Terulang kembali...
Kala jemari enggan menekan tuts keyboard merangkai aksara
Mata tak kuasa lagi saksikan layar monitor mencerna kata
Nalarpun tak mampu lagi resapi kisah artikan cerita singkap makna menguak tabir rahasia
lalui hari
jalani bianglala kisah tiada henti
dalam kesunyian
nikmati pahit pedihnya duka luka kecewa dalam riuhnya sorak canda tawa
tiada kan henti biduk arungi samudera
nikmati terjangan badai mendera
tiada kan pernah berhenti
JEDA
Inilah yang terbaik sebelum mengurai kata merangkai aksara
Basahi kembali tandus gersangnya perenungan jiwa
agar kelak tercipta kata sarat makna tiada lagi hampa dalam ilusi canda belaka
walau tiada lagi teman seiring langkah temani hari
dalam sanubari selalu sadari sahabat setia selalu temani jiwaraga ini
tiada kan henti biduk arungi samudera
nikmati terjangan badai mendera
tiada kan pernah berhenti
menembus badai menggapai cakrawala jingga
sebelum usai kisah dikeremangan senja dalam fana
hingga diri lelap dalam nikmat tidur yang nyata
Kala jemari enggan menekan tuts keyboard merangkai aksara
Mata tak kuasa lagi saksikan layar monitor mencerna kata
Nalarpun tak mampu lagi resapi kisah artikan cerita singkap makna menguak tabir rahasia
lalui hari
jalani bianglala kisah tiada henti
dalam kesunyian
nikmati pahit pedihnya duka luka kecewa dalam riuhnya sorak canda tawa
tiada kan henti biduk arungi samudera
nikmati terjangan badai mendera
tiada kan pernah berhenti
JEDA
Inilah yang terbaik sebelum mengurai kata merangkai aksara
Basahi kembali tandus gersangnya perenungan jiwa
agar kelak tercipta kata sarat makna tiada lagi hampa dalam ilusi canda belaka
walau tiada lagi teman seiring langkah temani hari
dalam sanubari selalu sadari sahabat setia selalu temani jiwaraga ini
tiada kan henti biduk arungi samudera
nikmati terjangan badai mendera
tiada kan pernah berhenti
menembus badai menggapai cakrawala jingga
sebelum usai kisah dikeremangan senja dalam fana
hingga diri lelap dalam nikmat tidur yang nyata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar