Aaarrghh.,
Kembali...
Terulang kembali rasa resah kala kutatap angkasa dipenghujung senja
Kembali gelisah dera jiwa merejam sukma
Kembali menyambut malam dalam tebal pekatnya kelam
Kembali ku terasing dalam keramaian
sunyi...
sepi...
sendiri
benar-benar kembali terasing sendiri
Angin...
Bawakan pesan Rindu ini pada mereka
Sorakkan asa cita yang mulai terlupa
Ingatkan lagi akan semua kisah dalam Sabilul Huda
Ingatkan kembali hangatnya dekapan Mushalla tua kala malam menyapa
Sampaikan pada mereka kerinduan Mohalla akan Dzihin dan Bayan mereka
Beritakan pada mereka kerinduan jalan setapak ini akan jejak-jejak saat Jaulah mereka dipenghujung senja
Duhai Angin malam...
Bisikkan pesanku pada mereka yang dahulu sahabatku
dan
selamanya tetaplah sahabatku
Sampaikan pada mereka
Usah teruskan langkah tuju pedalaman belantara
Kini... Bias Pelita telah nampak dari Rimba kita
Mari kembali lanjutkan langkah kita yang tertunda
Mari hiasi langkah malam kita
kembalikan kisah kala dalam hangatnya pelukan Sabilul Huda
Kabarkan berita pada mereka, yang tetaplah Sahabat-sahabatku
Langkahku kini kian gontai
Pandang pun mulai samar
sulit ku bedakan rupa rerumputan, onak dan duri kini
sukar kulalui terjal licinnya jalan-jalan kenangan ini sendiri
Bagai elang sayap telah remuk pecah
Walau semangat tiada kan goyah takkan sirna
namun jasad telah rapuh
daya pun kini kian melemah
Duhai Sahabat.....
Kembalilah Sahabat
Mari Lanjutkan apa yang telah kita mulai
hingga usai kisah kita dipenghujung masa
Kembali...
Terulang kembali rasa resah kala kutatap angkasa dipenghujung senja
Kembali gelisah dera jiwa merejam sukma
Kembali menyambut malam dalam tebal pekatnya kelam
Kembali ku terasing dalam keramaian
sunyi...
sepi...
sendiri
benar-benar kembali terasing sendiri
Angin...
Bawakan pesan Rindu ini pada mereka
Sorakkan asa cita yang mulai terlupa
Ingatkan lagi akan semua kisah dalam Sabilul Huda
Ingatkan kembali hangatnya dekapan Mushalla tua kala malam menyapa
Sampaikan pada mereka kerinduan Mohalla akan Dzihin dan Bayan mereka
Beritakan pada mereka kerinduan jalan setapak ini akan jejak-jejak saat Jaulah mereka dipenghujung senja
Duhai Angin malam...
Bisikkan pesanku pada mereka yang dahulu sahabatku
dan
selamanya tetaplah sahabatku
Sampaikan pada mereka
Usah teruskan langkah tuju pedalaman belantara
Kini... Bias Pelita telah nampak dari Rimba kita
Mari kembali lanjutkan langkah kita yang tertunda
Mari hiasi langkah malam kita
kembalikan kisah kala dalam hangatnya pelukan Sabilul Huda
Kabarkan berita pada mereka, yang tetaplah Sahabat-sahabatku
Langkahku kini kian gontai
Pandang pun mulai samar
sulit ku bedakan rupa rerumputan, onak dan duri kini
sukar kulalui terjal licinnya jalan-jalan kenangan ini sendiri
Bagai elang sayap telah remuk pecah
Walau semangat tiada kan goyah takkan sirna
namun jasad telah rapuh
daya pun kini kian melemah
Duhai Sahabat.....
Kembalilah Sahabat
Mari Lanjutkan apa yang telah kita mulai
hingga usai kisah kita dipenghujung masa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar