Rembulan terlihat murung dimalam itu
Seolah bertanya,
"Adakah hujaman belati hadirkan pedih dan nyeri dibibir yang mulai membusuk dari kata 'Sabar' ?"
"Adakah untaian tasbih getarkan sukma, pisahkan kebenaran dan dusta diperadaban masa yang kian menggila ?"
Mataku kian terpejam
luka ini makin meradang
Kesabaran
Masih berhargakah sebuah kesabaran
saat kebenaran dan keadilan dikebiri oleh tirani angkara ???
Masih perlukah kesabaran
disaat ketaatan dan kedamaian dicabik-cabik kekuatan para durjana ???
hmm,,,
Silih berganti tanya menunggu pernyataan yang tiada kunjung ada jawabnya
Tapi Biarlah
Biarlah ending ini tetap terbuka
lenyap digilas peradaban yang kian biadab
atau terangkai menjadi kisah disuatu masa sebagai catatan nista dalam sejarah
............................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar