yang dengannya kamu akan mendapatkan kebaikan didunia dan diakhirat?
Hendaknya kamu menyertai Majelis-majelis ahli Dzikir (Orang yang selalu mengingat dan membicarakan kebesaran ALLAH)."
(al Hadits-Misykat)
Sahabat....
Barangsiapa yang mengaku mencintai ALLAH tetapi tidak mengikuti Sunnah, berarti dia adalah pendusta. Namun barangsiapa yang jauh dari Sunnah-sunnah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam, maka dia juga jauh dari ALLAH dan RahmatNYA.
Karena syarat utama dalam cinta adalah kita harus mencintai segala sesuatu yang berhubungan dengan yang kita cintai.
Seorang Penyair berkata,
"Kamu pura-pura mencintai ALLAH,
padahal perbuatanmu bertentangan dengan PerintahNYA.
Seandainya cintamu sejati,
niscaya engkau selalu menaatiNYA.
Sungguh,
orang yang mencintai selalu patuh kepada yang dicintainya."
Sungguh amat mengherankan, jika seseorang yang mengaku dirinya seorang Muslim, tetapi mengingkari ALLAH dan RasulNYA.
Dan jika ada yang mengingatkan bahwa mereka telah meninggalkan Sunnah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam, mereka merasa tersinggung bahkan marah.
Jika demikia halnya,
bagaimana mungkin mereka telah benar-benar menjadi pengikut Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam ?
Sa'di Rahmatullah 'alaih berkata,
"Barangsiapa menentang Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam, maka dia tidak akan sampai ketempat yang ditujunya."
Siapapun orangnya, jika menyimpang dari Sunnah Nabinya, maka jalan apapun yang dia tempuh, dia tidak akan sampai ditempat yang dia tuju.
Semoga kita bisa selalu mendampingi para Waliyyullah,
melayani mereka dengan baik,
banyak-banyak mengambil manfaat dari Ilmu mereka,
serta selalu menghidupkan Sunnah-sunnah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam dikeseharian kita.
Semoga kita bisa menjadi kekasih sejati yang hakiki dan mendapat Berkah Cinta dariNYA.
Aamiin
Sahabat"...
Tanpa disadari,
dalam diri kita terdapat satu penyakit khusus yang berbahaya dan sangat merugikan, lebih berbahaya dibandingkan penyakit kanker, walaupun kita mengetahui tapi seringkali kita abaikan.
Penyakit berbahaya itu adalah Melupakan diri sendiri yang tenggelam dalam dosa dan kemaksiatan.
Diriwayatkan,
pada malam Isra' Mi'raj, Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam melihat sekelompok manusia yang bibirnya sedang dipotong-potong dengan gunting dari api neraka yang panas membara.
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bertanya,
"Siapakah mereka itu?"
Jibril Alaihis salam menjawab,
"Mereka adalah Muballigh dari umatmu yang tidak mengamalkan ajaran yang mereka dakwahkan."
"Mengapa kamu suruh oranglain mengerjakan kebajikan, sedangkan kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca kitab? Apakah kamu tidak berpikir?"
(QS. Al-Baqarah:44)
Rasulullah Sallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat, sehingga dia ditanya mengenai empat perkara,
Tentang umurnya, untuk apa dia habiskan?
Tentang masa mudanya, untuk apa dia gunakan?
Tentang hartanya, darimana dia dapatkan dan kemana dia belanjakan?
Dan Tentang ilmunya, apakah dia telah mengamalkannya?"
(HR. Al Bazzar & Thabrani)
Abu Darda Radhiyallahu 'anhu, salah seorang Sahabat Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam berkata,
"yang paling saya takuti adalah pertanyaan yang akan dikemukakan kepada saya pada hari kiamat didepan seluruh manusia yaitu, 'apakah kamu telah mengamalkan ilmu-ilmu yang kamu miliki?'."
"Ilmu itu ada dua macam,
pertama, Ilmu yang hanya ada dalam ucapan,
dan ini dibenci oleh ALLAH.
kedua, Ilmu yang keluar dari dalam hati dan memberikan manfaat."
sebagai umat Islam, sudah keharusan bagi kita mencari Ilmu Agama tidak hanya untuk kepentingan lahiriyah saja tetapi juga harus menyangkut kepentingan bathiniyah,
Ilmu yang menyangkut masalah bathiniyah akan membersihkan hati dan menerangi pikiran.
Tanpa Ilmu, kita akan sulit untuk mengamalkan Pengetahuan yang kita miliki.
Dan ALLAH pun akan menuntut kita pada hari kiamat kelak,
"APAKAH KAMU TELAH MENGAMALKAN ILMU YANG KAMU MILIKI?"
Seandainya lebih kita kaji, banyak ayat dan hadits yang menerangkan tentang kerasnya ancaman ALLAH Subhanahu wa ta'ala terhadap mereka yang melalaikan hal itu.
Sahabat"...
Ada kalanya syetan menguasai hati dan pikiran seseorang maupun golongan,
syetan berusaha menguasai tiap pribadi kita,
menginginkan agar kita menjadi tuli dan buta dari kebenaran.
Syetan slalu mencari celah agar maksudnya tercapai
agar kita jauh dari kebenaran dan selalu berpijak berjalan dijalan dosa dan kemaksiatan.
Terkadang,,
nafsu syahwat dan keegoisan kita ikut membantu memudahkan syetan dalam mencapai tujuannya tersebut.
Ya ALLAH...
jauhkanlah diri kami dari segala tipudaya bujuk rayu syetan yang terkutuk
dan selamatkan kami dari segala kejahatan yang diakibatkan kebodohan diri kami sendiri.
Sahabat".....
Ada beberapa faktor yang menghambat Hidayah diantaranya,
Tersumbatnya hati dari kebenaran,
Larinya (sesatnya) beberapa kelompok dari kemurnian ajaran Agama (TAUHID).
Status sosial yang terkadang membuat seseorang enggan berkumpul dan berbagi dengan orang" yang status sosialnya lebih rendah, karena ia merasa hanya akan menurunkan reputasinya saja.
Semoga ALLAH Subhanahu wa ta'ala senantiasa melimpahkan Rahmat Hidayah dan MaghfirahNYA pada kita semua agar kita selalu berpijak pada kebenaran
dan tetap berjalan dijalan yang telah digariskanNYA,
Ada kalanya syetan menguasai hati dan pikiran seseorang maupun golongan,
syetan berusaha menguasai tiap pribadi kita,
menginginkan agar kita menjadi tuli dan buta dari kebenaran.
Syetan slalu mencari celah agar maksudnya tercapai
agar kita jauh dari kebenaran dan selalu berpijak berjalan dijalan dosa dan kemaksiatan.
Terkadang,,
nafsu syahwat dan keegoisan kita ikut membantu memudahkan syetan dalam mencapai tujuannya tersebut.
Ya ALLAH...
jauhkanlah diri kami dari segala tipudaya bujuk rayu syetan yang terkutuk
dan selamatkan kami dari segala kejahatan yang diakibatkan kebodohan diri kami sendiri.
Sahabat".....
Ada beberapa faktor yang menghambat Hidayah diantaranya,
Tersumbatnya hati dari kebenaran,
Larinya (sesatnya) beberapa kelompok dari kemurnian ajaran Agama (TAUHID).
Status sosial yang terkadang membuat seseorang enggan berkumpul dan berbagi dengan orang" yang status sosialnya lebih rendah, karena ia merasa hanya akan menurunkan reputasinya saja.
Semoga ALLAH Subhanahu wa ta'ala senantiasa melimpahkan Rahmat Hidayah dan MaghfirahNYA pada kita semua agar kita selalu berpijak pada kebenaran
dan tetap berjalan dijalan yang telah digariskanNYA,
Semoga kita semua bisa meningkatkan
kemampuan kita dalam usaha perbaikan diri baik lahir maupun bathin serta
dapat mengamalkan ilmu yang telah kita peroleh sambil menyebarkannya
pada sesama demi kebaikan dan kebaikan kita bersama.
Ya ALLAH
Sepenuhnya hamba bergantung dan berharap padaMU,
Limpahkanlah RahmatMU pada kami agar kami senantiasa memperbaiki segala kekurangan dan kelemahan kami.
Hanya ENGKAU lah yang Maha Mengetahui Baik Buruknya amal dan perbuatan kami,
Bimbinglah kami agar senantiasa berada dijalanMU,
Sinarilah kami dengan Cahaya keAgungan dan Kemuliaan MU.
Aamiin Ya Rabbal 'aalamiin
Ya ALLAH
Sepenuhnya hamba bergantung dan berharap padaMU,
Limpahkanlah RahmatMU pada kami agar kami senantiasa memperbaiki segala kekurangan dan kelemahan kami.
Hanya ENGKAU lah yang Maha Mengetahui Baik Buruknya amal dan perbuatan kami,
Bimbinglah kami agar senantiasa berada dijalanMU,
Sinarilah kami dengan Cahaya keAgungan dan Kemuliaan MU.
Aamiin Ya Rabbal 'aalamiin
...............................................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar