بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــم
Suatu ketika, seorang pemuda datang kepada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam dan berkata, "izinkan saya melakukan zina!"
Mendengar perkataan itu, para Sahabat Radhiyallahu anhu sangat marah,
tetapi Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "kemarilah !
Sukakah kamu apabila ada oranglain berzina dengan ibumu?"
"tidak" jawab pemuda itu tegas
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam, bersabda,
"demikian juga oranglain, tidak mau ibunya dizinahi.
Sukakah kamu jika oranglain berzina dengan saudara perempuanmu?"
"tidak" jawab pemuda itu lagi
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,
"oranglain juga tidakmau saudara perempuannya dizinahi.
Sukakah kamu jika oranglain berzina dengan anak perempuanmu?"
"tidak"jawab pemuda itu lagi
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"oranglain pun tidakmau anak perempuannya dizinahi."
Kemudian Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam meletakkan tangan beliau diatas dada pemuda itu dan berdo'a, "ya ALLAH, Sucikanlah hatinya, ampunilah dosanya dan lindungilah dia dari zina......"
¤¤¤¤¤
Sahabat"...
Sudah keharusan bagi kita untuk mengingatkan orang yang telah melakukan kesalahan, tapi hendaknya jangan sekali-kali kita mengabaikan etika dan adab yang baik.
Tidak ada manusia yang tidak berdosa.
Namun belajar dari kesalahan dan mencontoh dari apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam, maka yang terpenting adalah bagaimana kita memperbaiki kesalahan kita dengan sebuah aksi nyata, tanpa harus berhenti hanya sekedar pada rasa menyesal saja.
Manusia memanglah tempatnya salah dan lupa.
Namun ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala tetap tiada henti menjadi yang Maha Pengasih dan Pemaaf.
Sahabat"...
Ada kalanya syetan menguasai hati dan pikiran seseorang maupun golongan,
syetan berusaha menguasai tiap pribadi kita,
menginginkan agar kita menjadi tuli dan buta dari kebenaran. Syetan selalu mencari celah agar maksudnya tercapai,
agar kita jauh dari kebenaran dan selalu berpijak berjalan dijalan dosa dan kemaksiatan. Terkadang,, nafsu syahwat dan keegoisan kita ikut membantu memudahkan syetan dalam mencapai tujuannya tersebut.
Ya ALLAH...
jauhkanlah diri kami dari segala tipudaya bujuk rayu syetan yang terkutuk
dan selamatkan kami dari segala kejahatan yang diakibatkan kebodohan diri kami sendiri.
Sahabat"...
Ada beberapa faktor yang menghambat Hidayah diantaranya,
-Tersumbatnya hati dari kebenaran,
-Larinya (sesatnya) beberapa kelompok dari kemurnian ajaran Agama (TAUHID).
-Status sosial yang terkadang membuat seseorang enggan berkumpul dan berbagi dengan orang-orang yang status sosialnya lebih rendah, karena ia merasa hanya akan menurunkan reputasinya saja.
"Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputuskan. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman." (QS. Maryam:39)
Semoga ALLAH Subhana wa ta'ala senantiasa melimpahkan Rahmat Hidayah dan MaghfirahNYA pada kita semua agar kita selalu berpijak pada kebenaran
dan tetap berjalan dijalan yang telah digariskanNYA,
Sahabat"...
Setelah kehidupan didunia fana ini lenyap dan berganti dengan alam akhirat.
Saat dimana kita tak perlu lagi mengingat kematian yang selalu membayangi kehidupan kita kemana saja disetiap waktu. Hanya didunia fana ini kematian mengiringi langkah kita, dan diakhirat kelak takkan ada lagi kematian.
Diakhirat kelak hanya keabadian yang akan kita alami dan nikmati.
Sahabat"...
Dapat kita bayangkan bagaimana hari-hari yang akan kita nikmati dan lalui dialam akhirat kelak, dimana para penghuni surga akan selalu tersenyum berbahagia karena bekal yang telah dipersiapkannya semasa didunia telah mengantarkannya kesurga.
Sementara para penghuni neraka akan meratap pedih sambil berharap kematian datang kembali pada mereka agar siksa derita yang mereka nikmati segera berakhir.
Janji ALLAH akan datangnya masa dimana kematian akan mendatangi setiap yang bernyawa didunia ini adalah bukti nyata yang tak terbantah dan tak ada yang bisa mengingkari dan mencegah kematian datang menjemputnya untuk melanjutkan perjalanan dikehidupan selanjutnya.
Peringatan demi peringatan akan datangnya saat kematian dan adanya kehidupan sesudah kematian pun telah sering bahkan telah akrab kita dengarkan.
Tapi...
Sudahkah kita semua mempersiapkan diri sebelum waktu kematian itu tiba pada giliran kita???
Saat ladang amal telah ditutup, nikmatnya hidup menjalani hari didunia berakhir.
Semoga saja perjalanan kehidupan kita kelak akan kita nikmati dengan senyum dan kebahagiaan tanpa bayang-bayang ketakutan akan derita dan kematian lagi.
Semoga saja tidak menjadi penyesalan diatas penyesalan karena telah menelantarkan ladang amal yang merupakan bekal kita untuk melanjutkan perjalanan dikehidupan setelah merasakan kematian yang hanya akan kita rasakan sekali saja dalam kehidupan kita.
Semoga ALLAH senantiasa melimpahkan Rahmat dan HidayahNYA pada kita semua.
Dari Abdullah Ibnu Umar Radiallaahu 'anhuma berkata, Rasulullah Sallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, "sesungguhnya hati ini dapat berkarat sebagaimana berkaratnya besi bila terkena air."
Seorang Sahabat bertanya, " yaa Rasulullah, bagaimana cara membersihkannya?"
Rasulullah Sallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, "Perbanyaklah mengingat maut dan membaca Al-Qur'an."
(HR. Baihaqi)
Sahabat"...
Banyak melakukan dosa dan lalai dari mengingat ALLAH menyebabkan hati menjadi berkarat sebagaimana besi yang berkarat bila terkena air.
Hati itu bagaikan cermin, semakin dibersihkan maka hati akan semakin memancarkan cahaya ma'rifatullah.
Sebaliknya, semakin lama kita mengikuti hawa nafsu dan perbuatan-perbuatan jahat akibat terpedaya bujuk rayu jerat syetan, maka akan semakin jauh dari mengenal ALLAH.
"jika seseorang melakukan satu dosa, maka satu titik hitam akan melekat dihatinya, tapi jika ia bertaubat dengan sebenar-benarnya, maka titik hitam itu akan hilang. Tetapi jika ia melakukan dosa yang kedua, titik hitam yang kedua akan melekat dan jika ia terus menerus melakukan dosa, maka titik hitam itu akan semakin banyak sehingga hati menjadi hitam seluruhnya. Kalau sudah demikian kondisi hati, maka ia akan sulit untuk menuju pada kebaikan, bahkan akan selalu mengarah kepada kemaksiatan."
Semoga ALLAH menjaga dan Memelihara kita dari hal yang demikian.
"Saya meninggalkan dua nasehat kepadamu sekalian, satu yang berbicara dan satu lagi yang diam.
Yang berbicara adalah Al-Qur'an yang mulia dan yang diam adalah mengingat maut."
Bagi orang yang memahami pentingnya nasehat dari Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam ini, maka ia akan menerima dan berusaha mengikuti/mengamalkan nasehat ini.
Sebaliknya, bagi orang-orang yang beranggapan bahwa Agama tidak berguna dan hanya akan menjadi penghalang bagi kemajuan dan kenikmatan duniawi, tentu ia akan mengabaikan dan tidak memiliki keinginan untuk menuruti nasehat tersebut.
Semoga ALLAH Subhana wa ta'ala senantiasa melimpahkan Rahmat Hidayah dan MaghfirahNYA pada kita semua agar kita selalu berpijak pada kebenaran
dan tetap berjalan dijalan yang telah digariskanNYA,
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, "tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat, sehingga ia akan ditanya mengenai empat perkara;
Tentang umurnya, untuk apa dia habiskan?
Tentang masa mudanya, untuk apa dia gunakan?
Tentang hartanya, darimana dia dapatkan dan kemana dia belanjakan?
Dan Tentang ilmunya, apakah dia telah mengamalkannya?" (HR. al Bazzar dan Thabrani)
Abu Darda Radhiyallaahu 'anhu salah seorang sahabat Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam berkata,
"yang paling saya takuti ialah pertanyaan yang akan dikemukakan kepada saya pada hari kiamat didepan seluruh manusia, yaitu "apakah kamu telah mengamalkan ilmu-ilmu yang kamu miliki?".
Dalam sebuah hadits, Rasulullah Sallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Ilmu itu ada dua macam;
pertama, Ilmu yang hanya ada dalam ucapan, dan ini dibenci oleh ALLAH
kedua, Ilmu yang keluar dari dalam hati dan memberikan manfaat."
maksudnya adalah,
Janganlah seorang Islam mencari Ilmu agama hanya untuk keperluan lahiriyah saja, tetapi hendaknya juga menyangkut masalah batiniyah.
Ilmu yang menyangkut masalah batiniyah akan membersihkan hati dan menerangi pikiran.
Tanpa Ilmu kita akan sulit untuk mengamalkan Pengetahuan yang kita miliki,
semoga kita semua dapat memperbaiki diri baik lahir maupun bathin dengan mengamalkan Ilmu Pengetahuan yang telah kita pelajari dan miliki sebelum mengajarkannya kepada oranglain. Agar kita bisa menjawab dan terlepas dari tuntutan ketika pada hari kiamat kita ditanya, "apakah kamu telah mengamalkan ilmu yang kamu miliki?"
Sahabat"....
Semoga ALLAH Subhana wa ta'ala melimpahkan Rahmat HidayahNYA pada kita semua, meningkatkan kemampuan diri kita baik lahir maupun bathin sehingga dapat mengamalkan Ilmu yang kita miliki dan mengajarkannya pada yang lain sehingga Ilmu yang diamalkan dan diajarkan menjadi amal kebaikan pada diri kita.
Ya Allah
Ya Rahmaan
Ya Rahiim
Ya Wajhu Dzul Jalaali walikraam
Ridhoilah segala usaha-usaha kami dalam perbaikan diri dalam menunaikan semua perintah MU
أشهد أن لا اله الا الله وأشهد ان محمد رسول الله
Taqabbalallaahu minkum minna wa minkum taqabbal yaa kariim
Semoga Bermanfaat...
Suatu ketika, seorang pemuda datang kepada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam dan berkata, "izinkan saya melakukan zina!"
Mendengar perkataan itu, para Sahabat Radhiyallahu anhu sangat marah,
tetapi Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "kemarilah !
Sukakah kamu apabila ada oranglain berzina dengan ibumu?"
"tidak" jawab pemuda itu tegas
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam, bersabda,
"demikian juga oranglain, tidak mau ibunya dizinahi.
Sukakah kamu jika oranglain berzina dengan saudara perempuanmu?"
"tidak" jawab pemuda itu lagi
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,
"oranglain juga tidakmau saudara perempuannya dizinahi.
Sukakah kamu jika oranglain berzina dengan anak perempuanmu?"
"tidak"jawab pemuda itu lagi
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"oranglain pun tidakmau anak perempuannya dizinahi."
Kemudian Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam meletakkan tangan beliau diatas dada pemuda itu dan berdo'a, "ya ALLAH, Sucikanlah hatinya, ampunilah dosanya dan lindungilah dia dari zina......"
¤¤¤¤¤
Sahabat"...
Sudah keharusan bagi kita untuk mengingatkan orang yang telah melakukan kesalahan, tapi hendaknya jangan sekali-kali kita mengabaikan etika dan adab yang baik.
Tidak ada manusia yang tidak berdosa.
Namun belajar dari kesalahan dan mencontoh dari apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam, maka yang terpenting adalah bagaimana kita memperbaiki kesalahan kita dengan sebuah aksi nyata, tanpa harus berhenti hanya sekedar pada rasa menyesal saja.
Manusia memanglah tempatnya salah dan lupa.
Namun ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala tetap tiada henti menjadi yang Maha Pengasih dan Pemaaf.
Sahabat"...
Ada kalanya syetan menguasai hati dan pikiran seseorang maupun golongan,
syetan berusaha menguasai tiap pribadi kita,
menginginkan agar kita menjadi tuli dan buta dari kebenaran. Syetan selalu mencari celah agar maksudnya tercapai,
agar kita jauh dari kebenaran dan selalu berpijak berjalan dijalan dosa dan kemaksiatan. Terkadang,, nafsu syahwat dan keegoisan kita ikut membantu memudahkan syetan dalam mencapai tujuannya tersebut.
Ya ALLAH...
jauhkanlah diri kami dari segala tipudaya bujuk rayu syetan yang terkutuk
dan selamatkan kami dari segala kejahatan yang diakibatkan kebodohan diri kami sendiri.
Sahabat"...
Ada beberapa faktor yang menghambat Hidayah diantaranya,
-Tersumbatnya hati dari kebenaran,
-Larinya (sesatnya) beberapa kelompok dari kemurnian ajaran Agama (TAUHID).
-Status sosial yang terkadang membuat seseorang enggan berkumpul dan berbagi dengan orang-orang yang status sosialnya lebih rendah, karena ia merasa hanya akan menurunkan reputasinya saja.
"Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputuskan. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman." (QS. Maryam:39)
Semoga ALLAH Subhana wa ta'ala senantiasa melimpahkan Rahmat Hidayah dan MaghfirahNYA pada kita semua agar kita selalu berpijak pada kebenaran
dan tetap berjalan dijalan yang telah digariskanNYA,
Sahabat"...
Setelah kehidupan didunia fana ini lenyap dan berganti dengan alam akhirat.
Saat dimana kita tak perlu lagi mengingat kematian yang selalu membayangi kehidupan kita kemana saja disetiap waktu. Hanya didunia fana ini kematian mengiringi langkah kita, dan diakhirat kelak takkan ada lagi kematian.
Diakhirat kelak hanya keabadian yang akan kita alami dan nikmati.
Sahabat"...
Dapat kita bayangkan bagaimana hari-hari yang akan kita nikmati dan lalui dialam akhirat kelak, dimana para penghuni surga akan selalu tersenyum berbahagia karena bekal yang telah dipersiapkannya semasa didunia telah mengantarkannya kesurga.
Sementara para penghuni neraka akan meratap pedih sambil berharap kematian datang kembali pada mereka agar siksa derita yang mereka nikmati segera berakhir.
Janji ALLAH akan datangnya masa dimana kematian akan mendatangi setiap yang bernyawa didunia ini adalah bukti nyata yang tak terbantah dan tak ada yang bisa mengingkari dan mencegah kematian datang menjemputnya untuk melanjutkan perjalanan dikehidupan selanjutnya.
Peringatan demi peringatan akan datangnya saat kematian dan adanya kehidupan sesudah kematian pun telah sering bahkan telah akrab kita dengarkan.
Tapi...
Sudahkah kita semua mempersiapkan diri sebelum waktu kematian itu tiba pada giliran kita???
Saat ladang amal telah ditutup, nikmatnya hidup menjalani hari didunia berakhir.
Semoga saja perjalanan kehidupan kita kelak akan kita nikmati dengan senyum dan kebahagiaan tanpa bayang-bayang ketakutan akan derita dan kematian lagi.
Semoga saja tidak menjadi penyesalan diatas penyesalan karena telah menelantarkan ladang amal yang merupakan bekal kita untuk melanjutkan perjalanan dikehidupan setelah merasakan kematian yang hanya akan kita rasakan sekali saja dalam kehidupan kita.
Semoga ALLAH senantiasa melimpahkan Rahmat dan HidayahNYA pada kita semua.
Dari Abdullah Ibnu Umar Radiallaahu 'anhuma berkata, Rasulullah Sallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, "sesungguhnya hati ini dapat berkarat sebagaimana berkaratnya besi bila terkena air."
Seorang Sahabat bertanya, " yaa Rasulullah, bagaimana cara membersihkannya?"
Rasulullah Sallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, "Perbanyaklah mengingat maut dan membaca Al-Qur'an."
(HR. Baihaqi)
Sahabat"...
Banyak melakukan dosa dan lalai dari mengingat ALLAH menyebabkan hati menjadi berkarat sebagaimana besi yang berkarat bila terkena air.
Hati itu bagaikan cermin, semakin dibersihkan maka hati akan semakin memancarkan cahaya ma'rifatullah.
Sebaliknya, semakin lama kita mengikuti hawa nafsu dan perbuatan-perbuatan jahat akibat terpedaya bujuk rayu jerat syetan, maka akan semakin jauh dari mengenal ALLAH.
"jika seseorang melakukan satu dosa, maka satu titik hitam akan melekat dihatinya, tapi jika ia bertaubat dengan sebenar-benarnya, maka titik hitam itu akan hilang. Tetapi jika ia melakukan dosa yang kedua, titik hitam yang kedua akan melekat dan jika ia terus menerus melakukan dosa, maka titik hitam itu akan semakin banyak sehingga hati menjadi hitam seluruhnya. Kalau sudah demikian kondisi hati, maka ia akan sulit untuk menuju pada kebaikan, bahkan akan selalu mengarah kepada kemaksiatan."
Semoga ALLAH menjaga dan Memelihara kita dari hal yang demikian.
"Saya meninggalkan dua nasehat kepadamu sekalian, satu yang berbicara dan satu lagi yang diam.
Yang berbicara adalah Al-Qur'an yang mulia dan yang diam adalah mengingat maut."
Bagi orang yang memahami pentingnya nasehat dari Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam ini, maka ia akan menerima dan berusaha mengikuti/mengamalkan nasehat ini.
Sebaliknya, bagi orang-orang yang beranggapan bahwa Agama tidak berguna dan hanya akan menjadi penghalang bagi kemajuan dan kenikmatan duniawi, tentu ia akan mengabaikan dan tidak memiliki keinginan untuk menuruti nasehat tersebut.
Semoga ALLAH Subhana wa ta'ala senantiasa melimpahkan Rahmat Hidayah dan MaghfirahNYA pada kita semua agar kita selalu berpijak pada kebenaran
dan tetap berjalan dijalan yang telah digariskanNYA,
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, "tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat, sehingga ia akan ditanya mengenai empat perkara;
Tentang umurnya, untuk apa dia habiskan?
Tentang masa mudanya, untuk apa dia gunakan?
Tentang hartanya, darimana dia dapatkan dan kemana dia belanjakan?
Dan Tentang ilmunya, apakah dia telah mengamalkannya?" (HR. al Bazzar dan Thabrani)
Abu Darda Radhiyallaahu 'anhu salah seorang sahabat Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wasallam berkata,
"yang paling saya takuti ialah pertanyaan yang akan dikemukakan kepada saya pada hari kiamat didepan seluruh manusia, yaitu "apakah kamu telah mengamalkan ilmu-ilmu yang kamu miliki?".
Dalam sebuah hadits, Rasulullah Sallallaahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Ilmu itu ada dua macam;
pertama, Ilmu yang hanya ada dalam ucapan, dan ini dibenci oleh ALLAH
kedua, Ilmu yang keluar dari dalam hati dan memberikan manfaat."
maksudnya adalah,
Janganlah seorang Islam mencari Ilmu agama hanya untuk keperluan lahiriyah saja, tetapi hendaknya juga menyangkut masalah batiniyah.
Ilmu yang menyangkut masalah batiniyah akan membersihkan hati dan menerangi pikiran.
Tanpa Ilmu kita akan sulit untuk mengamalkan Pengetahuan yang kita miliki,
semoga kita semua dapat memperbaiki diri baik lahir maupun bathin dengan mengamalkan Ilmu Pengetahuan yang telah kita pelajari dan miliki sebelum mengajarkannya kepada oranglain. Agar kita bisa menjawab dan terlepas dari tuntutan ketika pada hari kiamat kita ditanya, "apakah kamu telah mengamalkan ilmu yang kamu miliki?"
Sahabat"....
Semoga ALLAH Subhana wa ta'ala melimpahkan Rahmat HidayahNYA pada kita semua, meningkatkan kemampuan diri kita baik lahir maupun bathin sehingga dapat mengamalkan Ilmu yang kita miliki dan mengajarkannya pada yang lain sehingga Ilmu yang diamalkan dan diajarkan menjadi amal kebaikan pada diri kita.
Ya Allah
Ya Rahmaan
Ya Rahiim
Ya Wajhu Dzul Jalaali walikraam
Ridhoilah segala usaha-usaha kami dalam perbaikan diri dalam menunaikan semua perintah MU
أشهد أن لا اله الا الله وأشهد ان محمد رسول الله
Taqabbalallaahu minkum minna wa minkum taqabbal yaa kariim
Semoga Bermanfaat...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar