Minggu, 04 Agustus 2013

Tersayat Rindu

Jeritku kembali terhampar
terhempas ku dalam resah
melayang tiada kendali menggapai angan yang terlepas
nanar mencari
dimana dikau duhai sahabat ?
mestinya kau ada bersama embun yang mulai mendekap tubuh ini
semestinya kau hadir menemani
disaat insan sibuk memperebutkan mimpi
seharusnya kau ada disini menjagaku dan dirimu,
mengingat sejenak apa yang telah dan akan kita lakukan
larut dalam syiar syair penuh makna dan tepis percikan bara curiga yang terus saja datang menghampiri
Dimanakah dikau duhai sahabat ?

Malam ini 
kutelusuri kembali goresan yang telah kita ukir bersama didinding gubuk ini
saat aku dan dirimu jadi saksi atas hujaman kata dan sorot tajam penuh amarah dari mereka
para gagak pencari mangsa yang bertandang menggeledah
curiga akan celoteh dan senandung kita yang tergores digubuk kita
sayup bagai terdengar makimu dikejauhan, terlontar dari dunia yang kian tak bersahabat 
menggema diantara dinding yang setia halangi jejak yang telah kita buat bersama
Ada apa denganmu ?
Dimanakah dikau duhai sahabat ?

Ma'afkan aku duhai sahabat yang tak jua mampu menjadi sahabat baikmu
tapi...
jangan pernah lontarkan makian
jangan pernah ucapkan kekalahan
selagi hidup belum usai, perjuangan takkan pernah selesai

Duhai sahabat dimanapun dikau adanya
gelombang badai akan terus datang menerjang agar diri terhempas dan tenggelam
namun, jangan menyerah usahlah gentar
JANGAN PERNAH UCAPKAN SATU KATAPUN TENTANG KEKALAHAN !!!
hadapi dengan tenang
hingga takdir itu datang menyapa perlahan
hadapi semua dengan tenang
hingga saatnya 
tanah kembali ketanah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar